Javascript must be enabled to continue!
KETURUNAN ANGLURAH SIDEMEN DALAM BABAD ARYA WANG BANG SIDEMEN (Kajian Historis)
View through CrossRef
Perjalanan hidup Anglurah Sidemen tidaklah begitu mulus. Ini terbukti dengan adanya berbagai peristiwa, bahkan hingga menyebabkan wafatnya Anglurah Sidemen II (I Gusti Kacang atau I Gusti Anglurah Dimade) oleh utusan raja Gelgel (I Bunglun) hanya karena persoalan ayam aduan. Putra beliau I Gusti Kaler yang pada waktu itu masih kecil, hampir diserang oleh pasukan Gelgel atas perintah raja Gelgel. Syukurlah beliau dimintakan maaf kepada raja Gelgel oleh paman-paman beliau yang ketika itu masih di Gelgel, sehingga raja membatalkan penyerangan itu.
Anglurah Sidemen III, IV, V, dan VI juga merupakan Anglurah yang sangat berjasa kepada raja Gelgel. Anglurah Sidemen ke VI berhasil menyelamatkan putra-putra raja Gelgel dari pembunuhan ketika istana Gelgel diserang oleh I Gusti Agung Maruti. Atas usaha Anglurah Sidemen pula raja Gelgel mampu mengembalikan tahta kerajaan Gelgel dari kekuasaan I Gusti Agung Maruti. Anglurah Sidemen VI memprakarsai pemindahan istana Swecapura Gelgel ke Klungkung pada tahun 1710. Pada Anglurah Sidemen VII berahirlah keturunan Arya Bang Sidemen menduduki jabatan Anglurah karena beliau diperdaya dan dibunuh oleh pasukan Karangasem di bawah pimpinan I Gusti Sibetan.
Peristiwanya bermula dengan adanya dendam raja Karangasem dan juga I Gusti Sibetan. Melihat kerajaan Klungkung yang besar dan makmur maka raja Karangasem berkeinginan meluaskan wilayahnya untuk menguasai Sidemen. Untuk itu raja Karangasem mempengaruhi I Gusti Sibetan agar mau membunuh I Gusti Anglurah Sidemen walau masih terhitung kerabat dekatnya. Mengingat Sidemen memiliki pasukan Dulang Mangap yang sangat kuat maka dibuatkanlah tipu daya. Anglurah Sidemen diberitahu bahwa wilayah kekusaannya di bagian timur terjadi keributan. Untuk itu beliau disarankan agar meninjau daerah wilayahnya dan menentramkannya. Beliau disarankan untuk tidak membawa pasukan karena I Gusti Sibetan berjanji akan membantunya. I Gusti Anglurah Sidemen akhirnya mengikuti saran I Gusti Sibetan. Beliau mendatangi daerah wilayah timur kekuasaannya untuk mengetahui keberadaan masyarakatnya di sana. Namun, ketika beliau baru tiba di wilayah Sibetan maka beliau diserang oleh pasukan Karangasem. Karena beliau hanya bertujuh maka beliau gugur di sana.
Semenjak terbunuhnya beliau maka daerah Sidemen dikuasai oleh raja Karangasem. Jabatan Anglurah Sidemen tidak digunakan lagi karena Sidemen sudah tidak lagi merupakan bagian kerajaan Asmarapura. Jadi masa Anglurah Sidemen VII merupakan masa surut atau berhentinya keturunan Ida Penataran sebagai Anglurah. Setelah itu, menyebarlah keturunan Arya Wang Bang Sidemen. Ada yang masih tinggal di desa Sidemen, ada yang ke Selat, Besakih, Ulakan, Klungkung, Petang, Alas Angker Buleleng, Badung, Jembrana, Bangli, Lombok bahkan ada yang ke Sumatra, Sulawesi dan sebagainya.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: KETURUNAN ANGLURAH SIDEMEN DALAM BABAD ARYA WANG BANG SIDEMEN (Kajian Historis)
Description:
Perjalanan hidup Anglurah Sidemen tidaklah begitu mulus.
Ini terbukti dengan adanya berbagai peristiwa, bahkan hingga menyebabkan wafatnya Anglurah Sidemen II (I Gusti Kacang atau I Gusti Anglurah Dimade) oleh utusan raja Gelgel (I Bunglun) hanya karena persoalan ayam aduan.
Putra beliau I Gusti Kaler yang pada waktu itu masih kecil, hampir diserang oleh pasukan Gelgel atas perintah raja Gelgel.
Syukurlah beliau dimintakan maaf kepada raja Gelgel oleh paman-paman beliau yang ketika itu masih di Gelgel, sehingga raja membatalkan penyerangan itu.
Anglurah Sidemen III, IV, V, dan VI juga merupakan Anglurah yang sangat berjasa kepada raja Gelgel.
Anglurah Sidemen ke VI berhasil menyelamatkan putra-putra raja Gelgel dari pembunuhan ketika istana Gelgel diserang oleh I Gusti Agung Maruti.
Atas usaha Anglurah Sidemen pula raja Gelgel mampu mengembalikan tahta kerajaan Gelgel dari kekuasaan I Gusti Agung Maruti.
Anglurah Sidemen VI memprakarsai pemindahan istana Swecapura Gelgel ke Klungkung pada tahun 1710.
Pada Anglurah Sidemen VII berahirlah keturunan Arya Bang Sidemen menduduki jabatan Anglurah karena beliau diperdaya dan dibunuh oleh pasukan Karangasem di bawah pimpinan I Gusti Sibetan.
Peristiwanya bermula dengan adanya dendam raja Karangasem dan juga I Gusti Sibetan.
Melihat kerajaan Klungkung yang besar dan makmur maka raja Karangasem berkeinginan meluaskan wilayahnya untuk menguasai Sidemen.
Untuk itu raja Karangasem mempengaruhi I Gusti Sibetan agar mau membunuh I Gusti Anglurah Sidemen walau masih terhitung kerabat dekatnya.
Mengingat Sidemen memiliki pasukan Dulang Mangap yang sangat kuat maka dibuatkanlah tipu daya.
Anglurah Sidemen diberitahu bahwa wilayah kekusaannya di bagian timur terjadi keributan.
Untuk itu beliau disarankan agar meninjau daerah wilayahnya dan menentramkannya.
Beliau disarankan untuk tidak membawa pasukan karena I Gusti Sibetan berjanji akan membantunya.
I Gusti Anglurah Sidemen akhirnya mengikuti saran I Gusti Sibetan.
Beliau mendatangi daerah wilayah timur kekuasaannya untuk mengetahui keberadaan masyarakatnya di sana.
Namun, ketika beliau baru tiba di wilayah Sibetan maka beliau diserang oleh pasukan Karangasem.
Karena beliau hanya bertujuh maka beliau gugur di sana.
Semenjak terbunuhnya beliau maka daerah Sidemen dikuasai oleh raja Karangasem.
Jabatan Anglurah Sidemen tidak digunakan lagi karena Sidemen sudah tidak lagi merupakan bagian kerajaan Asmarapura.
Jadi masa Anglurah Sidemen VII merupakan masa surut atau berhentinya keturunan Ida Penataran sebagai Anglurah.
Setelah itu, menyebarlah keturunan Arya Wang Bang Sidemen.
Ada yang masih tinggal di desa Sidemen, ada yang ke Selat, Besakih, Ulakan, Klungkung, Petang, Alas Angker Buleleng, Badung, Jembrana, Bangli, Lombok bahkan ada yang ke Sumatra, Sulawesi dan sebagainya.
.
Related Results
KISAH ADIPATI JAYAKUSUMA-PANEMBAHAN SENOPATI DALAM HISTORIOGRAFI BABAD
KISAH ADIPATI JAYAKUSUMA-PANEMBAHAN SENOPATI DALAM HISTORIOGRAFI BABAD
AbstractThis research is to elaborate the relationship between Adipati Jayakusuma from Pati and Panembahan Senopati from Mataram. Regarding historians give little attention to solv...
Pakeliran Wayang Babad Lakon Harya Penangsang: dari Kethoprak ke Pakeliran
Pakeliran Wayang Babad Lakon Harya Penangsang: dari Kethoprak ke Pakeliran
AbstractThe work of wayang babad performance Harya Penangsang is aimed at presenting the story of Harya Penangsang which originally came from the kethoprak performance into the way...
Nilai Keagamaan dalam Wawacan Babad Salira
Nilai Keagamaan dalam Wawacan Babad Salira
The background of the research is the lack of public knowledge about wawacan, whereas as one of the literary works of poetry genre, wawacan consists of purwakanti (rhyme) which con...
Jejak Raden Jaka Prabangkara pada Kerajaan Majapahit Abad ke-15 M dalam Babad Jaka Tingkir
Jejak Raden Jaka Prabangkara pada Kerajaan Majapahit Abad ke-15 M dalam Babad Jaka Tingkir
Raden Jaka Prabangkara was the son of Brawijaya V, the last king of the Majapahit Kingdom. He was the king's son of an ordinary woman or concubine. During the reign of his father, ...
Tindak Pidana Kriminalitas Perampokan Dalam Babad Demak
Tindak Pidana Kriminalitas Perampokan Dalam Babad Demak
Penelitian ini menganalisis adanya tindak pidana kriminalitas berupa perampokan dalam Babad Demak, khususnya jika ditinjau dari hukum positif Indonesia serta relevansinya dengan ha...
Representasi Kekerasan Verbal dalam Permainan Daring pada Pemain Game Online
Representasi Kekerasan Verbal dalam Permainan Daring pada Pemain Game Online
Abstract. Virtual communication is an online communication that utilizes the advances of technology namely the Internet, which contains about sending and receiving messages using h...
New bang-bang phase detectors for high-speed serial links
New bang-bang phase detectors for high-speed serial links
Bang-bang phase detector studies were carried out in this thesis. Based on the comparison of linear and non-linear phase detectors, a hybrid phase detector was proposed. It possess...
New bang-bang phase detectors for high-speed serial links
New bang-bang phase detectors for high-speed serial links
Bang-bang phase detector studies were carried out in this thesis. Based on the comparison of linear and non-linear phase detectors, a hybrid phase detector was proposed. It possess...

