Javascript must be enabled to continue!
KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2006 – 2009
View through CrossRef
<p class="Style1" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 28.9pt;"><span style="font-size: 10pt;" lang="en-us" xml:lang="en-us">Ketahanan</span><a href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi">[1]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size: 10pt;" lang="en-us" xml:lang="en-us"> pangan terwujud apabila secara umum telah terpenuhi dua aspek seka- </span><span style="font-size: 10pt;" lang="en-us" xml:lang="en-us">ligus. Pertama adalah tersedianya pangan yang cukup dan merata<span style="letter-spacing: .1pt;"> untuk seluruh penduduk. Kedua, setiap penduduk mempunyai akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk memenuhi kecukupan gizi guna menjalani kehidupan yang sehat dan produktif dari hari ke hari.</span></span></p><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi">Ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga merupakan landasan bagi ketahanan pangan masyarakat, yang selanjutnya menjadi pilar bagi </span><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi">ketahanan pangan daerah dan nasional. Berdasarkan pemahaman tersebut<span style="letter-spacing: .1pt;"> maka salah satu prioritas utama pembangun- an ketahanan pangan adalah </span>memberdayakan masyarakat agar mereka mampu menanggu- langi masalah<span style="letter-spacing: .1pt;"> pangannya secara mandiri serta mewujudkan ketahanan pangan rumahtangga- nya secara berkelanjutan.</span></span><div> </div>
Jurnal Gizi dan Pangan/Journal of Nutrition and Food
Title: KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2006 – 2009
Description:
<p class="Style1" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-indent: 28.
9pt;"><span style="font-size: 10pt;" lang="en-us" xml:lang="en-us">Ketahanan</span><a href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi">[1]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size: 10pt;" lang="en-us" xml:lang="en-us"> pangan terwujud apabila secara umum telah terpenuhi dua aspek seka- </span><span style="font-size: 10pt;" lang="en-us" xml:lang="en-us">ligus.
Pertama adalah tersedianya pangan yang cukup dan merata<span style="letter-spacing: .
1pt;"> untuk seluruh penduduk.
Kedua, setiap penduduk mempunyai akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk memenuhi kecukupan gizi guna menjalani kehidupan yang sehat dan produktif dari hari ke hari.
</span></span></p><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi">Ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga merupakan landasan bagi ketahanan pangan masyarakat, yang selanjutnya menjadi pilar bagi </span><span style="font-size: 10pt;" lang="fi" xml:lang="fi">ketahanan pangan daerah dan nasional.
Berdasarkan pemahaman tersebut<span style="letter-spacing: .
1pt;"> maka salah satu prioritas utama pembangun- an ketahanan pangan adalah </span>memberdayakan masyarakat agar mereka mampu menanggu- langi masalah<span style="letter-spacing: .
1pt;"> pangannya secara mandiri serta mewujudkan ketahanan pangan rumahtangga- nya secara berkelanjutan.
</span></span><div> </div>.
Related Results
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Kedaulatan pangan diartikan sebagai hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas p...
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis capaian diversifikasi konsumsi pangan dan menyusun strategi pengembangan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Data yang digunakan ad...
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan keluarga penerima manfaat bantuan sosial pangan di Kabupaten Batang Hari, dan untuk mengetahui ting...
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tahun 2019, Kabupaten Kerinci memiliki indeks ketahanan yang baik, akan tetapi persebaran tingkat ketahanan pangan untuk setiap kecamatann...
Paradigma dan Dimensi Strategi Ketahanan Pangan Indonesia
Paradigma dan Dimensi Strategi Ketahanan Pangan Indonesia
Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris dengan sumber daya alam yang berlimpah, namun kondisi ini tidak serta merta menjadikan masyarakat Indonesia dapat mengakses pangan dengan m...
KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN DAN LITERASI PANGAN MASYARAKAT (Studi Penelitian Tentang Literasi Pangan Mendukung Ketahanan Pangan di Kota Semarang)
KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN DAN LITERASI PANGAN MASYARAKAT (Studi Penelitian Tentang Literasi Pangan Mendukung Ketahanan Pangan di Kota Semarang)
<p align="center"><strong>Abstra</strong><strong>k</strong></p><p>Tujuan penelitian tentang ketahanan pangan dan pentingnya literasi panga...
KETAHANAN DAN KEMANDIRIAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI DI LAHAN MARGINAL DESA SEMANGAT DALAM KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA
KETAHANAN DAN KEMANDIRIAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI DI LAHAN MARGINAL DESA SEMANGAT DALAM KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA
Ketahanan dan kemandirian pangan rumahtangga petani pasti sangat dipengaruhi oleh pangan yang mereka hasilkan di pertanian. Jika lahan pertanian tergolong lahan marginal, maka kegi...

