Javascript must be enabled to continue!
Selamatan Bayi Versi Orang Jawa: Kajian Linguistik Antropologis
View through CrossRef
Selamatan bayi is a form of gratitude and a prayer request for congratulations for the baby. This study aims to describe the local wisdom of selamatan bayi using an anthropological linguistic approach to the contextual design of Javanese tradition. Data collection refers to the technique of recording, participatory observation, and interviews. The results of this study prove that selamatan bayi has a philosophical meaning based on Javanese cultureThere are seven kinds of selamatan bayi among the Javanese, namely (1) brokohan (birthday greetings), (2) sepasaran (5th birthday celebration), (3) selapanan (35-day baby celebration), (4) telonan (3 months birthday greetings), (5) pitonan (7 months of baby's birth), (6) setahunan (1 year of baby's birth), and (7) aqiqah (selamatan bayi for Javanese Muslims). The local wisdom of Javanese in selamatan bayi can be seen from five things, namely (1) the definition, (2) types, (3) ubarampe ‘equipment’, such as sega ingkung, sega gudangan, bubur abang putih, and so on; (4) the method of implementation, and (5) the development of the times. In every selamatan bayi contains the local wisdom of the Javanese to always maintain a balance between human relationships, the natural environment, and God.
Universitas Gadjah Mada
Title: Selamatan Bayi Versi Orang Jawa: Kajian Linguistik Antropologis
Description:
Selamatan bayi is a form of gratitude and a prayer request for congratulations for the baby.
This study aims to describe the local wisdom of selamatan bayi using an anthropological linguistic approach to the contextual design of Javanese tradition.
Data collection refers to the technique of recording, participatory observation, and interviews.
The results of this study prove that selamatan bayi has a philosophical meaning based on Javanese cultureThere are seven kinds of selamatan bayi among the Javanese, namely (1) brokohan (birthday greetings), (2) sepasaran (5th birthday celebration), (3) selapanan (35-day baby celebration), (4) telonan (3 months birthday greetings), (5) pitonan (7 months of baby's birth), (6) setahunan (1 year of baby's birth), and (7) aqiqah (selamatan bayi for Javanese Muslims).
The local wisdom of Javanese in selamatan bayi can be seen from five things, namely (1) the definition, (2) types, (3) ubarampe ‘equipment’, such as sega ingkung, sega gudangan, bubur abang putih, and so on; (4) the method of implementation, and (5) the development of the times.
In every selamatan bayi contains the local wisdom of the Javanese to always maintain a balance between human relationships, the natural environment, and God.
Related Results
Tradisi Selamatan Seribu Hari Masyarakat Hindu Kabupaten Blitar
Tradisi Selamatan Seribu Hari Masyarakat Hindu Kabupaten Blitar
Selamatan merupakan ajaran tradisi Jawa untuk menyelamatkan jiwa orang yang sudah meninggal dunia. Seperti masyarakat Kabupaten Blitar baik yang beragama Hindu maupun Islam upacara...
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
Selamatan Bayi Versi Orang Jawa: Kajian Linguistik Antropologis
Selamatan Bayi Versi Orang Jawa: Kajian Linguistik Antropologis
Selamatan bayi is a form of gratitude and a prayer request for congratulations for the baby. This study aims to describe the local wisdom of selamatan bayi using an anthropological...
Analisis Hukum Islam tentang Pelaksanaan Selamatan Kehamilan (Pitonan) dalam Ritual Adat Jawa
Analisis Hukum Islam tentang Pelaksanaan Selamatan Kehamilan (Pitonan) dalam Ritual Adat Jawa
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui, pertama, apa alasan masyarakat di dukuh Pacingkerep Ngandul Sumberlawang Sragen menggunakan ritual selamatan kehamilan (pitonan); kedua, bag...
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Baby massage is a direct contact therapy with the body that can provide a sense of security and comfort for babies. The villagers chose to use a shaman as an alternative to baby ma...
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN DI DESA MANDALA MEKAR KECAMATAN CIMENYAN
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN DI DESA MANDALA MEKAR KECAMATAN CIMENYAN
Tidur merupakan prioritas utama bagi bayi, di Indonesia cukup banyak bayi yang mengalami masalah tidur yaitu 44% bayi mengalami gangguan tidur seperti terbangun dimalam hari. Namu...
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa sampai saat ini masih memegang dan nguri-uri budaya leluhur. Salah satu budaya leluhur yang masih dilestarikan adalah penggunaan tump...
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggii karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonat...

