Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RABAB PASISIA SELATAN DI MINANGKABAU DI AMBANG KEPUNAHANNYA

View through CrossRef
Barabab adalah suatu bentuk pertunjukan seni tradisi yang menyampaikan cerita kaba oleh seorang atau dua orang penampil dengan diiringi oleh permainan alat musik rabab (semacam alat musik gesek yang mirip biola). Pertunjukan Barabab berlangsung semalam suntuk. Biasanya pertunjukkan Barabab dihadirkan sebagai salah satu bentuk bungo alek (hiasan keramaian) dalam sebuah acara, baik perkawinan, perayaan atau peresmian peristiwa-peristiwa penting dalam masyarakat adat di Minangkabau. Permasalahannya kini adalah realitas pewarisan seni pertunjukkan Barabab, Pewarisan aktif keterampilan mempertunjukkan seni tradisi Barabab tidak berlangsung baik dan berkesinambungan dari si pewaris aktif kepada generasi berikutnya.Penampil Barabab adalah pria-pria tua yang sudah berumur di atas 55 tahun dan atau lebih. Lalu bagaimana bila pewarisan tidak berlangsung lurus secara berkesinambungan dari generasi tua kepada generasi muda berikutnya. Tentu saja seni tradisi Barabab akan tinggal kenangan dan nama saja, berganti dengan corak musik Barat yang cenderung lebih diminati oleh generasi muda kini, misalnya organ tunggal dan sejenisnya. Kerisauan akan kepunahan seni tradisi Barabab ini sudah patut direncanakan tindakan penyelamatannya. Salah satu upayanya adalah dengan mencanangkan secara aktif untuk belajar budaya, khususnya belajar seni tradisi pertunjukan Barabab yang telah menjadi ikon seni pertunjukan penting di Pesisir Selatan.Upaya ini penting dilakukan secara terorganisir antara pemerhati budaya (perguruan tinggi) dengan Pemerintah Daerah Pesisir Selatan. Kebijakan-kebijakan pemerintah untuk membangun ruang atau tempat untuk belajar budaya, terutama seni Barabab, tindakan urgen untuk dirintis dan dikembangkan ke depan, dan sejak kini.ABSTRACT Barabab is a form of traditional art performances that convey kaba story by one or two performers that are accompanied by rabab musical instrument (a kind of stringed instrument similar to a violin). The Barabab show lasted all night long. Usually Barabab shows are presented as a form of bungo alek (ornament of the crowd) in an event, whether marriage ceremony, celebration or inauguration of important events in indigenous peoples in Minangkabau. In the reality there is problem that Barabab active inheritance of Barabab's performing arts skills does not go well and sustain from the active performers to other generation. Barabab performers are old men over the age of 55. If the inheritance is not sustainable from older generation to other generation, the Barabab tradition will be extinct. One of the efforts to actively promote the learning of culture, especially learning the art of tradition of Barabab show which has become an icon of important performing arts in South Coastal of Minangkabau. The effort is important to be done in an organized manner between cultural observers (universities) and the South Coastal Government. There is a crusial needs of government decision and policies to build space or place to learn culture, especially Barabab art.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Title: RABAB PASISIA SELATAN DI MINANGKABAU DI AMBANG KEPUNAHANNYA
Description:
Barabab adalah suatu bentuk pertunjukan seni tradisi yang menyampaikan cerita kaba oleh seorang atau dua orang penampil dengan diiringi oleh permainan alat musik rabab (semacam alat musik gesek yang mirip biola).
Pertunjukan Barabab berlangsung semalam suntuk.
Biasanya pertunjukkan Barabab dihadirkan sebagai salah satu bentuk bungo alek (hiasan keramaian) dalam sebuah acara, baik perkawinan, perayaan atau peresmian peristiwa-peristiwa penting dalam masyarakat adat di Minangkabau.
Permasalahannya kini adalah realitas pewarisan seni pertunjukkan Barabab, Pewarisan aktif keterampilan mempertunjukkan seni tradisi Barabab tidak berlangsung baik dan berkesinambungan dari si pewaris aktif kepada generasi berikutnya.
Penampil Barabab adalah pria-pria tua yang sudah berumur di atas 55 tahun dan atau lebih.
Lalu bagaimana bila pewarisan tidak berlangsung lurus secara berkesinambungan dari generasi tua kepada generasi muda berikutnya.
Tentu saja seni tradisi Barabab akan tinggal kenangan dan nama saja, berganti dengan corak musik Barat yang cenderung lebih diminati oleh generasi muda kini, misalnya organ tunggal dan sejenisnya.
Kerisauan akan kepunahan seni tradisi Barabab ini sudah patut direncanakan tindakan penyelamatannya.
Salah satu upayanya adalah dengan mencanangkan secara aktif untuk belajar budaya, khususnya belajar seni tradisi pertunjukan Barabab yang telah menjadi ikon seni pertunjukan penting di Pesisir Selatan.
Upaya ini penting dilakukan secara terorganisir antara pemerhati budaya (perguruan tinggi) dengan Pemerintah Daerah Pesisir Selatan.
Kebijakan-kebijakan pemerintah untuk membangun ruang atau tempat untuk belajar budaya, terutama seni Barabab, tindakan urgen untuk dirintis dan dikembangkan ke depan, dan sejak kini.
ABSTRACT Barabab is a form of traditional art performances that convey kaba story by one or two performers that are accompanied by rabab musical instrument (a kind of stringed instrument similar to a violin).
The Barabab show lasted all night long.
Usually Barabab shows are presented as a form of bungo alek (ornament of the crowd) in an event, whether marriage ceremony, celebration or inauguration of important events in indigenous peoples in Minangkabau.
In the reality there is problem that Barabab active inheritance of Barabab's performing arts skills does not go well and sustain from the active performers to other generation.
Barabab performers are old men over the age of 55.
If the inheritance is not sustainable from older generation to other generation, the Barabab tradition will be extinct.
One of the efforts to actively promote the learning of culture, especially learning the art of tradition of Barabab show which has become an icon of important performing arts in South Coastal of Minangkabau.
The effort is important to be done in an organized manner between cultural observers (universities) and the South Coastal Government.
There is a crusial needs of government decision and policies to build space or place to learn culture, especially Barabab art.

Related Results

TUKANG RABAB DAN KABA RABAB PASISIA DALAM ACARA BARALEK DI NAGARI TALAO
TUKANG RABAB DAN KABA RABAB PASISIA DALAM ACARA BARALEK DI NAGARI TALAO
The study "Tukang Rabab dan Kaba Rabab Pasisia dalam Acara Baralek di Nagari Talao, Sumatra Barat" explores the competencies and presentation of kaba rabab pasisia in baralek event...
PENGARUH PERTUNJUKAN ORGEN TUNGGAL TERHADAP EKSISTENSI RABAB PASISIA DI KEC. LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
PENGARUH PERTUNJUKAN ORGEN TUNGGAL TERHADAP EKSISTENSI RABAB PASISIA DI KEC. LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
This study aims to find and describe the effect of Orgen Tunggal performance on the existence of Rabab Pasisiain Kambang Village, Lengayang District, South Pesisir Regency. This is...
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Mi...
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
Abstract Zainuddin Labay al-Yunusiyyah was one of the Islah Minangkabau scholar that play a huge role in the Islah Islamic thought and Islamic education reformation. Even tho...
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau 2013-2020
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau 2013-2020
Abstract   This article is a historical study of the Perkampungan Minangkabau Islamic Boarding School 2013-2020. The study, in particular, aims at describing the develo...
KAMPANYE GIZI SEIMBANG MELALUI KESENIAN RABAB
KAMPANYE GIZI SEIMBANG MELALUI KESENIAN RABAB
ABSTRACT The prevalence of underweight children under five in Indonesia is still high, compared to the target of Indonesia's MDGs of 18.5% West Sumatra is still below the tar...

Back to Top