Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Unsur Batin Pada Cerpen “Setangkai Pohon Ibu” Karya Vaughan Callista Dan “Mirror, Mirror On The Wall” Karya Dewi Lestari
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan unsur batin pada cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dari penelitian ini yaitu cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan dan persamaan antara dua buah cerpen tersebut. Perbedaanya terdapat pada tema, setting/latar, dan sudut pandang, sedangkan persamaannya terdapat pada alur/plot dan tokoh/penokohan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa meskipun cerpen memiliki struktur unsur batin yang sama, namun penerapan unsur batin pada setiap cerpen tetap berbeda. Penelitian ini juga membuka pandangan penulis bahwa ada beberapa cerpen yang tidak menerapkan satu dua unsur dari ketujuh unsur batin, seperti cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari yang tidak memiliki gaya bahasa. Penulis menyampaikan idenya secara terbuka tanpa menggunakan makna konotasi. Akan tetapi, baik cerpen “Setangkai Pohon Ibu” dan Mirror, Mirror on The Wall keduanya menyampaikan pesan moral yang baik.
Universitas swadaya Gunung Djati
Title: Perbandingan Unsur Batin Pada Cerpen “Setangkai Pohon Ibu” Karya Vaughan Callista Dan “Mirror, Mirror On The Wall” Karya Dewi Lestari
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan unsur batin pada cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif.
Sumber data dari penelitian ini yaitu cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan dan persamaan antara dua buah cerpen tersebut.
Perbedaanya terdapat pada tema, setting/latar, dan sudut pandang, sedangkan persamaannya terdapat pada alur/plot dan tokoh/penokohan.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa meskipun cerpen memiliki struktur unsur batin yang sama, namun penerapan unsur batin pada setiap cerpen tetap berbeda.
Penelitian ini juga membuka pandangan penulis bahwa ada beberapa cerpen yang tidak menerapkan satu dua unsur dari ketujuh unsur batin, seperti cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari yang tidak memiliki gaya bahasa.
Penulis menyampaikan idenya secara terbuka tanpa menggunakan makna konotasi.
Akan tetapi, baik cerpen “Setangkai Pohon Ibu” dan Mirror, Mirror on The Wall keduanya menyampaikan pesan moral yang baik.
Related Results
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
This research discusses of rituals for Dewi Kwan Im celebration that is the day Dewi Kwan Im leaving the world. Dewi Kwan Im is the Goddess who was highly respected by Khonghucu pe...
Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Lagu Dalam Album Pekal “Salam Sakapoh Iban” Karya Man Pekal
Analisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Lagu Dalam Album Pekal “Salam Sakapoh Iban” Karya Man Pekal
Lirik lagu termasuk bagian dari karya sastra yang digolongkan kedalam puisi. Lirik-liriknya mengandung keindahan tersendiri bagi pencipta dan pendengarnya, unsur intrinsik (fisik d...
PERBANDINGAN STRUKTURAL CERPEN MALAM-MALAM PENUH RENGEKAN DAN SAAT PAGI BUTA DALAM KUMPULAN CERPEN MALAIKAT TANPA SAYAP KARYA IMAS YULI HERYANI
PERBANDINGAN STRUKTURAL CERPEN MALAM-MALAM PENUH RENGEKAN DAN SAAT PAGI BUTA DALAM KUMPULAN CERPEN MALAIKAT TANPA SAYAP KARYA IMAS YULI HERYANI
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan perbedaan dan persamaan dua cerpen dari kumpulan cerpen Malaikat Tanpa Sayap karya Imas Yuli Heryani, yakni Mal...
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada biologis. Seseorang bisa menjadi kurang atau lebih ‘feminim’ dan kurang atau lebih ‘maskulin’. Seorang la...
ANALISIS CERPEN “LELAKI RAGI DAN PEREMPUAN SANTAN” KARYA DAMHURI MUHAMMAD DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF
ANALISIS CERPEN “LELAKI RAGI DAN PEREMPUAN SANTAN” KARYA DAMHURI MUHAMMAD DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ekspresi pengarang dalam cerpen Lelaki Ragi dan Perempuan Santan. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Lelaki Ragi dan ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Unsur Intrinsik Cerpen “Dedosan” Karya I Wayan Wikana
Unsur Intrinsik Cerpen “Dedosan” Karya I Wayan Wikana
Karya sastra adalah hasil pekerjaan dalam bentuk tulisan yang dibuat oleh seseorang dengan imajinasinya. Cerpen merupakan sebuah karya sastra tulis yang banyak ditemukan hingga sek...
Meningkatkan Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen Menggunakan Metode Mind Mapping
Meningkatkan Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen Menggunakan Metode Mind Mapping
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) tata cara menggunakan metode untuk meningkatkan kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerpen siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 2 Banja...

