Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimasi Distribusi Lubang Pada Balok Baja Kastela

View through CrossRef
Balok baja kastela adalah profil baja yang dikembangkan dari profil I yang dipotong bagian badan dan disambung lagi sedemikian rupa sehingga membentuk lubang pada bagian badan.  Bentuk lubang profil balok  baja  kastela  pada  umumnya  adalah  persegi  enam  (heksagonal).  Pembuatan  balok  baja  kastela perlu  memperhatikan  jarak  antar  lubang  agar  balok  mempunyai  kemampuan  menahan  beban  tertinggi. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian untuk menentukan jarak antar lubang yang optimum pada balok baja  kastela  dengan  mempertimbangkan  distribusi  tegangan,  deformasi,  dan  kelelehan  pada  balok tersebut.  Penelitian  diawali  dengan  perhitungan  menggunakan  metode  Elemen  Elemen  Hingga  (Finite Element  Method  /FEM)  kemudian  dilanjut  dengan  pengujian  di  laboratorium.  FEM  dilakukan  untuk menentukan  ukuran  dan  jarak  antar  lubang  optimum  pada  balok  kastela.  Variasi  sudut  bukaan  lubang dilakukan antara 45o sampai 70o. Hasil analisa FEM kemudian diujikan di laboratorium dengan ukuran dan jarak antar lubang optimum untuk mengevaluasi perbedaan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan lubang  profil  dengan  kemiringan  antara  45o  sampai  70o  sebaiknya  dibuat  dengan  jarak  antar  lubang antara 0.1 sampai 0.25 dari tinggi profil balok kastela dengan distribusi lubang terbaik adalah antara 5 sampai 7 lubang per meter.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Optimasi Distribusi Lubang Pada Balok Baja Kastela
Description:
Balok baja kastela adalah profil baja yang dikembangkan dari profil I yang dipotong bagian badan dan disambung lagi sedemikian rupa sehingga membentuk lubang pada bagian badan.
  Bentuk lubang profil balok  baja  kastela  pada  umumnya  adalah  persegi  enam  (heksagonal).
  Pembuatan  balok  baja  kastela perlu  memperhatikan  jarak  antar  lubang  agar  balok  mempunyai  kemampuan  menahan  beban  tertinggi.
Tulisan ini menyajikan hasil penelitian untuk menentukan jarak antar lubang yang optimum pada balok baja  kastela  dengan  mempertimbangkan  distribusi  tegangan,  deformasi,  dan  kelelehan  pada  balok tersebut.
  Penelitian  diawali  dengan  perhitungan  menggunakan  metode  Elemen  Elemen  Hingga  (Finite Element  Method  /FEM)  kemudian  dilanjut  dengan  pengujian  di  laboratorium.
  FEM  dilakukan  untuk menentukan  ukuran  dan  jarak  antar  lubang  optimum  pada  balok  kastela.
  Variasi  sudut  bukaan  lubang dilakukan antara 45o sampai 70o.
Hasil analisa FEM kemudian diujikan di laboratorium dengan ukuran dan jarak antar lubang optimum untuk mengevaluasi perbedaan hasilnya.
Hasil penelitian menunjukkan lubang  profil  dengan  kemiringan  antara  45o  sampai  70o  sebaiknya  dibuat  dengan  jarak  antar  lubang antara 0.
1 sampai 0.
25 dari tinggi profil balok kastela dengan distribusi lubang terbaik adalah antara 5 sampai 7 lubang per meter.

Related Results

STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK DENGAN PELEBARAN DIMENSI PADA DAERAH TUMPUAN BALOK BETON BERTULANG DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN LUSAS
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK DENGAN PELEBARAN DIMENSI PADA DAERAH TUMPUAN BALOK BETON BERTULANG DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN LUSAS
Kegagalan pada balok beton bertulang dapat terjadi pada tumpuan atau sambungan kolom dan balok. Perkuatan pada daerah yang memiliki kapasitas kurang dari yang diperlukan menjadi so...
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang. Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dib...
Perbandingan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Jumlah Tulangan Pada Zona Tekan
Perbandingan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Jumlah Tulangan Pada Zona Tekan
Bangunan sederhana seperti rumah tinggal merupakan bangunan yang memiliki desain struktur relatif lebih kecil dibandingkan dengan bangunan gedung bertingkat lainnya. Pekerjaan balo...
Perencanaan Kuda – Kuda Dengan Bentang 45 Meter Menggunakan Balok Baja Castella
Perencanaan Kuda – Kuda Dengan Bentang 45 Meter Menggunakan Balok Baja Castella
Dalam perencanaan suatu konstruksi diperlukan inovasi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi terutama masalah kebutuhan ruang oleh pemilik. Seiring perkembangan inovasi konstruk...
STUDI EKSPERIMENTAL BALOK BETON BERTULANG DENGAN DAN TANPA SENGKANG
STUDI EKSPERIMENTAL BALOK BETON BERTULANG DENGAN DAN TANPA SENGKANG
Gaya geser yang terjadi pada balok ditahan oleh ikatan antar materialdan tulangan sengkang. Balok beton bertulang tanpa menggunakansengkang akan mengalami perubahan kekuatan dan po...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...
Perencanaan Lubang Resapan Biopori Pada Daerah Permukiman yang berpotensi Genangan
Perencanaan Lubang Resapan Biopori Pada Daerah Permukiman yang berpotensi Genangan
Limpasan permukaan merupakan air yang muncul diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang jatuh pada suatu kawasan. Limpasan yang mengakibatkan genangan terjadi selain buruknya sist...
Evaluasi Pembelajaran Berfokus pada Sentra Balok
Evaluasi Pembelajaran Berfokus pada Sentra Balok
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) pijakan lingkungan main. 2) pijakan sebelum main. 3) pijakan individu saat main. 4) pijakan setelah main di sentra balok. Pen...

Back to Top