Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MITOS KECANTIKAN DALAM CERPEN “BOKKO-CHAN” KARYA HOSHI SHINICHI

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mitos kecantikan perempuan dalam cerpen “Bokko-Chan” karya Hoshi Shinichi dengan pendekatan kritik sastra feminis. Penelitian ini mengkaji data yang diambil dari cerpen tersebut dan dianalisis dengan menggunakan teori Wolf (2004).  Berdasarkan hasil dari analisis data ditemukan dua jenis mitos kecantikan. yaitu mitos kecantikan outer beauty (berupa: usia muda) dan inner beauty (berupa: kecantikan adalah jual mahal, sedikit lugu dan polos, sikap tidak membantah, dan sikap tegar). Mitos kecantikan ini menujukkan ideologi dari pengarang pria (Hoshi Shinichi), yaitu ideologi yang mendukung pelestarian dominasi pria atau sistem patriarki. Pelestarian dominasi ini dilakukan melalui penciptaan mitos kecantikan seorang wanita sehingga pada akhirnya akan membelenggu kebebasan kaum perempuan untuk melakukan hal yang diinginkan, mengeluarkan pikiran, dan mengekspresikan perasaannya.
Title: MITOS KECANTIKAN DALAM CERPEN “BOKKO-CHAN” KARYA HOSHI SHINICHI
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mitos kecantikan perempuan dalam cerpen “Bokko-Chan” karya Hoshi Shinichi dengan pendekatan kritik sastra feminis.
Penelitian ini mengkaji data yang diambil dari cerpen tersebut dan dianalisis dengan menggunakan teori Wolf (2004).
 Berdasarkan hasil dari analisis data ditemukan dua jenis mitos kecantikan.
yaitu mitos kecantikan outer beauty (berupa: usia muda) dan inner beauty (berupa: kecantikan adalah jual mahal, sedikit lugu dan polos, sikap tidak membantah, dan sikap tegar).
Mitos kecantikan ini menujukkan ideologi dari pengarang pria (Hoshi Shinichi), yaitu ideologi yang mendukung pelestarian dominasi pria atau sistem patriarki.
Pelestarian dominasi ini dilakukan melalui penciptaan mitos kecantikan seorang wanita sehingga pada akhirnya akan membelenggu kebebasan kaum perempuan untuk melakukan hal yang diinginkan, mengeluarkan pikiran, dan mengekspresikan perasaannya.

Related Results

MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada biologis. Seseorang bisa menjadi kurang atau lebih ‘feminim’ dan kurang atau lebih ‘maskulin’. Seorang la...
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
ANALISIS CERPEN “LELAKI RAGI DAN PEREMPUAN SANTAN” KARYA DAMHURI MUHAMMAD DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF
ANALISIS CERPEN “LELAKI RAGI DAN PEREMPUAN SANTAN” KARYA DAMHURI MUHAMMAD DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ekspresi pengarang dalam cerpen Lelaki Ragi dan Perempuan Santan. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Lelaki Ragi dan ...
Adab Berkomunikasi Secara Berkesan dalam Cerpen Kanak-Kanak Pilihan
Adab Berkomunikasi Secara Berkesan dalam Cerpen Kanak-Kanak Pilihan
Cerpen kanak-kanak masa kini telah mencetuskan ketidakpuasan hati para Panel Penilai Hadiah Sastera Perdana Malaysia (HSPM) akibat kemerosotan mutu penghasilan cerpen kanak-kanak. ...
Perbandingan Unsur Batin Pada Cerpen “Setangkai Pohon Ibu” Karya Vaughan Callista Dan “Mirror, Mirror On The Wall” Karya Dewi Lestari
Perbandingan Unsur Batin Pada Cerpen “Setangkai Pohon Ibu” Karya Vaughan Callista Dan “Mirror, Mirror On The Wall” Karya Dewi Lestari
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan unsur batin pada cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lest...
Deiksis sebagai Representasi Sifat <i>Dark Triad</i> dalam Buku Kumpulan Cerpen <i>Gres</i> Karya Putu Wijaya<b></b>
Deiksis sebagai Representasi Sifat <i>Dark Triad</i> dalam Buku Kumpulan Cerpen <i>Gres</i> Karya Putu Wijaya<b></b>
Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya untuk merepresentasikan sifat Dark Triad (narsisme, machiavellianisme, psikopati). Tujuan pe...
Kritik Mitos Tentang “Hang Tuah” Karya Amir Hamzah
Kritik Mitos Tentang “Hang Tuah” Karya Amir Hamzah
This study reveals the myth criticism on rhyme "Hang Tuah", an Amir Hamzah’s work expressing Malay myth. The Malay myth found in the rhyme "Hang Tuah" is placed as a meeting place ...

Back to Top