Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Persepsi Remaja terhadap Konten Prank di Media Sosial

View through CrossRef
Beberapa jenis konten prank yang diajukan dalam penelitian ini adalah prank gembel/ pengemis, prank ojol, prank tes kejujuran, prank giveaway, prank di tempat umum/wisata, prank teman/keluarga, prank gold digger, prank melibatkan polisi, prank bom, dan prank horor. Penelitian ini dilakukan bertujuan  memperoleh gambaran tentang persepsi remaja mengenai konten prank di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian adalah para pelajar Sekolah Menengah Atas di Kota Medan yang berjumlah 200 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui aplikasi Google Form. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain konten prank yang paling disukai adalah prank tes kejujuran, prank giveaway, prank gembel/pengemis, serta prank teman/keluarga. Jenis-jenis konten prank yang tidak disukai adalah prank bom, prank yang melibatkan polisi, prank ojek online, dan prank gold digger. Persepsi terhadap nilai-nilai positif yang terdapat dalam konten prank menurut responden adalah kedermawanan, kesetiakawanan, serta pantang menyerah, sementara persepsi mengenai nilai negatif antara lain merugikan orang lain, memberi contoh buruk, dan dapat menimbulkan kemarahan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa Konten prank dikemas sedemikian rupa untuk memberikan hiburan bagi para penontonnya, diperlukan kebijaksanaan dan kecerdasan semua pihak dalam mengakses dan memproduksi konten yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi khalayak dan masyarakat.
Title: Persepsi Remaja terhadap Konten Prank di Media Sosial
Description:
Beberapa jenis konten prank yang diajukan dalam penelitian ini adalah prank gembel/ pengemis, prank ojol, prank tes kejujuran, prank giveaway, prank di tempat umum/wisata, prank teman/keluarga, prank gold digger, prank melibatkan polisi, prank bom, dan prank horor.
Penelitian ini dilakukan bertujuan  memperoleh gambaran tentang persepsi remaja mengenai konten prank di media sosial.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.
Responden penelitian adalah para pelajar Sekolah Menengah Atas di Kota Medan yang berjumlah 200 orang.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui aplikasi Google Form.
Hasil penelitian yang diperoleh antara lain konten prank yang paling disukai adalah prank tes kejujuran, prank giveaway, prank gembel/pengemis, serta prank teman/keluarga.
Jenis-jenis konten prank yang tidak disukai adalah prank bom, prank yang melibatkan polisi, prank ojek online, dan prank gold digger.
Persepsi terhadap nilai-nilai positif yang terdapat dalam konten prank menurut responden adalah kedermawanan, kesetiakawanan, serta pantang menyerah, sementara persepsi mengenai nilai negatif antara lain merugikan orang lain, memberi contoh buruk, dan dapat menimbulkan kemarahan.
Kesimpulan yang diperoleh bahwa Konten prank dikemas sedemikian rupa untuk memberikan hiburan bagi para penontonnya, diperlukan kebijaksanaan dan kecerdasan semua pihak dalam mengakses dan memproduksi konten yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi khalayak dan masyarakat.

Related Results

Pengaruh Konten “Prank” KDRT Terhadap Kepercayaan Followers pada Baim Paula
Pengaruh Konten “Prank” KDRT Terhadap Kepercayaan Followers pada Baim Paula
Abstract. The prank content became one of the most popular content among the public, as this content is easy to produce and the purpose of creating prank content is for entertainme...
“TOTALITAS” KONTEN SOSIAL MEDIA REMAJA DI KOTA BENGKULU
“TOTALITAS” KONTEN SOSIAL MEDIA REMAJA DI KOTA BENGKULU
Respon publik menjadi motivasi tersendiri bagi pengguna sosial media dalam menampilkan dan atau membagikan konten pribadi dalam akun sosial media mereka, tidak jarang segala hal di...
Peran Media Sosial Dalam Pertukaran Sosial Remaja Di Media Sosial
Peran Media Sosial Dalam Pertukaran Sosial Remaja Di Media Sosial
Dalam perkembangan media sosial ini telah membawa banyak perubahan yang begitu signifikan terhadap cara remaja dalam berinteraksi serta bertukar informasi pada era digital saat ini...
Dampak Media Sosial Dikalangan Remaja
Dampak Media Sosial Dikalangan Remaja
Media sosial menjadi sangat identik dengan kehidupan remaja masa kini. Kehadiran media sosial sendiri telah mengubah gaya hidup remaja saat ini mulai dari pergaulan,gaya hidup dan...
Pertanggungjawaban pidana perbuatan prank kekerasan dalam rumah tangga (kdrt)
Pertanggungjawaban pidana perbuatan prank kekerasan dalam rumah tangga (kdrt)
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat mengetahui bagaimana pengaturan hukum tindak pidanaKekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT dan Sanksi pidana terhadap pelaku prank Kekerasan...
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Pemasaran Sosial Bagi Remaja
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Pemasaran Sosial Bagi Remaja
Adolescent face very vulnerable period of transition from childhood to adulthood. Because adolescents do not have enough knowledge and awareness to get through this transition, ado...
Aksi Prank dalam Perspektif Hadis: Analisis Teks, Konteks, dan Kontekstualisasinya
Aksi Prank dalam Perspektif Hadis: Analisis Teks, Konteks, dan Kontekstualisasinya
Abstract: This article departs from the problem of prank actions that often occur unethically in the public sphere. Hadith as arguments containing ethical norms is a relevant refer...

Back to Top