Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MORFOFONOLOGI KATA POLIMORFEMIK BERKONSTRUKSI ALOMORF {mәŋ-} DAN MORFEM DASAR BERAWAL VOKAL DALAM BAHASA INDONESIA

View through CrossRef
This study aims to prove the morphophonology of polymorphemic words with allomorphic construction {mәŋ-} and basic morphemes with initial vowel phonemes /a/, /e-ε/, /ә/, /i-I/, /o-ͻ/, /u-U/: (a) unity of energy of nasal consonant /ŋ/ intra-syllable, and (b) segment of nasal consonant /ŋ/ intra-syllable, and (c) morphophonological process. The data collection involved listening and recording techniques followed by note-taking techniques. The recording was created using the Speech Analyzer Praat. This research contains six data: [mәŋtak], [mәŋekͻr], [mәŋәndap], [mәŋikat], [mәŋomba?], [mәŋukur]. Data analysis used a sound          approach with distributional methods and induction methods. The results of this study are (1) the unitary energy of the nasal consonant /ŋ/ in the syllable energy of the two polymorphemic words, for example [mә.ŋe.kͻr], and (2) the segmental sound of the entity nasal consonant /ŋ/ tough is at the onset of the second syllable. polymorphemic words, for example, [mә.ŋәn.dap], (3) between the sound sequences that the consonant-nasal entity /ŋ/ onset of the second syllable polymorphemic words, for example [mә.ŋi.kat], shifts to the first syllable coda so that the first syllable takes the form allomorph {mәŋ-}and basic morpheme {bond has the initial vowel phoneme /i/.Tujuan penelitian ini untuk menemukan morfofonologi kata polimorfemik berkonstruksi alomorf {mәŋ-} dan morfem dasar berfonem awal vokal /a/, /e-ε/, /ә/, /i-I/, /o-ͻ/, /u-U/ pada aspek: (a) kesatuan energi konsonan nasal /ŋ/ intrasilabel, dan (b) segmen bunyi konsonan nasal /ŋ/ di intrasilabel, serta (c) proses morfofonologinya. Penyediaan data menggunakan metode simak dan teknik rekam yang dilanjutkan dengan teknik catat. Perekaman dilakukan dengan menggunakan perangkat speech analyzer Praat. Penelitian ini terdapat enam kelompok data: [mәŋambil], [mәŋekͻr], [mәŋәndap], [mәŋikat], [mәŋomba?], [mәŋukur].  Data dianalisis menggunakan pendekatan akustik (getaran bunyi) dengan metode agih dan metode induksi. Hasil penelitian ini ialah (1) kesatuan energi dibuktikan entitas konsonan nasal /ŋ/ dalam kesatuan energi silabel kedua kata polimorfemik, misalnya [mә.ŋe.kͻr], dan (2) bunyi segmental dibuktikan entitas konsonan nasal /ŋ/ tegar berada pada onset silabel kedua kata polimorfemik, misalnya [mә.ŋәn.dap], (3) antarrangkaian bunyi bahwa entitas konsonan-nasal /ŋ/ onset silabel kedua kata polimorfemik, misalnya [mә.ŋi.kat], bergeser ke koda silabel kesatu sehingga silabel kesatu berwujud alomorf {mәŋ-} dan morfem dasar {ikat} berfonem awal vokal /i/.
Title: MORFOFONOLOGI KATA POLIMORFEMIK BERKONSTRUKSI ALOMORF {mәŋ-} DAN MORFEM DASAR BERAWAL VOKAL DALAM BAHASA INDONESIA
Description:
This study aims to prove the morphophonology of polymorphemic words with allomorphic construction {mәŋ-} and basic morphemes with initial vowel phonemes /a/, /e-ε/, /ә/, /i-I/, /o-ͻ/, /u-U/: (a) unity of energy of nasal consonant /ŋ/ intra-syllable, and (b) segment of nasal consonant /ŋ/ intra-syllable, and (c) morphophonological process.
The data collection involved listening and recording techniques followed by note-taking techniques.
The recording was created using the Speech Analyzer Praat.
This research contains six data: [mәŋtak], [mәŋekͻr], [mәŋәndap], [mәŋikat], [mәŋomba?], [mәŋukur].
Data analysis used a sound          approach with distributional methods and induction methods.
The results of this study are (1) the unitary energy of the nasal consonant /ŋ/ in the syllable energy of the two polymorphemic words, for example [mә.
ŋe.
kͻr], and (2) the segmental sound of the entity nasal consonant /ŋ/ tough is at the onset of the second syllable.
polymorphemic words, for example, [mә.
ŋәn.
dap], (3) between the sound sequences that the consonant-nasal entity /ŋ/ onset of the second syllable polymorphemic words, for example [mә.
ŋi.
kat], shifts to the first syllable coda so that the first syllable takes the form allomorph {mәŋ-}and basic morpheme {bond has the initial vowel phoneme /i/.
Tujuan penelitian ini untuk menemukan morfofonologi kata polimorfemik berkonstruksi alomorf {mәŋ-} dan morfem dasar berfonem awal vokal /a/, /e-ε/, /ә/, /i-I/, /o-ͻ/, /u-U/ pada aspek: (a) kesatuan energi konsonan nasal /ŋ/ intrasilabel, dan (b) segmen bunyi konsonan nasal /ŋ/ di intrasilabel, serta (c) proses morfofonologinya.
Penyediaan data menggunakan metode simak dan teknik rekam yang dilanjutkan dengan teknik catat.
Perekaman dilakukan dengan menggunakan perangkat speech analyzer Praat.
Penelitian ini terdapat enam kelompok data: [mәŋambil], [mәŋekͻr], [mәŋәndap], [mәŋikat], [mәŋomba?], [mәŋukur].
  Data dianalisis menggunakan pendekatan akustik (getaran bunyi) dengan metode agih dan metode induksi.
Hasil penelitian ini ialah (1) kesatuan energi dibuktikan entitas konsonan nasal /ŋ/ dalam kesatuan energi silabel kedua kata polimorfemik, misalnya [mә.
ŋe.
kͻr], dan (2) bunyi segmental dibuktikan entitas konsonan nasal /ŋ/ tegar berada pada onset silabel kedua kata polimorfemik, misalnya [mә.
ŋәn.
dap], (3) antarrangkaian bunyi bahwa entitas konsonan-nasal /ŋ/ onset silabel kedua kata polimorfemik, misalnya [mә.
ŋi.
kat], bergeser ke koda silabel kesatu sehingga silabel kesatu berwujud alomorf {mәŋ-} dan morfem dasar {ikat} berfonem awal vokal /i/.

Related Results

ANALISIS MORFEM PADA KATA ULANG “ROBOHNYA SURAU KAMI” KARYA ALI AKBAR NAVIS
ANALISIS MORFEM PADA KATA ULANG “ROBOHNYA SURAU KAMI” KARYA ALI AKBAR NAVIS
Morfologi merupakan salah satu bagian dari cabang linguistik atau ilmu bahasa. Secara etimologi kata morfologi berasal dari kata morf yang berarti ‘bentuk’ dan kata logi yang berar...
FONOLOGI BAHASA PRANCIS
FONOLOGI BAHASA PRANCIS
Understanding phonology is the pivotal thing in learning foreign language. By understanding the target language phonology, learners will be easier to learn foreign language pronunc...
Pengenalan kepada Sistem Vokal Bahasa Punan
Pengenalan kepada Sistem Vokal Bahasa Punan
Kaum Punan merupakan etnik minoriti mendiami kawasan sungai Kemena di Bintulu dan hulu sungai Rejang di Belaga Sarawak. Berdasarkan maklumat yang direkodkan oleh Punan National Ass...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Analisis Bahasa Muna di Sulawesi Tenggara
Analisis Bahasa Muna di Sulawesi Tenggara
Bahasa Muna merupakan salah satu bahasa daerah yang dituturkan oleh Masyarakat suku Muna yang ada di Sulawesi Tenggara. Bahasa Muna tergolong sebagai Bahasa vokalis karena setiap k...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
Dinamika Pembentukan Kata Bahasa Indonesia
Dinamika Pembentukan Kata Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa di dunia tidak mungkin mempertahankan kemurnian dan kemandiriannya. Bahkan, bahasa Indonesia tergolong bahasa yang tidak murni karena dar...
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
Tebet Ecopark adalah taman yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2022 dan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari kedudukan b...

Back to Top