Javascript must be enabled to continue!
Perbedaan Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial
View through CrossRef
Abstract: One of the simple carbohydrates is glucose that acts as the main energy producer. The function of the body will be felicitous when blood glucose levels are within normal limits. Glucose removal levels are considered normal if glucose levels return to normal within 2 hours after it rises in the first hour. If the blood glucose level within 2 hours after given fed is abnormal, it can be done by Oral Glucose Tolerance Test to get additional information about the presence of carbohydrate metabolism disorders. This study was aimed to determine the difference of blood glucose levels within 2 hours postprandial between samples who given fed with loads of 75 grams glucose. The type of research used in this research was analytic observational with comparative study approach. Samples obtained 33 samples with treatment 4 times in each sample. The method used in this research was an enzymatic method. The results of this study showed the average blood glucose level within 2 hours postprandial which given fed with loads was 10.10% while the average measurement of blood glucose level within 2 hours postprandial loaded with 75 grams glucose was 7.61%. T-test obtained t value of 1.092 with a significant level at p = 0.284 (p> 0.05) so the conclusion there was no difference of blood glucose level within 2 hours postprandial between who given fed with loads of 75-gram glucose.Abstrak: Salah satu karbohidrat sederhana adalah glukosa yang berperan sebagai penghasil energi utama. Fungsi dari tubuh akan menjadi sangat baik apabila kadar glukosa darah berada pada batas yang normal. Kadar pembuangan glukosa dianggap normal jika kadar glukosa kembali normal dalam waktu 2 jam setelah kenaikan pada 1 jam pertama. Apabila kadar glukosa darah dalam waktu 2 jam setelah makan abnormal, maka dapat dilakukan Tes Toleransi Glukosa Oral untuk mendapatkan keterangan tambahan tentang adanya gangguan metabolisme karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah 2 jam post prandial antara yang diberi beban makanan dengan beban glukosa 75 gram. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan comparative study. Sampel didapatkan 33 sampel dengan perlakuan 4 kali pada setiap sampelnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode enzimatik. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata kadar glukosa darah 2 jam post prandial yang diberi beban makanan yaitu 10,10% sedangkan hasil pengukuran rata-rata kadar glukosa darah 2 jam post prandial yang diberi beban glukosa 75 gram yaitu 7,61%. Uji T-test didapatkan nilai t hitung sebesar 1,092 dengan tingkat signifkan pada p = 0,284 (p>0,05) sehingga Ha ditolak dengan kesimpulan tidak ada perbedaan kadar glukosa darah 2 jam post prandial antara yang diberi beban makanan dengan beban glukosa 75 gram.
Title: Perbedaan Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial
Description:
Abstract: One of the simple carbohydrates is glucose that acts as the main energy producer.
The function of the body will be felicitous when blood glucose levels are within normal limits.
Glucose removal levels are considered normal if glucose levels return to normal within 2 hours after it rises in the first hour.
If the blood glucose level within 2 hours after given fed is abnormal, it can be done by Oral Glucose Tolerance Test to get additional information about the presence of carbohydrate metabolism disorders.
This study was aimed to determine the difference of blood glucose levels within 2 hours postprandial between samples who given fed with loads of 75 grams glucose.
The type of research used in this research was analytic observational with comparative study approach.
Samples obtained 33 samples with treatment 4 times in each sample.
The method used in this research was an enzymatic method.
The results of this study showed the average blood glucose level within 2 hours postprandial which given fed with loads was 10.
10% while the average measurement of blood glucose level within 2 hours postprandial loaded with 75 grams glucose was 7.
61%.
T-test obtained t value of 1.
092 with a significant level at p = 0.
284 (p> 0.
05) so the conclusion there was no difference of blood glucose level within 2 hours postprandial between who given fed with loads of 75-gram glucose.
Abstrak: Salah satu karbohidrat sederhana adalah glukosa yang berperan sebagai penghasil energi utama.
Fungsi dari tubuh akan menjadi sangat baik apabila kadar glukosa darah berada pada batas yang normal.
Kadar pembuangan glukosa dianggap normal jika kadar glukosa kembali normal dalam waktu 2 jam setelah kenaikan pada 1 jam pertama.
Apabila kadar glukosa darah dalam waktu 2 jam setelah makan abnormal, maka dapat dilakukan Tes Toleransi Glukosa Oral untuk mendapatkan keterangan tambahan tentang adanya gangguan metabolisme karbohidrat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah 2 jam post prandial antara yang diberi beban makanan dengan beban glukosa 75 gram.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan comparative study.
Sampel didapatkan 33 sampel dengan perlakuan 4 kali pada setiap sampelnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode enzimatik.
Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata kadar glukosa darah 2 jam post prandial yang diberi beban makanan yaitu 10,10% sedangkan hasil pengukuran rata-rata kadar glukosa darah 2 jam post prandial yang diberi beban glukosa 75 gram yaitu 7,61%.
Uji T-test didapatkan nilai t hitung sebesar 1,092 dengan tingkat signifkan pada p = 0,284 (p>0,05) sehingga Ha ditolak dengan kesimpulan tidak ada perbedaan kadar glukosa darah 2 jam post prandial antara yang diberi beban makanan dengan beban glukosa 75 gram.
Related Results
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Menggunakan Antikoagulan Ethylene Diamine Terta Acetic Acid (EDTA) Dan Natrium Florida (NAF) Dengan Variasi Penundaan Waktu Pemeriksaan Pada Siswa Smk Semesta Bumiayu
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Menggunakan Antikoagulan Ethylene Diamine Terta Acetic Acid (EDTA) Dan Natrium Florida (NAF) Dengan Variasi Penundaan Waktu Pemeriksaan Pada Siswa Smk Semesta Bumiayu
Laboratorium klinis memiliki peran penting dalam penegakan diagnosis, serta pencegahan terhadap penyakit dan pengobatan terhadap penyakit. Salah satu pemeriksaan laboratorium klini...
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Pemberian antioksidan dapat menjadi salah satu upaya mengatasi stress oksidatif. Salah satu antioksidan yaitu vitamin . Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang bermanfaat dala...
PENGARUH KONSUMSI SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL - AZHAR TAHUN 2018
PENGARUH KONSUMSI SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL - AZHAR TAHUN 2018
Latar Belakang : Vitamin C adalah vitamin larut air, suplemen multivitamin antioksidan tinggi yang berfungsi melawan radikal bebas serta meregenerasi antioksidan lainnya. Tingginya...
PERBANDINGAN SELISIH KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN DUA JAM POST-PRANDIAL TERHADAP PEMBERIAN NASI BERAS PUTIH, NASI BERAS MERAH, DAN NASI BERAS HITAM PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) GALUR Swiss webster
PERBANDINGAN SELISIH KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN DUA JAM POST-PRANDIAL TERHADAP PEMBERIAN NASI BERAS PUTIH, NASI BERAS MERAH, DAN NASI BERAS HITAM PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) GALUR Swiss webster
Peningkatan penderita hiperglikemia memerlukan perhatian khusus dalam pendekatan diet agar kadar glukosa tubuh tidak meningkat drastis. Nasi beras merah dan nasi beras hitam memili...
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP DAN POCT MENGGUNAKAN SAMPEL DARAH VENA DAN DARAH KAPILER
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP DAN POCT MENGGUNAKAN SAMPEL DARAH VENA DAN DARAH KAPILER
Latar Belakang: Glukosa merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh. Metode pemeriksaan ini menggunakan metode GOD-PAP dan POCT dengan sampel yang sama dengan sampel d...
Gambaran Mikrokopik Serebelum pada Hewan Coba Postmortem
Gambaran Mikrokopik Serebelum pada Hewan Coba Postmortem
Abstract: After death, there will be cellular changes that cause definite signs of death. These changes could be used to determine the time of death. This study was aimed to determ...
Penerapan Senam Kaki terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Penerapan Senam Kaki terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Diabetes Mellitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang ...

