Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perlindungan Hukum Seniman Sukatani atas Lagu Bayar Bayar Bayar ditinjau dari Instrumen HAM Internasional dan Nasional

View through CrossRef
Abstract. Songs are a medium of expression that falls under the right to freedom of opinion and expression, which is clearly recognized in various human rights legal instruments, both international and national. Through songs, individuals can express ideas, opinions, and even critique the social conditions around them. As a meaningful art form, songs hold a crucial and legal position as a means of expressing opinions that must be respected and guaranteed by the state. An example of this is the song "Bayar Bayar Bayar" by Sukatani, which voices social criticism in a peaceful manner, without any elements of violence or provocation. This song reflects freedom of expression in the form of art, which should be protected by law. Unfortunately, in Sukatani's case, the state appears to have neglected to provide a safe space for artists to express their opinions. Not only did it fail to prevent pressure or intimidation, but it also failed to demonstrate adequate remedial measures. This situation reflects that protection of the right to expression in Indonesia is far from ideal, and its implementation has not been fully implemented fairly and consistently. Abstrak. Lagu merupakan salah satu medium ekspresi yang termasuk dalam hak kebebasan berpendapat dan berekspresi, yang secara jelas diakui dalam berbagai instrumen hukum hak asasi manusia, baik internasional maupun nasional. Melalui lagu, seseorang dapat menuangkan ide, opini, hingga kritik terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Sebagai bentuk seni yang sarat makna, lagu memiliki posisi penting dan legal sebagai sarana penyampaian pendapat yang wajib dihormati dan dijamin oleh negara. Contohnya dapat dilihat pada lagu “Bayar Bayar Bayar” ciptaan Sukatani, yang menyuarakan kritik sosial dengan cara yang damai, tanpa mengandung unsur kekerasan maupun provokasi. Lagu ini mencerminkan kebebasan berekspresi dalam bentuk seni yang seharusnya mendapat perlindungan hukum. Sayangnya, dalam kasus yang menimpa Sukatani, negara terlihat abai dalam menyediakan ruang aman bagi para pelaku seni untuk menyampaikan ekspresi mereka. Tidak hanya gagal dalam mencegah adanya tekanan atau intimidasi, negara juga tidak menunjukkan upaya pemulihan yang memadai. Situasi ini menjadi cerminan bahwa perlindungan terhadap hak berekspresi di Indonesia masih jauh dari kata ideal, dan implementasinya belum sepenuhnya dijalankan secara adil dan konsisten.
Title: Perlindungan Hukum Seniman Sukatani atas Lagu Bayar Bayar Bayar ditinjau dari Instrumen HAM Internasional dan Nasional
Description:
Abstract.
Songs are a medium of expression that falls under the right to freedom of opinion and expression, which is clearly recognized in various human rights legal instruments, both international and national.
Through songs, individuals can express ideas, opinions, and even critique the social conditions around them.
As a meaningful art form, songs hold a crucial and legal position as a means of expressing opinions that must be respected and guaranteed by the state.
An example of this is the song "Bayar Bayar Bayar" by Sukatani, which voices social criticism in a peaceful manner, without any elements of violence or provocation.
This song reflects freedom of expression in the form of art, which should be protected by law.
Unfortunately, in Sukatani's case, the state appears to have neglected to provide a safe space for artists to express their opinions.
Not only did it fail to prevent pressure or intimidation, but it also failed to demonstrate adequate remedial measures.
This situation reflects that protection of the right to expression in Indonesia is far from ideal, and its implementation has not been fully implemented fairly and consistently.
Abstrak.
Lagu merupakan salah satu medium ekspresi yang termasuk dalam hak kebebasan berpendapat dan berekspresi, yang secara jelas diakui dalam berbagai instrumen hukum hak asasi manusia, baik internasional maupun nasional.
Melalui lagu, seseorang dapat menuangkan ide, opini, hingga kritik terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Sebagai bentuk seni yang sarat makna, lagu memiliki posisi penting dan legal sebagai sarana penyampaian pendapat yang wajib dihormati dan dijamin oleh negara.
Contohnya dapat dilihat pada lagu “Bayar Bayar Bayar” ciptaan Sukatani, yang menyuarakan kritik sosial dengan cara yang damai, tanpa mengandung unsur kekerasan maupun provokasi.
Lagu ini mencerminkan kebebasan berekspresi dalam bentuk seni yang seharusnya mendapat perlindungan hukum.
Sayangnya, dalam kasus yang menimpa Sukatani, negara terlihat abai dalam menyediakan ruang aman bagi para pelaku seni untuk menyampaikan ekspresi mereka.
Tidak hanya gagal dalam mencegah adanya tekanan atau intimidasi, negara juga tidak menunjukkan upaya pemulihan yang memadai.
Situasi ini menjadi cerminan bahwa perlindungan terhadap hak berekspresi di Indonesia masih jauh dari kata ideal, dan implementasinya belum sepenuhnya dijalankan secara adil dan konsisten.

Related Results

Hubungan Hukum Internasional Dan Hukum Nasional
Hubungan Hukum Internasional Dan Hukum Nasional
Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara hukum internasional dan hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif atau penelitian ke...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
Undang-Undang Perlindungan Varietas Tanaman memberikan perlindungan hukum bagi pemulia tanaman atas karya mereka dalam mengembangkan varietas unggul. Namun keberadaan lembaga perli...
Peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai upaya pembentukan nasionalisme siswa
Peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai upaya pembentukan nasionalisme siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai pembentukan semangat nasionalisme siswa. Sejalan dengan tujuan peneliti ters...
PERLINDUNGAN ORANG SIPIL DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
PERLINDUNGAN ORANG SIPIL DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
Hukum Humaniter Internasional atau Internastional Humanitarian Law adalah bagian dari Hukum Internasional. Hukum Humaniter Internasional dapat diberi pengertian sebagai hukum yang ...
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
<p align="center"><strong><em>Abstract</em></strong></p><p><em>Sooner or later Indonesia will have its own law of contract. Reasons ...
POSISI HUKUM ADAT DALAM HUKUM KONTRAK NASIONAL INDONESIA
POSISI HUKUM ADAT DALAM HUKUM KONTRAK NASIONAL INDONESIA
<h2>Abstract</h2><p>Cepat atau lambat Indonesia akan memiliki hukum perjanjiannya sendiri. Alasan dari pernyataan ini adalah bahwa, pertama, hukum kontrak Indoens...
SINISME POLITIK DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS KRITIK SOSIAL LAGU VIRAL “BAYAR BAYAR BAYAR” BAND SUKATANI
SINISME POLITIK DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS KRITIK SOSIAL LAGU VIRAL “BAYAR BAYAR BAYAR” BAND SUKATANI
Fenomena sinisme politik di media sosial Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya ekspresi publik melalui konten digital bernuansa kritik sosial. Penelitian ini bertujuan ...
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS HAK CUTI HAID BAGI PEKERJA PEREMPUAN DALAM REGULASI KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS HAK CUTI HAID BAGI PEKERJA PEREMPUAN DALAM REGULASI KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
ABSTRAK Perlindungan hukum bagi pekerja perempuan terhadap hak cuti haid sangat urgen penerapannya untuk mencegah terjadinya diskriminasi gender dalam lingkup ketenagakerjaan. Seh...

Back to Top