Javascript must be enabled to continue!
Menelisik Penerimaan e-faktur versi 3.0 Melalui Pendekatan Technology Acceptance Model
View through CrossRef
ABSTRACT
The e-invoice 3.0 application was just introduced on October 1, 2020. Taxable employer (PKP) acceptance of e-invoice 3.0 is very important for the effectiveness of tax reporting and revenue. The Technology Acceptance Model (TAM) is employed as a theoretical framework that guides the process of data collection and analysis. A qualitative approach through in-depth interviews was carried out to PKP which is e-invoice 3.0 pilot project at the North Badung Primary Tax Office, Bali. Data were analyzed using coding and themeing technique. This study indicates that PKP has a good acceptance of the e-invoice 3.0 application. The perceptions of usefulness identified are: accelerating work, increasing performance, increasing productivity, effectiveness, making work easier, useful in monitoring data. Meanwhile, the perceptions ease of use identified are: easy to learn, controllable, clear and understandable, flexible, easy to master, easy to use, constraints quickly resolved, and intensity of use. Perceptions of usefulness and perceived ease of use can explain user attitudes and interest in using the e-invoice 3.0 application. A model that explains the acceptance of a new technology, particularly e-invoicing 3.0, is offered in this study. Some suggestions for policy makers are also provided to further improve the e-invoicing 3.0 application.
ABSTRAK
Aplikasi e-faktur versi 3.0 baru saja diperkenalkan pada 1 Oktober 2020. Penerimaan pengusaha kena pajak (PKP) atas e-faktur versi 3.0 sangatlah penting untuk efektivitas pelaporan dan penerimaan pajak. Technology Acceptance Model (TAM) digunakan sebagai kerangka teori yang memandu proses pengumpulan dan analisis data. Pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dilakukan terhadap PKP pilot projecting aplikasi e-faktur versi 3.0 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Badung Utara, Bali. Data dianalisis dengan teknik coding dan themeing. Penelitian ini mengindikasikan bahwa PKP memiliki penerimaan yang baik atas aplikasi e-faktur versi 3.0. Persepsi kegunaan yang dijelaskan adalah: mempercepat pekerjaan, meningkatkan performa, meningkatkan produktifitas, efektifitas, mempermudah pekerjaan, bermanfaat dan monitoring data. Sementara persepsi kemudahan yang diidentifikasi adalah: mudah dipelajari, dapat dikontrol, jelas dan dapat dipahami, fleksibel, mudah mahir, mudah digunakan, kendala cepat teratasi, dan intensitas pemakaian. Persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan dapat menjelaskan sikap pengguna dan minat penggunaan aplikasi e-faktur versi 3.0. Sebuah model yang menjelaskan penerimaan akan teknologi baru, khususnya e-faktur versi 3.0, ditawarkan penelitian ini. Beberapa saran bagi pengambil kebijakan juga diberikan untuk dapat lebih jauh menyempurnakan aplikasi e-faktur versi 3.0.
Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan
Title: Menelisik Penerimaan e-faktur versi 3.0 Melalui Pendekatan Technology Acceptance Model
Description:
ABSTRACT
The e-invoice 3.
0 application was just introduced on October 1, 2020.
Taxable employer (PKP) acceptance of e-invoice 3.
0 is very important for the effectiveness of tax reporting and revenue.
The Technology Acceptance Model (TAM) is employed as a theoretical framework that guides the process of data collection and analysis.
A qualitative approach through in-depth interviews was carried out to PKP which is e-invoice 3.
0 pilot project at the North Badung Primary Tax Office, Bali.
Data were analyzed using coding and themeing technique.
This study indicates that PKP has a good acceptance of the e-invoice 3.
0 application.
The perceptions of usefulness identified are: accelerating work, increasing performance, increasing productivity, effectiveness, making work easier, useful in monitoring data.
Meanwhile, the perceptions ease of use identified are: easy to learn, controllable, clear and understandable, flexible, easy to master, easy to use, constraints quickly resolved, and intensity of use.
Perceptions of usefulness and perceived ease of use can explain user attitudes and interest in using the e-invoice 3.
0 application.
A model that explains the acceptance of a new technology, particularly e-invoicing 3.
0, is offered in this study.
Some suggestions for policy makers are also provided to further improve the e-invoicing 3.
0 application.
ABSTRAK
Aplikasi e-faktur versi 3.
0 baru saja diperkenalkan pada 1 Oktober 2020.
Penerimaan pengusaha kena pajak (PKP) atas e-faktur versi 3.
0 sangatlah penting untuk efektivitas pelaporan dan penerimaan pajak.
Technology Acceptance Model (TAM) digunakan sebagai kerangka teori yang memandu proses pengumpulan dan analisis data.
Pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dilakukan terhadap PKP pilot projecting aplikasi e-faktur versi 3.
0 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Badung Utara, Bali.
Data dianalisis dengan teknik coding dan themeing.
Penelitian ini mengindikasikan bahwa PKP memiliki penerimaan yang baik atas aplikasi e-faktur versi 3.
Persepsi kegunaan yang dijelaskan adalah: mempercepat pekerjaan, meningkatkan performa, meningkatkan produktifitas, efektifitas, mempermudah pekerjaan, bermanfaat dan monitoring data.
Sementara persepsi kemudahan yang diidentifikasi adalah: mudah dipelajari, dapat dikontrol, jelas dan dapat dipahami, fleksibel, mudah mahir, mudah digunakan, kendala cepat teratasi, dan intensitas pemakaian.
Persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan dapat menjelaskan sikap pengguna dan minat penggunaan aplikasi e-faktur versi 3.
Sebuah model yang menjelaskan penerimaan akan teknologi baru, khususnya e-faktur versi 3.
0, ditawarkan penelitian ini.
Beberapa saran bagi pengambil kebijakan juga diberikan untuk dapat lebih jauh menyempurnakan aplikasi e-faktur versi 3.
Related Results
TINJAUAN IMPLEMENTASI E-FAKTUR PAJAK: STUDI KASUS KPP PRATAMA MEDAN TIMUR
TINJAUAN IMPLEMENTASI E-FAKTUR PAJAK: STUDI KASUS KPP PRATAMA MEDAN TIMUR
E-Faktur pajak merupakan salah satu aplikasi yang digunakan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau impl...
Pelatihan Pelaporan SPT Masa Ppn Dan PPnBM
Pelatihan Pelaporan SPT Masa Ppn Dan PPnBM
Sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) tentunya memiliki kewajiban untuk memunggut PPN, menyetorkan PPN yang terhutang serta melaporkan SPT Masa PPN dengan menggunakan aplikasi e-faktu...
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data deforestasi dan degradasi hutan yang dikeluarkan versi KLHK dan data deforestasi dan degrdasi hutan versi TMF dari Pusat P...
Determinan Kesuksesan Implementasi Aplikasi e-Faktur
Determinan Kesuksesan Implementasi Aplikasi e-Faktur
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan dan persepsi kerumitan terhadap kesuksesan implementasi e-fakt...
PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN K- MEDOIDS DALAM CLUSTERING FAKTUR PAJAK DI PT AGUNG SERVIS JAYA SAKTI
PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN K- MEDOIDS DALAM CLUSTERING FAKTUR PAJAK DI PT AGUNG SERVIS JAYA SAKTI
PT Agung Servis Jaya Sakti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan dan penjualan forklift dengan volume transaksi yang tercatat dalam bentuk faktur pajak elektronik ...
EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN PERPAJAKAN DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN PERPAJAKAN DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
Penerimaan perpajakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan setiap tahun. Padahal DJBC selain bertugas mengamankan penerimaan negara, jug...
PENGARUH TARIF BEA MASUK, VOLUME IMPOR, DAN NILAI IMPOR TERHADAP PENERIMAAN BEA MASUK
PENGARUH TARIF BEA MASUK, VOLUME IMPOR, DAN NILAI IMPOR TERHADAP PENERIMAAN BEA MASUK
Penerimaan bea masuk adalah penerimaan negara dari pungutan atas barang impor yang masuk ke Indonesia. Pada tahun 2014 dan 2019 penerimaan bea masuk pada Kantor Pengawasan dan Pela...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...

