Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Stabilitas Pondasi Terhadap Rembesan Dan Piping Pada Bendungan (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang)

View through CrossRef
Pondasi bendungan menjadi struktur dasar yang memenuhi persyaratan sebagai sektor pendukung pembangunan bendungan serta memastikan keamanan terhadap salah satu ancaman serius berupa rembesan (seepage) dan Piping. Oleh karena itu, menganalisis stabilitas pondasi bendungan terhadap rembesan dan Piping perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan program Finite Element untuk menganalisis stabilitas, rembesan, dan Piping pada kondisi Normal Water Level. Analisis stabilitas bendungan dilakukan dengan menambahkan faktor koefisien beban gempa OBE (Operating Basis Earthquake) dan MDE (Maximum Design Earthquake). Analisis dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama tanpa perbaikan tambahan dan tahap kedua dengan perbaikan tambahan berupa Curtain Grouting dan Cut off wall. Pada kondisi Normal Water Level tanpa gempa maupun dengan gempa OBE dan MDE 1,00H, stabilitas pondasi pada kondisi Eksisting, Alternatif 1, dan Alternatif 2 memenuhi kriteria, namun tidak memenuhi pada gempa MDE 0,25H, 0,50H, dan 0,75H sehingga diperlukan analisis dinamis menggunakan metode Makdisi-Seed. Analisis rembesan menunjukkan bahwa debit pada kondisi Eksisting sebesar 49.716,74 m³/hari melebihi batas izin 45.000 m³/hari, sedangkan pada Alternatif 1 (255,13 m³/hari) dan Alternatif 2 (238,55 m³/hari) memenuhi kriteria. Sementara itu, analisis Piping pada kondisi Normal Water Level menunjukkan bahwa Eksisting tidak memenuhi Safety Factor, sedangkan Alternatif 1 dan Alternatif 2 memenuhi kriteria dan aman terhadap Piping.
Centre for Research and Community Development - Islamic University of Nahdlatul Ulama Jepara
Title: Analisis Stabilitas Pondasi Terhadap Rembesan Dan Piping Pada Bendungan (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang)
Description:
Pondasi bendungan menjadi struktur dasar yang memenuhi persyaratan sebagai sektor pendukung pembangunan bendungan serta memastikan keamanan terhadap salah satu ancaman serius berupa rembesan (seepage) dan Piping.
Oleh karena itu, menganalisis stabilitas pondasi bendungan terhadap rembesan dan Piping perlu dilakukan.
Penelitian ini menggunakan program Finite Element untuk menganalisis stabilitas, rembesan, dan Piping pada kondisi Normal Water Level.
Analisis stabilitas bendungan dilakukan dengan menambahkan faktor koefisien beban gempa OBE (Operating Basis Earthquake) dan MDE (Maximum Design Earthquake).
Analisis dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama tanpa perbaikan tambahan dan tahap kedua dengan perbaikan tambahan berupa Curtain Grouting dan Cut off wall.
Pada kondisi Normal Water Level tanpa gempa maupun dengan gempa OBE dan MDE 1,00H, stabilitas pondasi pada kondisi Eksisting, Alternatif 1, dan Alternatif 2 memenuhi kriteria, namun tidak memenuhi pada gempa MDE 0,25H, 0,50H, dan 0,75H sehingga diperlukan analisis dinamis menggunakan metode Makdisi-Seed.
Analisis rembesan menunjukkan bahwa debit pada kondisi Eksisting sebesar 49.
716,74 m³/hari melebihi batas izin 45.
000 m³/hari, sedangkan pada Alternatif 1 (255,13 m³/hari) dan Alternatif 2 (238,55 m³/hari) memenuhi kriteria.
Sementara itu, analisis Piping pada kondisi Normal Water Level menunjukkan bahwa Eksisting tidak memenuhi Safety Factor, sedangkan Alternatif 1 dan Alternatif 2 memenuhi kriteria dan aman terhadap Piping.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
Akademi Keperawatan (AKPER) Sumbawa merupakan salah satu universitas yang saat ini dalam proses pembangunan dengan perencanaan 3 lantai dan 1 lantai sebagai basement dengan rencana...
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM. Berdasa...
Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang
Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang
<p><strong><em>Abstrak</em></strong><strong><em>. </em></strong><em>Bendungan Matenggeng yang rencana akan dibangun di S...
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini...

Back to Top