Javascript must be enabled to continue!
Ekstraksi Minyak Daun Kemangi (Occmum basilicum L.) Menggunakan Metode Microwave Assisted Hydrodistillation
View through CrossRef
Ekstraksi minyak daun kemangi menggunakan metode Microwave Assisted Hydrodistillation (MAHD) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dan waktu yang baik yang diperlukan untuk mengekstraksi minyak daun kemangi sehingga rendemen yang tinggi dihasilkan. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode MAHD dengan pelarut air dan daya (400, 500, dan 600 W) serta waktu (30, 45, dan 60 menit). Karakterisasi minyak atsiri meliputi identifikasi warna, berat jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol 80% dan analisis GC-MS. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini rendemen tertinggi minyak kemangi dengan metode MAHD sebesar 1.16% dengan daya 500 W selama 45 menit. Minyak kemangi yang dihasilkan berwarna kuning dengan indeks bias 1.48 dan berat jenis 0.95 g/m3. Minyak ini tampak keruh ketika dilarutkan dalam etanol sehingga diduga minyak atsiri yang diekstrak ini belum terlalu murni. Hasil analisis GC-MS dengan waktu retensi 30 menit menunjukkan bahwa minyak kemangi mengandung senyawa sitral (46.19%); neral (55.97%); geraniol (2.99%); geranil asetat (0.78%); dan linalool (0.76%). Dengan demikian, ekstraksi dengan metode ini sangat perlu dikembangkan agar kualitas minyak atsiri yang diperoleh lebih baik lagi.
Title: Ekstraksi Minyak Daun Kemangi (Occmum basilicum L.) Menggunakan Metode Microwave Assisted Hydrodistillation
Description:
Ekstraksi minyak daun kemangi menggunakan metode Microwave Assisted Hydrodistillation (MAHD) telah dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dan waktu yang baik yang diperlukan untuk mengekstraksi minyak daun kemangi sehingga rendemen yang tinggi dihasilkan.
Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode MAHD dengan pelarut air dan daya (400, 500, dan 600 W) serta waktu (30, 45, dan 60 menit).
Karakterisasi minyak atsiri meliputi identifikasi warna, berat jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol 80% dan analisis GC-MS.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini rendemen tertinggi minyak kemangi dengan metode MAHD sebesar 1.
16% dengan daya 500 W selama 45 menit.
Minyak kemangi yang dihasilkan berwarna kuning dengan indeks bias 1.
48 dan berat jenis 0.
95 g/m3.
Minyak ini tampak keruh ketika dilarutkan dalam etanol sehingga diduga minyak atsiri yang diekstrak ini belum terlalu murni.
Hasil analisis GC-MS dengan waktu retensi 30 menit menunjukkan bahwa minyak kemangi mengandung senyawa sitral (46.
19%); neral (55.
97%); geraniol (2.
99%); geranil asetat (0.
78%); dan linalool (0.
76%).
Dengan demikian, ekstraksi dengan metode ini sangat perlu dikembangkan agar kualitas minyak atsiri yang diperoleh lebih baik lagi.
Related Results
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Analisis Literatur Senyawa Minyak Atsiri pada Daun Kemangi
Analisis Literatur Senyawa Minyak Atsiri pada Daun Kemangi
Abstract. Basil leaves are one of the aromatic plants from the Lamiaceae family known to contain essential oils with various biological activities. These essential oils contain bio...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
Pengujian In Vitro Serum Antiacne Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Rimpang Kunyit
Pengujian In Vitro Serum Antiacne Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Rimpang Kunyit
Abstract—Acne is a chronic inflammation of the pilosebaceous follicles which is characterized by excess oil production caused by the bacterium Propionibacterium acnes. The content ...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
Pemanfaatan, Daun Ketapang, Daun Jambu Biji dan Daun Jarak Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Ecoprint Teknik Iron Blanket)
Pemanfaatan, Daun Ketapang, Daun Jambu Biji dan Daun Jarak Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Ecoprint Teknik Iron Blanket)
ABSTRACT Pewarna texstil alami memiliki karakter tersendiri hasil warnanya cenderung warna kusam sehingga untuk mendapatkan hasil bagus perlu inovasi. Inovasi yang dapat digunakan...
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun diba...
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai viskositas antara minyak goreng yang sudah dipakai dengan yang belum dipakai dan mengetahui bagaimana pola pe...

