Javascript must be enabled to continue!
Tumpek Wariga dalam Ekspresi Kriya Logam
View through CrossRef
Rusaknya tatanan ekologis disebabkan oleh hilangnya rasa memiliki. Alam dipandang sebagai sesuatu yang terpisah. Kehidupan manusia dewasa ini yang cendrung berorientasi pada materialistis, berpengaruh pada merosotnya nilai-nilai moral. Hal ini berpengaruh negatif terhadap lingkungan alam secara keseluruhan, meskipun kita mempunyai nilai-nilai luhur yang telah diwariskan nenek moyang. Tentang tata cara bagaimana menghargai makhluk ciptaan Tuhan, yang terejewantahkan dalam kearifan lokal masyarakat Bali salah satunya Tumpek Wariga. Secara umum Tumpek Wariga dipahami sebagai hari pemujaan kepada Sang Hyang Sangkara, manifestasi Tuhan sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan. Melalui Tumpek Wariga masyarakat Bali mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan atas diciptakannya tumbuh-tumbuhan untuk kesejahteraan manusia. Ide dasar penciptaan karya ini, terinspirasi dari melihat berbagai gejala-gejala eksploitasi alam khususnya tumbuh-tumbuhan secara berlebihan berdampak terhadap terjadinya disharmoni pada alam ini. Tumpek Wariga yang dipahami sebagai pelestarian tumbuh-tumbuhan dianggap sangat tepat sebagai tema. Formulasi dari tema ini yaitu tentang tata nilai Tumpek Wariga dan tumbuh-tumbuhan dijadikan objek visual karya. Tema ini divisualisasikan ke dalam karya seni kriya logam, yang diwujudkan ke dalam bentuk karya tiga dimensional. Menggunakan bahan logam dengan teknik cor, sehingga menghasilkan karya kriya ekspresi yang mencerminkan identitas pribadi dan memiliki nilai kebaruan dalam menciptakan karya seni kriya.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Tumpek Wariga dalam Ekspresi Kriya Logam
Description:
Rusaknya tatanan ekologis disebabkan oleh hilangnya rasa memiliki.
Alam dipandang sebagai sesuatu yang terpisah.
Kehidupan manusia dewasa ini yang cendrung berorientasi pada materialistis, berpengaruh pada merosotnya nilai-nilai moral.
Hal ini berpengaruh negatif terhadap lingkungan alam secara keseluruhan, meskipun kita mempunyai nilai-nilai luhur yang telah diwariskan nenek moyang.
Tentang tata cara bagaimana menghargai makhluk ciptaan Tuhan, yang terejewantahkan dalam kearifan lokal masyarakat Bali salah satunya Tumpek Wariga.
Secara umum Tumpek Wariga dipahami sebagai hari pemujaan kepada Sang Hyang Sangkara, manifestasi Tuhan sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan.
Melalui Tumpek Wariga masyarakat Bali mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan atas diciptakannya tumbuh-tumbuhan untuk kesejahteraan manusia.
Ide dasar penciptaan karya ini, terinspirasi dari melihat berbagai gejala-gejala eksploitasi alam khususnya tumbuh-tumbuhan secara berlebihan berdampak terhadap terjadinya disharmoni pada alam ini.
Tumpek Wariga yang dipahami sebagai pelestarian tumbuh-tumbuhan dianggap sangat tepat sebagai tema.
Formulasi dari tema ini yaitu tentang tata nilai Tumpek Wariga dan tumbuh-tumbuhan dijadikan objek visual karya.
Tema ini divisualisasikan ke dalam karya seni kriya logam, yang diwujudkan ke dalam bentuk karya tiga dimensional.
Menggunakan bahan logam dengan teknik cor, sehingga menghasilkan karya kriya ekspresi yang mencerminkan identitas pribadi dan memiliki nilai kebaruan dalam menciptakan karya seni kriya.
Related Results
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Se...
Transformasi Kriya Kayu dari Fungsi Motif Rumah Adat Menuju Produk Komersial
Transformasi Kriya Kayu dari Fungsi Motif Rumah Adat Menuju Produk Komersial
Kriya kayu merupakan bagian penting dari warisan budaya Nusantara yang secara historis terintegrasi dalam konstruksi dan ornamen rumah adat sebagai elemen struktural sekaligus medi...
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk ...
Psychophysiological analysis of Kriya Yoga as per Patanjala Yoga Sutra
Psychophysiological analysis of Kriya Yoga as per Patanjala Yoga Sutra
Background:
Kriya Yoga that includes Tapas,vadhyaya, and Ishwara pranidhana as given by Patanjala Yoga Sutra finds its mention twice in the text as Kriya Yoga and as Ni...
BIOAVAILABILITAS LOGAM Fe DAN Ca DALAM TANAH PERTANIAN SERTA KANDUNGAN LOGAMNYA DALAM TANAMAN BAYAM DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI
BIOAVAILABILITAS LOGAM Fe DAN Ca DALAM TANAH PERTANIAN SERTA KANDUNGAN LOGAMNYA DALAM TANAMAN BAYAM DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI
Penggunaan pupuk kandang sapi pada tanah pertanian dapat memperbaiki kondisi tanah tersebut, terutama meningkatkan kesuburannya. Disamping sebagai penyubur tanah, pupuk kandang ter...

