Javascript must be enabled to continue!
Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam konteks kesehatan
View through CrossRef
ARTIKEL KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB DALAM KONTEKS KESEHATANSila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila. Kedua, menjelaskan konsep diskriminasi rasial dan dinamika permasalahannya di Indonesia. Ketiga, kiat-kiat atau cara mengaktualisasi Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam memerangi fenomena diskriminasi rasal. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti adalah Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila dan fenomena diskriminasi ras. Diskriminasi rasial merupakan salah satu persoalan krusial yang sampai saat ini masih membayang-bayangi kehidupan masyarakat global. Indonesia sebagai negara Pancasila pun tidak pernah luput dari masalah tersebut. Persoalan diskriminasi ras di Indonesia memiliki dinamika sejarah yang cukup panjang. Secara umum masalah tersebut berkembang melewati empat masa, yakni; pada masa kolonial (penjajahan Bangsa Belanda), masa Orde Lama, masa Orde Baru dan pada masa reformasi. Eksistensi masalah tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bukan hanya berimplikasi terhadap keutuhan NKRI, melainkan juga terhadap citra kemanusiaan (martabat) bangsa. Citra kemanusiaan menjadi ambruk karena manusia tidak diperlakukan secara manusiawi. Manusia tidak direspek sebagai manusia, tetapi lebih dilihat dari segi penampilan fisik, serta dinilai dari latar belakang suku, budaya, agama, dan status sosial semata. Munculnya patologi diskriminasi ras dalam tubuh kebhinekaan bangsa Indonesia sampai pada era kekinian sejatinya bukan tanpa alasan. Alasan utamanya adalah karena Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang memberikan dasar moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, belum terkristal dalam diri (seluruh hidup) manusia Indonesia. Karena itu, upaya reinternalisasi serta reaktualisasi Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah sesuatu yang mutlak. Tentang hal ini, setidaknya ada delapan wujud Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang perlu diaktualisasikan, baik secara subjektif-horizontal maupun secara objektif-vertikal (1) Menegakkan prinsip keadilan. (2) Mengoptimalisasi implementasi prinsip egalitarianisme. (3) semangat toleransi. (4) wawasan multikultural. (5) Merevitalisasi cita rasa solidaritas. (6) semangat hospitalitas. (7) Merevitalisasi sipit persaudaraan. Dan (8) menghormati hak asasi manusia. Aktualisasi wujud Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam kehidupan bermasyarakat,
Title: Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam konteks kesehatan
Description:
ARTIKEL KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB DALAM KONTEKS KESEHATANSila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila.
Kedua, menjelaskan konsep diskriminasi rasial dan dinamika permasalahannya di Indonesia.
Ketiga, kiat-kiat atau cara mengaktualisasi Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam memerangi fenomena diskriminasi rasal.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Objek yang diteliti adalah Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila dan fenomena diskriminasi ras.
Diskriminasi rasial merupakan salah satu persoalan krusial yang sampai saat ini masih membayang-bayangi kehidupan masyarakat global.
Indonesia sebagai negara Pancasila pun tidak pernah luput dari masalah tersebut.
Persoalan diskriminasi ras di Indonesia memiliki dinamika sejarah yang cukup panjang.
Secara umum masalah tersebut berkembang melewati empat masa, yakni; pada masa kolonial (penjajahan Bangsa Belanda), masa Orde Lama, masa Orde Baru dan pada masa reformasi.
Eksistensi masalah tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bukan hanya berimplikasi terhadap keutuhan NKRI, melainkan juga terhadap citra kemanusiaan (martabat) bangsa.
Citra kemanusiaan menjadi ambruk karena manusia tidak diperlakukan secara manusiawi.
Manusia tidak direspek sebagai manusia, tetapi lebih dilihat dari segi penampilan fisik, serta dinilai dari latar belakang suku, budaya, agama, dan status sosial semata.
Munculnya patologi diskriminasi ras dalam tubuh kebhinekaan bangsa Indonesia sampai pada era kekinian sejatinya bukan tanpa alasan.
Alasan utamanya adalah karena Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang memberikan dasar moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, belum terkristal dalam diri (seluruh hidup) manusia Indonesia.
Karena itu, upaya reinternalisasi serta reaktualisasi Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah sesuatu yang mutlak.
Tentang hal ini, setidaknya ada delapan wujud Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang perlu diaktualisasikan, baik secara subjektif-horizontal maupun secara objektif-vertikal (1) Menegakkan prinsip keadilan.
(2) Mengoptimalisasi implementasi prinsip egalitarianisme.
(3) semangat toleransi.
(4) wawasan multikultural.
(5) Merevitalisasi cita rasa solidaritas.
(6) semangat hospitalitas.
(7) Merevitalisasi sipit persaudaraan.
Dan (8) menghormati hak asasi manusia.
Aktualisasi wujud Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam kehidupan bermasyarakat,.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ARTIKEL KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
ARTIKEL KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila. Kedua, menjelaskan konsep diskriminasi rasial dan dinamika permasalahannya di Indonesia. Ketiga, kiat-kiat atau cara mengakt...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Kesetaraan Hak Warga Negara Dalam Pemaknaan Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Kesetaraan Hak Warga Negara Dalam Pemaknaan Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesetaraan hak warga negara Indonesia dalam pemaknaan sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Fokus penelitian ada pada upaya warga negara m...
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat (1) dan UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. UU 1945 Pasal 28H Ayat (1) men...
Nilai kemanusiaan dalam film drama korea descendants of the sun karya kim eun sook
Nilai kemanusiaan dalam film drama korea descendants of the sun karya kim eun sook
ABSTRAKPenelitian ini berjudul “ niali kemanusiaan dalam film drama korea descendants of the sun karya kim eun sook”. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini yaitu enging...
CELAYIRLI EMİRÜ’L-ÜMERALIĞINDAN EMİR TİMUR’UN TABİİYETİNE: EMİR ADİL AKA’NIN SERENCAMI
CELAYIRLI EMİRÜ’L-ÜMERALIĞINDAN EMİR TİMUR’UN TABİİYETİNE: EMİR ADİL AKA’NIN SERENCAMI
İlhanlı Devleti’nin yıkılışıyla birlikte Bağdat merkezli kurulan Celayırlı Devleti, Sultan Şeyh Üveys (h. 1356-1374) döneminde İlhanlıların varisi olarak onların topraklarının nere...

