Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bentuk Melodi Sholawat Al-Jannatu Pada Barzanji Di Aceh Selatan

View through CrossRef
Penggunaan kesenian barzanji ini sering kita temui pada acara-acara sakral umat muslim. Di Kabupaten Aceh Selatan, pertunjukan barzanji masih sering kita temui di berbagai hajatan. Barzanji yang ditampilkan sebagai wujud rasa syukur atas apa yang telah Allah SWT berikan. Dalam struktur keseniannya, barzanji yang ada di Aceh Selatan memiliki tiga tahapan yaitu pembuka, inti, dan penutup. Pada pembukaan kesenian barzanji, pelaku barzanji melantunkan sholawat-sholawat yang ditujukan kepada Rasulullah yaitu Sholawat Al-jannatu dan Sholawat Adnani. Sebagai pembuka barzanji, sholawat Al-Jannatu menjadi kunci ketertarikan bagi pendengar saat menyaksikan pertunjukan barzanji tersebut. Perlu adanya upaya transkripsi syair dan bentuk melodi sholawat Al-Jannatu, sebagai upaya pelestarian kesenian tradisi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan semua hasil lapangan sesuai dengan apa yang terjadi saat itu juga. Data yang digunakan peneliti untuk mentranskripsikan bentuk melodi  bersumber dari video dan audio rekaman pertunjukan barzanji yang umumnya dilakukan di Aceh Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, sholawat Al-Jannatu berisi tentang permohonan terhadap limpahan atas keberkahan yang telah Allah berikan. Struktur bentuk melodi Sholawat Al-Jannatu pada Barzanji secara garis besar terdiri dari 14 kalimat. Melodi  yang digunakan dalam melantunkan sholawat Al-Jannatu tersebut terdiri dari beragam bentuk melodi.
Title: Bentuk Melodi Sholawat Al-Jannatu Pada Barzanji Di Aceh Selatan
Description:
Penggunaan kesenian barzanji ini sering kita temui pada acara-acara sakral umat muslim.
Di Kabupaten Aceh Selatan, pertunjukan barzanji masih sering kita temui di berbagai hajatan.
Barzanji yang ditampilkan sebagai wujud rasa syukur atas apa yang telah Allah SWT berikan.
Dalam struktur keseniannya, barzanji yang ada di Aceh Selatan memiliki tiga tahapan yaitu pembuka, inti, dan penutup.
Pada pembukaan kesenian barzanji, pelaku barzanji melantunkan sholawat-sholawat yang ditujukan kepada Rasulullah yaitu Sholawat Al-jannatu dan Sholawat Adnani.
Sebagai pembuka barzanji, sholawat Al-Jannatu menjadi kunci ketertarikan bagi pendengar saat menyaksikan pertunjukan barzanji tersebut.
Perlu adanya upaya transkripsi syair dan bentuk melodi sholawat Al-Jannatu, sebagai upaya pelestarian kesenian tradisi tersebut.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan semua hasil lapangan sesuai dengan apa yang terjadi saat itu juga.
Data yang digunakan peneliti untuk mentranskripsikan bentuk melodi  bersumber dari video dan audio rekaman pertunjukan barzanji yang umumnya dilakukan di Aceh Selatan.
Berdasarkan hasil penelitian, sholawat Al-Jannatu berisi tentang permohonan terhadap limpahan atas keberkahan yang telah Allah berikan.
 Struktur bentuk melodi Sholawat Al-Jannatu pada Barzanji secara garis besar terdiri dari 14 kalimat.
 Melodi  yang digunakan dalam melantunkan sholawat Al-Jannatu tersebut terdiri dari beragam bentuk melodi.

Related Results

Barzanji dalam masyarakat Bugis
Barzanji dalam masyarakat Bugis
Munculnya pembacaan barzanji menjadi suatu tradisi belum dapat ditelusuri berdasarkan penanggalan secara pasti. Acuan yang berbentuk bukti tulisan yang dapat menguraikan secara rin...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
Analisis Kewenangan Badan Pertanahan Nasional Aceh Dan Dinas Pertanahan Aceh di Kota Banda Aceh
Analisis Kewenangan Badan Pertanahan Nasional Aceh Dan Dinas Pertanahan Aceh di Kota Banda Aceh
Berdasarkan Pasal 253 Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh menegaskan tentang peralihan status Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Aceh dan Kantor Pertanaha...
Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Abstrak. Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari atau yang disebut dengan KRPL,...
KONSERVASI ARSITEKTUR RUMOH ACEH
KONSERVASI ARSITEKTUR RUMOH ACEH
Maintain the authenticity and identity of Architecture Rumoh Aceh, the mandate entrusted by its predecessor, the founder utoh or buildings in Aceh for the next generation of Acehne...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Strategi Penanganan Kemacetan Arus Lalu Lintas Berdasarkan Persepsi Masyarakat
Strategi Penanganan Kemacetan Arus Lalu Lintas Berdasarkan Persepsi Masyarakat
Abstrak: Pasar sangatlah identik dengan pusat keramaian, karena pasar merupakan pusat perdagangan yang terletak di pusat kota yang sering disebut juga dengan kawasan Central Bussin...

Back to Top