Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Spasial Risiko Pemutihan Terumbu Karang di Wpp Indonesia Menggunakan Data Kejadian Marine Heatwaves

View through CrossRef
Terumbu karang yang tersebar di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang semakin terancam akibat meningkatnya kejadian marine heatwaves (MHWs). Fenomena ini berdampak langsung terhadap kesehatan ekosistem terumbu karang, khususnya dalam memicu risiko pemutihan karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko pemutihan terumbu karang di WPP Indonesia melalui pendekatan spasial menggunakan data suhu permukaan laut (SPL) selama 43 tahun (1982-2020). Tiga metrik utama digunakan untuk merepresentasikan kejadian MHWs, yaitu frekuensi kejadian, intensitas kumulatif, dan durasi kumulatif. Ketiga metrik ini diolah menggunakan metode statistik berbasis persentil ke-90 dan dikaitkan dengan distribusi terumbu karang untuk menghitung skor risiko pemutihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kejadian MHWs tertinggi (>2.5 kejadian/tahun) berada di wilayah timur Indonesia (Laut Arafura dan Laut Banda), sedangkan intensitas dan durasi kumulatif tertinggi berada di selatan Jawa hingga Laut Timor. Luas area terdampak paling dominan ditemukan di Sumbarsel (899 km2), Wakatobi (715 km2), dan Laut Jawa bagian utara. Skor risiko pemutihan tertinggi  terdapat di WPP 718 (0.91), diikuti oleh WPP 573 (0.90), dan WPP 711 (0.89), menunjukkan pola kerentanan kompleks dan bervariasi secara spasial. Skor dihitung menggunakan formula berbobot dengan menggunakan frekuensi kejadian sebagai faktor dominan. Dengan adanya perhitungan faktor risiko ini, diharapkan dapat menjadi upaya adaptasi dan mitigasi yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan terumbu karang secara masif. Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam upaya pengelolaan ekosistem laut yang adaptif dan responsif terhadap perubahan iklim, khususnya di wilayah perairan Indonesia.
Title: Analisis Spasial Risiko Pemutihan Terumbu Karang di Wpp Indonesia Menggunakan Data Kejadian Marine Heatwaves
Description:
Terumbu karang yang tersebar di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang semakin terancam akibat meningkatnya kejadian marine heatwaves (MHWs).
Fenomena ini berdampak langsung terhadap kesehatan ekosistem terumbu karang, khususnya dalam memicu risiko pemutihan karang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko pemutihan terumbu karang di WPP Indonesia melalui pendekatan spasial menggunakan data suhu permukaan laut (SPL) selama 43 tahun (1982-2020).
Tiga metrik utama digunakan untuk merepresentasikan kejadian MHWs, yaitu frekuensi kejadian, intensitas kumulatif, dan durasi kumulatif.
Ketiga metrik ini diolah menggunakan metode statistik berbasis persentil ke-90 dan dikaitkan dengan distribusi terumbu karang untuk menghitung skor risiko pemutihan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kejadian MHWs tertinggi (>2.
5 kejadian/tahun) berada di wilayah timur Indonesia (Laut Arafura dan Laut Banda), sedangkan intensitas dan durasi kumulatif tertinggi berada di selatan Jawa hingga Laut Timor.
Luas area terdampak paling dominan ditemukan di Sumbarsel (899 km2), Wakatobi (715 km2), dan Laut Jawa bagian utara.
Skor risiko pemutihan tertinggi  terdapat di WPP 718 (0.
91), diikuti oleh WPP 573 (0.
90), dan WPP 711 (0.
89), menunjukkan pola kerentanan kompleks dan bervariasi secara spasial.
Skor dihitung menggunakan formula berbobot dengan menggunakan frekuensi kejadian sebagai faktor dominan.
Dengan adanya perhitungan faktor risiko ini, diharapkan dapat menjadi upaya adaptasi dan mitigasi yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan terumbu karang secara masif.
Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam upaya pengelolaan ekosistem laut yang adaptif dan responsif terhadap perubahan iklim, khususnya di wilayah perairan Indonesia.

Related Results

KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
ABSTRACTComparative studies on the percentage of coral reef substrate cover have been carried out in 3 (three) management zones (protection zone, utilization and Non-MPA) Karimunja...
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
The objective of this research is to study the effects of bleaching on paper archives so the possibilities of bleaching techniques used in the restoration of archives will be known...
Aksi Rehabilitasi Kerusakan Terumbu Karang dengan Kombinasi Metode Rock Piles dan Transplantasi
Aksi Rehabilitasi Kerusakan Terumbu Karang dengan Kombinasi Metode Rock Piles dan Transplantasi
Aktifitas penambangan terumbu karang dan pemboman ikan di perairan Desa Tol-toli telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Meskipun aktifitas tersebut sudah terhenti namun damp...
Monitoring Habitat Terumbu Karang Di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran
Monitoring Habitat Terumbu Karang Di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran
Provinsi Lampung merupakan bagian minor ekosistem terumbu karang, khususnya Pulau Pahawang yang merupakan destinasi wisata unggulan habitat terumbu karang. Maka dari itu, proses mo...
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
Foraminifera telah banyak digunakan sebagai indikator kualitas perairan sekitar terumbu karang di Indonesia berdasarkan perbandingan kelompok foraminifera bentonik tertentu. Studi ...
Tanggungjawab Pemerintah Daerah terhadap kerusakan Terumbu Karang Di Kabupaten Raja Ampat
Tanggungjawab Pemerintah Daerah terhadap kerusakan Terumbu Karang Di Kabupaten Raja Ampat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tanggungjawab Pemerintah Daerah dalam penyelesaiankerusakan terumbu karang, dan untuk mengetahui proses penyelesaian terhadap kerusakan te...
PEMETAAN KEDALAMAN LAUT UNTUK ZONA BUDIDAYA TERUMBU KARANG
PEMETAAN KEDALAMAN LAUT UNTUK ZONA BUDIDAYA TERUMBU KARANG
Desa Temukus Kecamatan Banjar merupakan desa pesisir yang mengembangkan wilayah pesisir dengan salah satu programnya adalah budidaya terumbu karang. Namun, menemui kesulitan untuk ...
Evaluasi Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Pramuka: Tantangan dan Peluang Konservasi di Kawasan Kepulauan Seribu
Evaluasi Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Pramuka: Tantangan dan Peluang Konservasi di Kawasan Kepulauan Seribu
Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang merupakan pusat administratif. Salah satu wisata yang terkenal dan menarik adalah wisata bahari. Ekosistem terumbu...

Back to Top