Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Buai Ba Ayun

View through CrossRef
Buai Ba Ayun merupakan sebuah karya tari yang berpijak pada tradisi Minangkabau, tepatnya di pesisir Padang, Sumatra Barat yaitu tari Buai. Tari Buai ini menceritakan tentang seorang ibu yang sedang membuai anak sambil berdendang.Karya tari ini merupakan proses lanjutan dari penciptaan karya pada koreografi III, namun tetap terdapat perubahan-perubahan baik secara gerak, kostum, penari, dan properti, serta adanya pengembangan isi tema.Jenis karya tari ini adalah koreografi kelompok yang ditarikan oleh 5 penari yang terdiri dari 2 penari perempuan dan 3 penari laki-laki. Karya tari ini bermula dari rangsang kinestetik dan idesional. Tipe tari yang digunakan adalah tipe tari dramatik, sedangkan mode penyajiannya adalah simbolik.Pemilihan budaya Minangkabau sebagai orientasi garapan tari, karena latar belakang keluarga penata berasal dari ranah Minang. Hal tersebut menjadi wajar karena latar belakang budaya setiap seniman sedikit banyak pasti berpengaruh terhadap penciptaan karya seninya. Karya tari ini diharapkan selain memberikan pengalaman visual kepada penikmat atau penonton, juga memberi pesan bahwa kasih sayang itu jangandisalah gunakan karena akan berakibat fatal dalam suatu hubungan.Kata Kunci : Buai, Kasih sayang, Koreografi
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Title: Buai Ba Ayun
Description:
Buai Ba Ayun merupakan sebuah karya tari yang berpijak pada tradisi Minangkabau, tepatnya di pesisir Padang, Sumatra Barat yaitu tari Buai.
Tari Buai ini menceritakan tentang seorang ibu yang sedang membuai anak sambil berdendang.
Karya tari ini merupakan proses lanjutan dari penciptaan karya pada koreografi III, namun tetap terdapat perubahan-perubahan baik secara gerak, kostum, penari, dan properti, serta adanya pengembangan isi tema.
Jenis karya tari ini adalah koreografi kelompok yang ditarikan oleh 5 penari yang terdiri dari 2 penari perempuan dan 3 penari laki-laki.
Karya tari ini bermula dari rangsang kinestetik dan idesional.
Tipe tari yang digunakan adalah tipe tari dramatik, sedangkan mode penyajiannya adalah simbolik.
Pemilihan budaya Minangkabau sebagai orientasi garapan tari, karena latar belakang keluarga penata berasal dari ranah Minang.
Hal tersebut menjadi wajar karena latar belakang budaya setiap seniman sedikit banyak pasti berpengaruh terhadap penciptaan karya seninya.
Karya tari ini diharapkan selain memberikan pengalaman visual kepada penikmat atau penonton, juga memberi pesan bahwa kasih sayang itu jangandisalah gunakan karena akan berakibat fatal dalam suatu hubungan.
Kata Kunci : Buai, Kasih sayang, Koreografi.

Related Results

ANALISIS LENGAN AYUN PADA MESIN PENGAYAK TEPUNG SAGU KAPASITAS 10 KG
ANALISIS LENGAN AYUN PADA MESIN PENGAYAK TEPUNG SAGU KAPASITAS 10 KG
Penelitian ini dilatarbelakangi pada pengolahan tepung sagu yang masih dilakukan manual atau dengan mesin seadanya khususnya pada daerah Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini dilakukan...
EFFECTIVENESS EVALUATION OF THE WATER USE PLAN IN THE BA RIVER BASIN
EFFECTIVENESS EVALUATION OF THE WATER USE PLAN IN THE BA RIVER BASIN
The Ba River basin has abundant water resources for agriculture and power generation. To respond to the socio-economic development of the basin, the water work system has been plan...
Penguatan Ideologi Pancasila Dalam Kehidupan Mahasiswa
Penguatan Ideologi Pancasila Dalam Kehidupan Mahasiswa
Pancasila as a state ideology has a fundamental role in shaping the character of students as agents of change in society. This research aims to examine the application of Pancasila...
Model Pendidikan Agama Anak bagi Wanita Karir Keluarga Muslim di Kota Malang
Model Pendidikan Agama Anak bagi Wanita Karir Keluarga Muslim di Kota Malang
Peran wanita sebagai Ibu rumah tangga ataupun wanita yang berkarir memiliki kewajiban yang sama untuk memberikan pendidikan agama bagi anak. Setiap Ibu memiliki tujuan pendidikan m...
The diversity and ecological roles of insects and arachnids in arabica coffee (Coffea arabica) plantation in Palasari, Bandung Regency
The diversity and ecological roles of insects and arachnids in arabica coffee (Coffea arabica) plantation in Palasari, Bandung Regency
Keanekaragaman komunitas artropoda dapat dijadikan sebagai bioindikator perubahan lingkungan khususnya pada sistem budi daya kopi dengan sistem pengelolaan yang beragam. Sistem pen...
Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah Untuk Meningkatkan Taraf Perekonomian Masyarakat
Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah Untuk Meningkatkan Taraf Perekonomian Masyarakat
Along with the increase in population in Tanjungpinang City, it also has an impact on the environment that is polluted by household waste that is left to accumulate in landfills an...
KONTEKSTUALISASI AYAT AL-QUR’AN DALAM MENGHADAPI FENOMENA HOAX
KONTEKSTUALISASI AYAT AL-QUR’AN DALAM MENGHADAPI FENOMENA HOAX
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena hoax yang marak terjadi di masyarakat. Mengapa berita hoax mudah tersebar di masyarakat dan bagaimana sikap kita menghadapi f...

Back to Top