Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kompetensi Kepemimpinan Guru Agama Katolik dalam Membina Toleransi Antar Siswa

View through CrossRef
Kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik di implementasi terdiri dari merencanakan, mengorganisasikan, memotivasi, membimbing, dan menjaga. Dengan kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dapat mendukung kegiatan membina toleransi antar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dalam membina toleransi antar siswa SMP Negeri 4 Jempang. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tahap pengumpulan data, pengkodean data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa implementasi kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dalam membina toleransi antar siswa mencakup: (1) Tidak ada merencanakan kegiatan pembina toleransi secara khusus, tetapi kegiatan secara langsung seperti upacara bendera dan senam, (2) Mengorganisasikan pada kegiatan membina toleransi pada pembelajaran dari kelas 7, (3) Memotivasikan dengan mengapresiasi menggunakan kalimat yang positif, (4) Membimbing siswa dengan memberi pengertian, mengajak, dan membantu orang lain tanpa memandang perbedaan, (5) Menjaga hubungan yang harmonis antara guru maupun siswa di sekolah. Strategi efektif yang digunakan guru agama Katolik dalam membina toleransi beragama antar adalah keteladanan, menasihati, dan berkolaborasi. Tantangan yang dihadapi guru agama Katolik tidak ditemukan konflik atau kasus terkait toleransi hanya hambatan siswa dalam menyesuaikan lingkungan yang baru dan kemampuan dalam belajar.
Title: Kompetensi Kepemimpinan Guru Agama Katolik dalam Membina Toleransi Antar Siswa
Description:
Kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik di implementasi terdiri dari merencanakan, mengorganisasikan, memotivasi, membimbing, dan menjaga.
Dengan kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dapat mendukung kegiatan membina toleransi antar siswa di sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dalam membina toleransi antar siswa SMP Negeri 4 Jempang.
Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan tahap pengumpulan data, pengkodean data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa implementasi kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dalam membina toleransi antar siswa mencakup: (1) Tidak ada merencanakan kegiatan pembina toleransi secara khusus, tetapi kegiatan secara langsung seperti upacara bendera dan senam, (2) Mengorganisasikan pada kegiatan membina toleransi pada pembelajaran dari kelas 7, (3) Memotivasikan dengan mengapresiasi menggunakan kalimat yang positif, (4) Membimbing siswa dengan memberi pengertian, mengajak, dan membantu orang lain tanpa memandang perbedaan, (5) Menjaga hubungan yang harmonis antara guru maupun siswa di sekolah.
Strategi efektif yang digunakan guru agama Katolik dalam membina toleransi beragama antar adalah keteladanan, menasihati, dan berkolaborasi.
Tantangan yang dihadapi guru agama Katolik tidak ditemukan konflik atau kasus terkait toleransi hanya hambatan siswa dalam menyesuaikan lingkungan yang baru dan kemampuan dalam belajar.

Related Results

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU
The aims of this meta-analysis study are to find out how professional competence on postgraduate research results of Jakarta State University. The object of this study is to analyz...
Paradigma Kompetensi Guru
Paradigma Kompetensi Guru
Kompetensi adalah pijakan untuk mengetahui kualifikasi seorang guru. Guru wajib untuk menguasai empat kompetensi dasar guru, yaitu Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kom...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
ARTIKEL KOMPETENSI GURU DALAM PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN E-LEARNING DI TENGAH PANDEMI COVID-19
ARTIKEL KOMPETENSI GURU DALAM PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN E-LEARNING DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Guru merupakan profesi yang memerlukan keahlian khusus. Tugas guru meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai hidup. Mengajar bera...
PENGARUH KOMPETENSI GURU TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMA PGRI 109 KOTA TANGERANG
PENGARUH KOMPETENSI GURU TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMA PGRI 109 KOTA TANGERANG
ABSTRAK Kompetensi guru merupakan suatu keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap guru untuk menunjang pelaksanaan kegiatan profesinya sebagai tenaga pendidik. Kompetensi terseb...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Dalam era globalisasi dan multicultural yang semakin berkembang, pemahaman dan praktik toleransi beragama menjadi aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Pendidika...

Back to Top