Javascript must be enabled to continue!
FUNGSI TRADISI LISAN SUSURUNGAN BAGI MASYARAKAT BANJAR HULU
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tradisi lisan susurungan bagi masyarakat Banjar Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah teknik rekam dan teknik catat. Prosedur pengolahan data dilakukan dengan empat tahapan, yaitu: (1) transkripsi rekaman data, (2) klasifikasi data, (3) penerjemahan data, dan (4) menganalisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah: (1) data primer, yaitu data yang diperoleh dari informan di lapangan sebanyak 4 orang yang dikategorikan sebagai penutur tradisi lisan susurungan yang bertempat tinggal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Tabalong; dan (2) data sekunder, yaitu data pelengkap yang diperoleh dari hasil penelitian yang sudah ada yang terkait dengan penelitian tradisi lisan Banjar Hulu susurungan. Dari hasil sumber data primer di lapangan diperoleh hasil perekaman, yaitu sebanyak 27 tuturan. Akan tetapi, dalam tahap analisis data hanya disajikan hasil teks tuturan yang dianggap mewakili masing-masing fungsi susurungan. Hasil penelitian ditemukan ada tiga fungsi tradisi lisan susurungan bagi masyarakat Banjar Hulu, yaitu(1) fungsi susurungan untuk menguji kepandaian seseorang, 2) fungsi susurungan untuk mengisi waktu pada saat bergadang menjaga jenazah, dan 3) fungsi susurungan untuk dapat melebihi orang lain.
Title: FUNGSI TRADISI LISAN SUSURUNGAN BAGI MASYARAKAT BANJAR HULU
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tradisi lisan susurungan bagi masyarakat Banjar Hulu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah teknik rekam dan teknik catat.
Prosedur pengolahan data dilakukan dengan empat tahapan, yaitu: (1) transkripsi rekaman data, (2) klasifikasi data, (3) penerjemahan data, dan (4) menganalisis data.
Sumber data dalam penelitian ini adalah: (1) data primer, yaitu data yang diperoleh dari informan di lapangan sebanyak 4 orang yang dikategorikan sebagai penutur tradisi lisan susurungan yang bertempat tinggal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Tabalong; dan (2) data sekunder, yaitu data pelengkap yang diperoleh dari hasil penelitian yang sudah ada yang terkait dengan penelitian tradisi lisan Banjar Hulu susurungan.
Dari hasil sumber data primer di lapangan diperoleh hasil perekaman, yaitu sebanyak 27 tuturan.
Akan tetapi, dalam tahap analisis data hanya disajikan hasil teks tuturan yang dianggap mewakili masing-masing fungsi susurungan.
Hasil penelitian ditemukan ada tiga fungsi tradisi lisan susurungan bagi masyarakat Banjar Hulu, yaitu(1) fungsi susurungan untuk menguji kepandaian seseorang, 2) fungsi susurungan untuk mengisi waktu pada saat bergadang menjaga jenazah, dan 3) fungsi susurungan untuk dapat melebihi orang lain.
Related Results
Tradisi Banjar dalam Terpaan Globalisasi di Desa Keruak Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
Tradisi Banjar dalam Terpaan Globalisasi di Desa Keruak Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Tradisi Banjar dan dampaknya terhadap masyarakat dan untuk mengungkap mengapa tradisi Banjar mampu bertahan pada masyarakat desa Ke...
Fungsi Sastra Lisan Banjar Tatangar
Fungsi Sastra Lisan Banjar Tatangar
Penelitian ini membahas masalah fungsi sastra lisan Banjar tatangar dengan tujuan untuk mendeskripsikan fungsi sastra lisan Banjar tatangar. Metode yang digunakan dalam penelitian ...
PERSEPEKTIF OLAHRAGA TINJU DALAM MENDUKUNG PRESTASI OLAHRAGA KABUPATEN ROKAN HULU
PERSEPEKTIF OLAHRAGA TINJU DALAM MENDUKUNG PRESTASI OLAHRAGA KABUPATEN ROKAN HULU
Boxing is a sport and a martial art that features two participants of similar weight competing with each other by using their fists in a series of one or three minute intervals cal...
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
Penelitian ini mengkaji klasifikasi tabu pada masyarakat Banjar. Masalah yang dikaji adalah bagaimana klasifikasi tabu perbuatan dan klasifikasi tabu kebahasaan pada masyarakat Ban...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
Baantaran Jujuran Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Sebagai Nilai Sosial Budaya
Baantaran Jujuran Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Sebagai Nilai Sosial Budaya
Tradisi merupakan warisan leluhur yang diyakini masyarakat sarat dengan nilai. Demikian juga dalam perkawinan adat Banjar terdiri dari berbagai tradisi, diantaranya maantar jujuran...
Pengaruh Beban Kerja dan Kompetensi terhadap Stres Kerja
Pengaruh Beban Kerja dan Kompetensi terhadap Stres Kerja
The problems faced in this study include (1) How does workload affect work stress in Puskesmas in Banjar City? (2) What is the effect of competence on work stress in Puskesmas in B...
Fungsi dan Makna Tradisi Dai pada Masyarakat Ndora
Fungsi dan Makna Tradisi Dai pada Masyarakat Ndora
Masyarakat Subetnik Ndora seringkali diperhadapkan masalah ekologi seperti iklim kering dan letak geografis desa yang berada kaki Gunung Manungae (habitat babi hutan), menjadi sala...

