Javascript must be enabled to continue!
POTRET KADAR GLUKOSA DAN UREA DARAH SEBAGAI INDIKATOR STATUS KESEHATAN DAN NUTRISI KAMBING PERANAKAN ETAWA DI PUSAT PENGEMBANGAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KABUPATEN BANYUMAS
View through CrossRef
Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan salah satu jenis kambing lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis lainnya pada produksi daging, susu, mudah beradaptasi, tahan penyakit dan penampilan yang khas. Banyumas merupakan salah satu daerah pusat pengembangan kambing PE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dan nutrisi Kambing PE di pusat pengembangan kambing PE di Banyumas melalui uji Biokimia darah (glukosa dan Urea Darah). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan menjadikan Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas sebagai sentra pengembangan. Sebanyak 40 ekor kambing PE laktasi dari empat kelompok ternak yang berbeda, diambil sampel darah 3 ml kemudian dianalisis secara spektrofotometer. Evaluasi dilakukan melalui uji kadar biokimia darah (kadar glukosa dan urea darah). Kadar glukosa dan urea darah memiliki perbedaan yang signifikan P<(0.05) antar kelompok ternak, dengan kadar glukosa tertinggi 70.56 ± 4.33 mg/dl, terendah 37.89 ± 3.53 mg/dl, sedangkan untuk urea darah tertinggi 60.83 ± 8.93 mg/dl, terendah 50.83 ± 5.64 mg/dl. Hasil kadar biokimia darah masih dalah rentan standar kambing normal.
Title: POTRET KADAR GLUKOSA DAN UREA DARAH SEBAGAI INDIKATOR STATUS KESEHATAN DAN NUTRISI KAMBING PERANAKAN ETAWA DI PUSAT PENGEMBANGAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KABUPATEN BANYUMAS
Description:
Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan salah satu jenis kambing lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis lainnya pada produksi daging, susu, mudah beradaptasi, tahan penyakit dan penampilan yang khas.
Banyumas merupakan salah satu daerah pusat pengembangan kambing PE.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dan nutrisi Kambing PE di pusat pengembangan kambing PE di Banyumas melalui uji Biokimia darah (glukosa dan Urea Darah).
Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan menjadikan Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas sebagai sentra pengembangan.
Sebanyak 40 ekor kambing PE laktasi dari empat kelompok ternak yang berbeda, diambil sampel darah 3 ml kemudian dianalisis secara spektrofotometer.
Evaluasi dilakukan melalui uji kadar biokimia darah (kadar glukosa dan urea darah).
Kadar glukosa dan urea darah memiliki perbedaan yang signifikan P<(0.
05) antar kelompok ternak, dengan kadar glukosa tertinggi 70.
56 ± 4.
33 mg/dl, terendah 37.
89 ± 3.
53 mg/dl, sedangkan untuk urea darah tertinggi 60.
83 ± 8.
93 mg/dl, terendah 50.
83 ± 5.
64 mg/dl.
Hasil kadar biokimia darah masih dalah rentan standar kambing normal.
.
Related Results
Nilai Peradaban Melayu dalam Pantun Peranakan Baba
Nilai Peradaban Melayu dalam Pantun Peranakan Baba
Pantun merupakan salah satu medium penting dalam pembentukan peradaban masyarakat Melayu. Melalui pantun, pelbagai nilai telah diterapkan sebagai alat untuk menegur, menasihati dan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perbedaan Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial
Perbedaan Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial
Abstract: One of the simple carbohydrates is glucose that acts as the main energy producer. The function of the body will be felicitous when blood glucose levels are within normal ...
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Pemberian antioksidan dapat menjadi salah satu upaya mengatasi stress oksidatif. Salah satu antioksidan yaitu vitamin . Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang bermanfaat dala...
Studi Histologi Paru-Paru Kambing Peranakan Etawah
Studi Histologi Paru-Paru Kambing Peranakan Etawah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi paru-paru kambing peranakan etawah. Enam puluh empat sampel berupa paru-paru, dari kambing peranakan etawah jantan dan ...
Asupan Karbohidrat Dan Faktor Stres Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu
Asupan Karbohidrat Dan Faktor Stres Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu
Latar Belakang : Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon pengatur gula darah atau glukosa). Beberapa faktor yang m...
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN MAGNESIUM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA NAYU BARAT NUSUKAN SURAKARTA
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN MAGNESIUM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA NAYU BARAT NUSUKAN SURAKARTA
Lansia merupakan seseorang yang telah menginjak usia 60 tahun atau lebih. Lansia pada umumnya mengalami perubahan biologis dalam dirinya sehingga lebih mudah terkena masalah keseha...

