Javascript must be enabled to continue!
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI LISAN BIDUK SAYAK MASYARAKAT DESA JERNIH
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lisan Biduk Sayak masyarakat desa Jernih. Penelitian ini dilakukan di Desa Jernih Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
Unsur-unsur yang terkandung dalam tradisi lisan biduk sayak, terdiri atas seniman tradisi lisan biduk sayak, alat musik, waktu dan tempat pertunjukan, kostum pemain, penonton, dan lagu yang disajikan dalam pementasan tradisi lisan biduk sayak. Keunikan tradisi lisan biduk sayak antara lain, Senimannya terdiri atas: pemain biola dengan senar tiga, pemain kicer/kecir, penggendang ketipung, penggendang celiti, dan vokalis atau penyanyi. Keunikan selanjutnya yaitu, Lirik lagu bentuk seperti pantun dan satu baid dengan baid lainnya saling terkait. Lirik-lirik suatu lagu pada suatu acara misalnya pernikahan, bisa saja digunakan untuk acara turun mandi, yang penting maknanya sampai dan cocok. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lisan biduk sayak yaitu nilai budaya, moral, dan religius. Nilai budaya yang ditemukan yaitu ketakwaan, bersyukur, kerukunan, kasih sayang, harapan, pengorbanan, keikhlasan, kesopanan, dan memberi nasihat, Selanjutnya nilai moral yang ditemukan dalam tradisi lisan biduk sayak yaitu tolong menolong dan saling menghargai. Nilai religius yang ditemukan ialah akhlak, keikhlasan, dan kedisiplinan.
Faculty of Education and Teacher Training, Jambi University
Title: NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI LISAN BIDUK SAYAK MASYARAKAT DESA JERNIH
Description:
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lisan Biduk Sayak masyarakat desa Jernih.
Penelitian ini dilakukan di Desa Jernih Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
Unsur-unsur yang terkandung dalam tradisi lisan biduk sayak, terdiri atas seniman tradisi lisan biduk sayak, alat musik, waktu dan tempat pertunjukan, kostum pemain, penonton, dan lagu yang disajikan dalam pementasan tradisi lisan biduk sayak.
Keunikan tradisi lisan biduk sayak antara lain, Senimannya terdiri atas: pemain biola dengan senar tiga, pemain kicer/kecir, penggendang ketipung, penggendang celiti, dan vokalis atau penyanyi.
Keunikan selanjutnya yaitu, Lirik lagu bentuk seperti pantun dan satu baid dengan baid lainnya saling terkait.
Lirik-lirik suatu lagu pada suatu acara misalnya pernikahan, bisa saja digunakan untuk acara turun mandi, yang penting maknanya sampai dan cocok.
Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lisan biduk sayak yaitu nilai budaya, moral, dan religius.
Nilai budaya yang ditemukan yaitu ketakwaan, bersyukur, kerukunan, kasih sayang, harapan, pengorbanan, keikhlasan, kesopanan, dan memberi nasihat, Selanjutnya nilai moral yang ditemukan dalam tradisi lisan biduk sayak yaitu tolong menolong dan saling menghargai.
Nilai religius yang ditemukan ialah akhlak, keikhlasan, dan kedisiplinan.
Related Results
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
MASYARAKAT DAN PERANANNYA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TARI SAYAK DI DESA AIR BATU KECAMATAN RENAH PEMBARAP KABUPATEN MERANGIN
MASYARAKAT DAN PERANANNYA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TARI SAYAK DI DESA AIR BATU KECAMATAN RENAH PEMBARAP KABUPATEN MERANGIN
Penulis tertarik untuk mengkaji penelitian ini yaitu keberadaan Tari Sayak di tengah masyarakat modern saat ini. Dimana sebelumnya Tari Sayak ini sempat hilang selama ±60 tahun la...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Baantaran Jujuran Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Sebagai Nilai Sosial Budaya
Baantaran Jujuran Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Sebagai Nilai Sosial Budaya
Tradisi merupakan warisan leluhur yang diyakini masyarakat sarat dengan nilai. Demikian juga dalam perkawinan adat Banjar terdiri dari berbagai tradisi, diantaranya maantar jujuran...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

