Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN ARKUS PEDIS DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PERAWAT RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA TAHUN 2019HUBUNGAN ARKUS PEDIS DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PERAWAT RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA TAHUN 2019

View through CrossRef
Arcus longitudinalis medialis pedis merupakan lengkung telapak kaki yang secara normal berfungsi untuk mendistribusikan beban tubuh sehingga tubuh memiliki postur dan pergerakan yang lebih stabil. Pada keadaan abnormal, arkus pedis dapat terlalu datar (pes planus) ataupun terlalu tinggi (pes cavus). Kelainan pada arkus tersebut dapat mengakibatkan perubahan biomekanik dan menimbulkan efek kaskade pada sendi-sendi yang lebih proksimal sehingga dapat menimbulkan keluhan nyeri punggung bawah (NPB). NPB sendiri memiliki prevalensi yang cukup tinggi yaitu 15- 45%. Gejala ini dapat dipicu dan diperburuk oleh berbagai faktor, salah satunya adalah berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama seperti tuntutan profesi perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan arcus pedis dengan keluhan NPB pada perawat Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP). Desain penelitian ini adalah analisis observasional dengan metode case-control menggunakan 41 responden sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan pengisian kuisioner untuk menilai keluhan NPB dan wet footprint test untuk menilai sudut arkus pedis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara arkus pedis dengan keluhan NPB pada perawat di RSIJCP pada Bulan November Tahun 2019 (p = 0,161; CI 95% 0.820-3,023)
Title: HUBUNGAN ARKUS PEDIS DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PERAWAT RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA TAHUN 2019HUBUNGAN ARKUS PEDIS DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PERAWAT RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA TAHUN 2019
Description:
Arcus longitudinalis medialis pedis merupakan lengkung telapak kaki yang secara normal berfungsi untuk mendistribusikan beban tubuh sehingga tubuh memiliki postur dan pergerakan yang lebih stabil.
Pada keadaan abnormal, arkus pedis dapat terlalu datar (pes planus) ataupun terlalu tinggi (pes cavus).
Kelainan pada arkus tersebut dapat mengakibatkan perubahan biomekanik dan menimbulkan efek kaskade pada sendi-sendi yang lebih proksimal sehingga dapat menimbulkan keluhan nyeri punggung bawah (NPB).
NPB sendiri memiliki prevalensi yang cukup tinggi yaitu 15- 45%.
Gejala ini dapat dipicu dan diperburuk oleh berbagai faktor, salah satunya adalah berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama seperti tuntutan profesi perawat.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan arcus pedis dengan keluhan NPB pada perawat Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP).
Desain penelitian ini adalah analisis observasional dengan metode case-control menggunakan 41 responden sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling.
Data dikumpulkan dengan menggunakan pengisian kuisioner untuk menilai keluhan NPB dan wet footprint test untuk menilai sudut arkus pedis.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara arkus pedis dengan keluhan NPB pada perawat di RSIJCP pada Bulan November Tahun 2019 (p = 0,161; CI 95% 0.
820-3,023).

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
Determinan Keluhan Nyeri Punggung pada Petani Padi saat Masa Tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar
Determinan Keluhan Nyeri Punggung pada Petani Padi saat Masa Tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar
Keluhan nyeri punggung merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh petani padi akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang dan dalam postur ker...
Penyuluhan Posisi Kerja Duduk Dalam Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Tulis
Penyuluhan Posisi Kerja Duduk Dalam Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Tulis
PENYULUHAN SIKAP KERJA DUDUK DAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DI DESA TRUSMI KULON KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON   Heni ...
KORELASI DURASI DUDUK TERHADAP TERJADINYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
KORELASI DURASI DUDUK TERHADAP TERJADINYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Latar belakang: Pelajar menghabiskan waktu atau melakukan kegiatan dalam posisi duduk yang lama. Duduk di kursi selama 8 jam atau lebih dapat meningkatkan ketegangan pada otot pung...
PENDEKATAN DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI
PENDEKATAN DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI
Pendahuluan: Nyeri punggung bawah menjadi penyebab kecatatan nomor satu secara global. Petani berisiko terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah. Hal ini karena p...
FAKTOR INDIVIDU DAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PRAMUNIAGA
FAKTOR INDIVIDU DAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PRAMUNIAGA
Nyeri punggung bawah adalah rasa nyeri pada tulang punggung bawah (tulang punggung lumbar L1–L5) dan merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dirasakan oleh pekerja...

Back to Top