Javascript must be enabled to continue!
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ALQURAN MENURUT TAFSIR AL-MISHBAH DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA MODERN (SURAH ALI IMRAN AYAT 159, SURAH AL-AN’AM AYAT 151, SURAH AL-ISRA AYAT 23-24)
View through CrossRef
Nowadays, juvenile delinquency is very worrying. One of the factors is moran degeneration. This incident is contrary to the purpose of Islamic Education in schools, namely to increase faith and piety as well as fostering gloriuous morals. The purposes of this research are: (1) To describe the interpretation of al-Mishbah on moral education verses in Quran (2) To describe relevance moral education in Quran with modern Islamic education. This research used qualitative approach with library research type. As for the technique used in this research is documentation technique, namely data collection in the form of Quran verses related to the research object. These research results showed that: (1) The interpretation of al-Mishbah regarding the moral education contained in the Quran is birrul walidain education, be gentle with everyone, and easy to forgive (2) The relevance of moral education in Quran with the modern Islamic education is to teach birrul walidain education, and teacher becomes the role model to show gentleness, and forgiveness
Abstrak
Pada zaman sekarang, kenakalan remaja sangat memprihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah kemerosotan moral. Peristiwa tersebut bertolak belakang dengan tujuan pendidikan Islam di sekolah yaitu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta pembinaan akhlak mulia dan budi pekerti luhur. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini (1) Mendeskripsikan tafsir al-Mishbah tentang ayat-ayat pendidikan akhlak dalam Alquran (2) Mendeskripsikan relevansi pendidikan akhlak dalam Alquran dengan pendidikan Islam masa modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research (kepustakaan). Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, yaitu pengumpulan data berupa ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tafsir al-Mishbah tentang pendidikan akhlak yang terkandung dalam Alquran adalah pendidikan birrul walidain, bersikap lemah lembut kepada semua orang, mudah memaafkan, dan bermusyawarah (2) Relevansi pendidikan akhlak dalam Alquran dengan pendidikan Islam masa kini adalah mengajarkan pendidikan birrul walidain, serta pendidik menjadi teladan untuk menunjukkan sikap lemah lembut, dan mudah memaafkan.
Maulana Malik Ibrahim State Islamic University
Title: PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ALQURAN MENURUT TAFSIR AL-MISHBAH DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA MODERN (SURAH ALI IMRAN AYAT 159, SURAH AL-AN’AM AYAT 151, SURAH AL-ISRA AYAT 23-24)
Description:
Nowadays, juvenile delinquency is very worrying.
One of the factors is moran degeneration.
This incident is contrary to the purpose of Islamic Education in schools, namely to increase faith and piety as well as fostering gloriuous morals.
The purposes of this research are: (1) To describe the interpretation of al-Mishbah on moral education verses in Quran (2) To describe relevance moral education in Quran with modern Islamic education.
This research used qualitative approach with library research type.
As for the technique used in this research is documentation technique, namely data collection in the form of Quran verses related to the research object.
These research results showed that: (1) The interpretation of al-Mishbah regarding the moral education contained in the Quran is birrul walidain education, be gentle with everyone, and easy to forgive (2) The relevance of moral education in Quran with the modern Islamic education is to teach birrul walidain education, and teacher becomes the role model to show gentleness, and forgiveness
Abstrak
Pada zaman sekarang, kenakalan remaja sangat memprihatinkan.
Salah satu penyebabnya adalah kemerosotan moral.
Peristiwa tersebut bertolak belakang dengan tujuan pendidikan Islam di sekolah yaitu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta pembinaan akhlak mulia dan budi pekerti luhur.
Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini (1) Mendeskripsikan tafsir al-Mishbah tentang ayat-ayat pendidikan akhlak dalam Alquran (2) Mendeskripsikan relevansi pendidikan akhlak dalam Alquran dengan pendidikan Islam masa modern.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research (kepustakaan).
Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, yaitu pengumpulan data berupa ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan objek penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tafsir al-Mishbah tentang pendidikan akhlak yang terkandung dalam Alquran adalah pendidikan birrul walidain, bersikap lemah lembut kepada semua orang, mudah memaafkan, dan bermusyawarah (2) Relevansi pendidikan akhlak dalam Alquran dengan pendidikan Islam masa kini adalah mengajarkan pendidikan birrul walidain, serta pendidik menjadi teladan untuk menunjukkan sikap lemah lembut, dan mudah memaafkan.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
The Significance of Pancasila Values for Character Building from an Islamic Perspective
The Significance of Pancasila Values for Character Building from an Islamic Perspective
Pancasila is the foundation of the Indonesian state, derived from various aspects of the nation's founding fathers, including Islamic teachings. This qualitative, literature-based ...
Akhlak Terhadap Keluarga, Akhlak Terhadap Tetangga, dan Akhlak Terhadap Lingkungan
Akhlak Terhadap Keluarga, Akhlak Terhadap Tetangga, dan Akhlak Terhadap Lingkungan
Manusia selayaknya mempunyai dua garis korelasi dalam menjalani kehidupan, yakni garis horizontal dan garis vertical ialah tentang bagaimana seorang manusia berhubungan dengan Tuha...
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Syekh Umar Bin Ahmad Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak Masa Kini
Abstract. Human quality can not only be measured in terms of scientific excellence and expertise alone, but also measured by the quality of morals. High knowledge without being acc...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...

