Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

View through CrossRef
Pemberian antioksidan dapat menjadi salah satu upaya mengatasi stress oksidatif. Salah satu antioksidan yaitu vitamin . Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang bermanfaat dalam menghambat aktivitas radikal bebas dan berperan dalam meningkatkan jumlah insulin, berkontribusi mencegah penurunan massa sel beta dan mengurangi toksisitas glukosa,  memodulasi aksi insulin pada penderita DM, terutama dalam metabolisme glukosa non oksidatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen vitamin C terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2. Vitamin C mempunyai struktur yang mirip dengan glukosa sehingga vitamin C dapat menggantikannya dalam proses glikolisis non enzimatik. Vitamin C sebagai antioksidan dapat meningkatkan insulin sehingga mampu menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi toksisitas dari glukosa.  Metode penelitian bersifat quasi eksperimen dengan pre and post test without control. Teknik sampel consecutive sampling. Sampel penelitian sebanyak 32 sampel dengan responden diberikan suplemen vitamin C dosis 250mg/hari selama 5 hari. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar glukosa darah puasa sebelum konsumsi suplemen vitamin C sebesar 255mg/dL sedangkan rata-rata kadar glukosa darah puasa setelah konsumsi suplemen vitamin C sebesar 252,47 mg/dL. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p <  (0,05), yaitu p value = 0,032 yang berarti ada pengaruh konsumsi suplemen vitamin C terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh konsumsi suplemen vitamin C terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Kata kunci: Glukosa Darah, Pasien diabetes mellitus Tipe 2, Vitamin C   Giving antioxidants can be an effort to overcome oxidative stress. One of the antioxidants is vitamins. Vitamin C is a good antioxidant and helps inhibit free radical activity and contributes to increasing the amount of insulin, preventing a decrease in beta cell mass and reducing glucose toxicity, modulating insulin action in DM patients, especially in non-oxidative glucose metabolism. This study aimed to determine the effect of vitamin C supplements on fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The research method is quasi-experimental with pre and post-test without control—consecutive sampling technique. The research sample consisted of 32 samples with respondents being given vitamin C supplements at a dose of 250 mg/day for five days—data analysis using the Wilcoxon test. The results showed that the average fasting blood glucose level before taking vitamin C supplements was 255mg/dL. In comparison, the intermediate fasting blood glucose level after taking vitamin C supplements was 252.47 mg/dL. Wilcoxon test results obtained p < (0.05), i.e., p-value = 0.032, meaning that vitamin C supplement consumption affects fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Fasting blood in patients with type 2 diabetes mellitus. Equations. Keywords: Blood glucose, Type 2 diabetes mellitus patients, Vitamin C
Title: PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Description:
Pemberian antioksidan dapat menjadi salah satu upaya mengatasi stress oksidatif.
Salah satu antioksidan yaitu vitamin .
Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang bermanfaat dalam menghambat aktivitas radikal bebas dan berperan dalam meningkatkan jumlah insulin, berkontribusi mencegah penurunan massa sel beta dan mengurangi toksisitas glukosa,  memodulasi aksi insulin pada penderita DM, terutama dalam metabolisme glukosa non oksidatif.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen vitamin C terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Vitamin C mempunyai struktur yang mirip dengan glukosa sehingga vitamin C dapat menggantikannya dalam proses glikolisis non enzimatik.
Vitamin C sebagai antioksidan dapat meningkatkan insulin sehingga mampu menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi toksisitas dari glukosa.
  Metode penelitian bersifat quasi eksperimen dengan pre and post test without control.
Teknik sampel consecutive sampling.
Sampel penelitian sebanyak 32 sampel dengan responden diberikan suplemen vitamin C dosis 250mg/hari selama 5 hari.
Analisa data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar glukosa darah puasa sebelum konsumsi suplemen vitamin C sebesar 255mg/dL sedangkan rata-rata kadar glukosa darah puasa setelah konsumsi suplemen vitamin C sebesar 252,47 mg/dL.
Hasil uji Wilcoxon didapatkan p <  (0,05), yaitu p value = 0,032 yang berarti ada pengaruh konsumsi suplemen vitamin C terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2.
Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh konsumsi suplemen vitamin C terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Glukosa Darah, Pasien diabetes mellitus Tipe 2, Vitamin C   Giving antioxidants can be an effort to overcome oxidative stress.
One of the antioxidants is vitamins.
Vitamin C is a good antioxidant and helps inhibit free radical activity and contributes to increasing the amount of insulin, preventing a decrease in beta cell mass and reducing glucose toxicity, modulating insulin action in DM patients, especially in non-oxidative glucose metabolism.
This study aimed to determine the effect of vitamin C supplements on fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
The research method is quasi-experimental with pre and post-test without control—consecutive sampling technique.
The research sample consisted of 32 samples with respondents being given vitamin C supplements at a dose of 250 mg/day for five days—data analysis using the Wilcoxon test.
The results showed that the average fasting blood glucose level before taking vitamin C supplements was 255mg/dL.
In comparison, the intermediate fasting blood glucose level after taking vitamin C supplements was 252.
47 mg/dL.
Wilcoxon test results obtained p < (0.
05), i.
e.
, p-value = 0.
032, meaning that vitamin C supplement consumption affects fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
Fasting blood in patients with type 2 diabetes mellitus.
Equations.
Keywords: Blood glucose, Type 2 diabetes mellitus patients, Vitamin C.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus  adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
PENERAPAN TERAPI SENAM KAKI DIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KETIDAKSTABILAN GLUKOSA DARAH
PENERAPAN TERAPI SENAM KAKI DIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KETIDAKSTABILAN GLUKOSA DARAH
Diabetes Melitus suatu kondisi gangguan metabolik yang bersifat kronis atau menahun karena tubuh mengalami kekurangan hormon insulin. Salah satu tanda pasien diabetes melitus tipe ...
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tangerang
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tangerang
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk pada tingkat pelayanan kesehatan primer. Salah ...
Hubungan Status Gizi dan Tingkat Depresi dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Cilacap Selatan 1
Hubungan Status Gizi dan Tingkat Depresi dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Cilacap Selatan 1
Diabetes melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan karena adanya suatu peningkatan kadar glukosa darah. Faktor – faktor yang mempengaruhi kada...
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurun sekresi insulin yang progresif dan dilatar belakangi ...
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DM TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MLATI II YOGYAKARTA
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DM TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MLATI II YOGYAKARTA
Glukosa Darah Puasa (GDP) sebagai penanda Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi medis dengan peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal dalam tubuh dalam kondisi setelah...

Back to Top