Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGUJIAN MUTU KRITEX SP SEBAGAI PENGGUMPAL LATEKS

View through CrossRef
Hampir seluruh lateks kebun untuk produk karet ekspor harus digumpalkan sebelum diproses lanjut. Bahan penggumpal lateks yang selama ini dianjurkan adalah asam format. Dengan alasan harga yang relatif mahal dan ketersediaan yang sulit diperoleh, sebagian besar petani karet jarang menggunakan asam format dan lebih memilih menggunakan penggumpal yang tidak dianjurkan seperti pupuk SP dan TSP, berakibat menurunkan kualitas karet. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap kualitas Kritex SP (penggumpal alternatif berbahan aktif asam anorganik) dalam menggumpalkan lateks dan membandingkannya dengan asam format sebagai kontrol. Percobaan dilakukan pada skala laboratorium untuk mengetahui mutu krep, dan pada skala pabrik untuk mengetahui pengolahan RSS menggunakan penggumpal Kritex SP. Parameter yang diamati meliputi waktu koagulasi, spesifikasi teknis, dan sifat fisika vulkanisat krep maupun RSS. Hasil percobaan menunjukkan bahwa lama penggumpalan lateks kebun dengan larutan 2,50% Kritex SP (25,00 menit) berbeda nyata dengan lama penggumpalan larutan 7,50% Kritex SP (18,00 menit), tetapi tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan lama penggumpalan larutan 5% Kritex SP (20,33 menit) dan larutan kontrol (22,33 menit). Koagulum yang dihasilkan dengan penggumpal Kritex SP bersifat lebih lembut dan lunak dibandingkan koagulum dari asam format. Spesifikasi teknis dan sifat fisika vulkanisat krep dari Kritex SP tidak berbeda nyata dengan krep dari asam format. Dosis Kritex SP yang diperlukan dalam pengolahan RSS (2,35 ml/liter lateks) lebih tinggi dibandingkan dosis asam format (1,90 ml/liter lateks). Lembaran sit basah hasil penggumpalan Kritex SP berukuran lebih panjang, lebih tipis dan kurang lebar dibandingkan sit asam format. Spesifikasi teknis dan sifat fisika vulkanisat RSS dari Kritex SP tidak berbeda nyata dengan asam format, kecuali parameter PRI yang lebih rendah (83,50%) dibandingkan kontrol (86,00%). Diterima : 11 Juli 2012; Disetujui : 2 Oktober 2012 How to Cite : Simanjuntak, M., Bachtiar., & Rachmawan, A. (2012). Pengujian mutu kritex sp sebagai penggumpal lateks. Jurnal Penelitian Karet, 30(2), 108-116. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/127
Title: PENGUJIAN MUTU KRITEX SP SEBAGAI PENGGUMPAL LATEKS
Description:
Hampir seluruh lateks kebun untuk produk karet ekspor harus digumpalkan sebelum diproses lanjut.
Bahan penggumpal lateks yang selama ini dianjurkan adalah asam format.
Dengan alasan harga yang relatif mahal dan ketersediaan yang sulit diperoleh, sebagian besar petani karet jarang menggunakan asam format dan lebih memilih menggunakan penggumpal yang tidak dianjurkan seperti pupuk SP dan TSP, berakibat menurunkan kualitas karet.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap kualitas Kritex SP (penggumpal alternatif berbahan aktif asam anorganik) dalam menggumpalkan lateks dan membandingkannya dengan asam format sebagai kontrol.
Percobaan dilakukan pada skala laboratorium untuk mengetahui mutu krep, dan pada skala pabrik untuk mengetahui pengolahan RSS menggunakan penggumpal Kritex SP.
Parameter yang diamati meliputi waktu koagulasi, spesifikasi teknis, dan sifat fisika vulkanisat krep maupun RSS.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa lama penggumpalan lateks kebun dengan larutan 2,50% Kritex SP (25,00 menit) berbeda nyata dengan lama penggumpalan larutan 7,50% Kritex SP (18,00 menit), tetapi tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan lama penggumpalan larutan 5% Kritex SP (20,33 menit) dan larutan kontrol (22,33 menit).
Koagulum yang dihasilkan dengan penggumpal Kritex SP bersifat lebih lembut dan lunak dibandingkan koagulum dari asam format.
Spesifikasi teknis dan sifat fisika vulkanisat krep dari Kritex SP tidak berbeda nyata dengan krep dari asam format.
Dosis Kritex SP yang diperlukan dalam pengolahan RSS (2,35 ml/liter lateks) lebih tinggi dibandingkan dosis asam format (1,90 ml/liter lateks).
Lembaran sit basah hasil penggumpalan Kritex SP berukuran lebih panjang, lebih tipis dan kurang lebar dibandingkan sit asam format.
Spesifikasi teknis dan sifat fisika vulkanisat RSS dari Kritex SP tidak berbeda nyata dengan asam format, kecuali parameter PRI yang lebih rendah (83,50%) dibandingkan kontrol (86,00%).
 Diterima : 11 Juli 2012; Disetujui : 2 Oktober 2012 How to Cite : Simanjuntak, M.
, Bachtiar.
, & Rachmawan, A.
(2012).
Pengujian mutu kritex sp sebagai penggumpal lateks.
Jurnal Penelitian Karet, 30(2), 108-116.
Retrieved from http://ejournal.
puslitkaret.
co.
id/index.
php/jpk/article/view/127.

Related Results

PENGARUH WAKTU DAN KECEPATAN SENTRIFUGASI TERHADAP MUTU LATEKS PEKAT
PENGARUH WAKTU DAN KECEPATAN SENTRIFUGASI TERHADAP MUTU LATEKS PEKAT
Lateks pekat adalah suatu produk olahan karet yang telah dipekatkan menjadi KKK 60% - 64%. Pembuatan lateks pekat menggunakan metode sentrifugasi hanya membutuhkan waktu yang relat...
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PKBM DAN PONDOK PESANTREN MIMBAR HUFFAZH KARAWANG
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PKBM DAN PONDOK PESANTREN MIMBAR HUFFAZH KARAWANG
Dalam upaya melahirkan generasi terbaik, dibutuhkan sebuah pendidikan bermutu yang menjadi harapan semua pihak. Pendidikan bermutu memerlukan sebuah sistem pengendalian mutu yang t...
PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA KEPALA SEKSI PENDIDIKAN
PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA KEPALA SEKSI PENDIDIKAN
Fenomena rendahnya mutu lembaga pendidikan harus dijadikan perhatian para manajer lembaga pendidikan, baik dan tingkat manajemen puncak (pejabat pemerintah di bidang pendidikan) ma...
Manajemen Mutu Sekolah Dasar
Manajemen Mutu Sekolah Dasar
Sekolah Dasar sebagai intitusi pendidikan dasar, merupakan wadah tempat proses pendidikan untuk anak usia 7 – 12 tahun, memiliki sistem yang kompleks dan dinamis serta memiliki kek...
Revitalisasi Dakwah Melalui Perencanaan Mutu: Tinjauan Kritis dan Adaptasi Framework Perencanaan Mutu untuk Organisasi Dakwah
Revitalisasi Dakwah Melalui Perencanaan Mutu: Tinjauan Kritis dan Adaptasi Framework Perencanaan Mutu untuk Organisasi Dakwah
Organisasi dakwah perlu menerapkan perencanaan mutu untuk pengembangan organisasi dan mewujudkan misi dakwahnya. Namun, referensi terkait konsep perencanaan mutu yang biasanya digu...
PENGHEMATAN BIAYA PEMBANGUNAN GEDUNG DIPO CENTER DENGAN MUTU BETON BERBEDA
PENGHEMATAN BIAYA PEMBANGUNAN GEDUNG DIPO CENTER DENGAN MUTU BETON BERBEDA
Pembangunan gedung umum menggunakan beton bertulang, beton memiliki kekuatan yang beragam dari fc’35, fc’ 45, dll. Kuat tekan beton juga memiliki harga yang bervariasi semakin ting...
PENGARUH FULL ACRYLIC DAN STYRENE ACRYLIC TERHADAP KINERJA LATEKS KARET ALAM SEBAGAI BINDER PADA APLIKASI CAT EMULSI
PENGARUH FULL ACRYLIC DAN STYRENE ACRYLIC TERHADAP KINERJA LATEKS KARET ALAM SEBAGAI BINDER PADA APLIKASI CAT EMULSI
Permintaan cat dalam industri konstruksi terus meningkat, terutama cat emulsi berbasis air yang bergantung pada kualitas bahan pengikat (binder) sebagai komponen utama. Indonesia m...
PENGGUNAAN IE KULOH SIRA SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL DAN PENGENDAP SUSU KEDELAI
PENGGUNAAN IE KULOH SIRA SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL DAN PENGENDAP SUSU KEDELAI
Ie kuloh sira merupakan larutan yang diperoleh dari limbah industri garam rakyat. Ie kuloh sira dapat dipakai sebagai bahan penggumpal dalam proses pembuatan tahu. Penambahan 50 ml...

Back to Top