Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TEKTUALISASI DAN KONTEKTUALISASI AJARAN ISLAM DALAM AL-QURAN/HADIS

View through CrossRef
Tektualisasi dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam Al-Quran dan Hadis merujuk pada dua pendekatan penting dalam memahami dan mengaplikasikan ajaran agama Islam dalam konteks zaman dan kehidupan manusia. Tektualisasi ini mengacu pada memahami teks-teks suci, seperti Al-Quran dan Hadis, secara menyeluruh dan mendalam. Proses ini melibatkan analisis linguistik, sejarah, dan konteks sosial budaya saat teks-teks itu diturunkan. Misalnya, memahami makna kata-kata dalam bahasa Arab yang digunakan dalam Al-Quran dan  mengidentifikasi konteks historis di balik wahyu-wahyu tersebut. Kontekstualisasi Ini mencakup menghubungkan ajaran-ajaran yang terdapat dalam teks-teks suci dengan realitas kontemporer dan kehidupan sehari-hari. Proses ini penting untuk menjembatani antara ajaran yang timeless (abadi) dengan tantangan dan perubahan zaman. Contohnya adalah menerapkan prinsip-prinsip moral dan etika Islam dalam konteks kehidupan modern, seperti masalah teknologi, globalisasi, dan isu-isu sosial. Dalam prakteknya, tektualisasi dan kontekstualisasi memungkinkan umat Islam untuk memahami ajaran-ajaran agama dengan lebih baik, menjaga relevansi ajaran tersebut dalam berbagai situasi, serta menghindari penafsiran yang keliru atau tidak tepat. Hal ini juga membantu menjaga kesinambungan antara tradisi agama dan perkembangan zaman, sehingga nilai-nilai Islam dapat memberi panduan yang berarti bagi umat manusia di berbagai era.
Title: TEKTUALISASI DAN KONTEKTUALISASI AJARAN ISLAM DALAM AL-QURAN/HADIS
Description:
Tektualisasi dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam Al-Quran dan Hadis merujuk pada dua pendekatan penting dalam memahami dan mengaplikasikan ajaran agama Islam dalam konteks zaman dan kehidupan manusia.
Tektualisasi ini mengacu pada memahami teks-teks suci, seperti Al-Quran dan Hadis, secara menyeluruh dan mendalam.
Proses ini melibatkan analisis linguistik, sejarah, dan konteks sosial budaya saat teks-teks itu diturunkan.
Misalnya, memahami makna kata-kata dalam bahasa Arab yang digunakan dalam Al-Quran dan  mengidentifikasi konteks historis di balik wahyu-wahyu tersebut.
Kontekstualisasi Ini mencakup menghubungkan ajaran-ajaran yang terdapat dalam teks-teks suci dengan realitas kontemporer dan kehidupan sehari-hari.
Proses ini penting untuk menjembatani antara ajaran yang timeless (abadi) dengan tantangan dan perubahan zaman.
Contohnya adalah menerapkan prinsip-prinsip moral dan etika Islam dalam konteks kehidupan modern, seperti masalah teknologi, globalisasi, dan isu-isu sosial.
Dalam prakteknya, tektualisasi dan kontekstualisasi memungkinkan umat Islam untuk memahami ajaran-ajaran agama dengan lebih baik, menjaga relevansi ajaran tersebut dalam berbagai situasi, serta menghindari penafsiran yang keliru atau tidak tepat.
Hal ini juga membantu menjaga kesinambungan antara tradisi agama dan perkembangan zaman, sehingga nilai-nilai Islam dapat memberi panduan yang berarti bagi umat manusia di berbagai era.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
METODE DAN PENDEKATAN DALAM MENGATASI MUKHTALIF HADIS
METODE DAN PENDEKATAN DALAM MENGATASI MUKHTALIF HADIS
Hadis adalah sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran. Hadis merangkum ajaran, tindakan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam ...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...

Back to Top