Javascript must be enabled to continue!
Life cycle assessment proses pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore
View through CrossRef
Penggunaan batubara dalam negeri didominasi oleh sektor pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kegiatan pendistribusian batubara menuju PLTU merupakan salah satu kegiatan yang memberikan dampak adanya emisi dalam rantai pasokan batubara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi aliran input-output pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore, menentukan besaran dampak emisi GRK dan asidifikasi proses pengadaan bahan baku batubara, serta menentukan upaya kegiatan untuk meminimalkan dampak emisi tersebut. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan life cycle assessment yang terdiri dari tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, analisis dampak, dan interpretasi dampak. Penghitungan dampak emisi GRK dan asidifikas dilakukan berdasarkan unit fungsional jumlah batubara (ton) yang dipasok ke PLTU Tidore Kepulauan. Hasil dari penelitian ini mendapatkan potensi dampak emisi kegiatan pendistribusian dari tambang batubara ke jeti Bunati sebesar 46,40 kg-CO2eq/ton dan 4,52E-01kg-SO2eq/ton, jeti Bunati ke jeti Tidore sebesar 28944,40 kg-CO2eq/ton dan 462,41 kg-SO2eq/ton, jeti PLTU ke coal yard sebesar 1,29 kg-CO2eq/ton dan 1,26E-02 kg-SO2eq/ton. Rekomendasi yang diberikan untuk mereduksi emisi adalah substitusi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dengan cara cofiring serta meningkatkan efisiensi pada sistem transportasi laut dan menggantikan transportasi truk pengangkut batubara dengan overload conveyor.
Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA
Title: Life cycle assessment proses pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore
Description:
Penggunaan batubara dalam negeri didominasi oleh sektor pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Kegiatan pendistribusian batubara menuju PLTU merupakan salah satu kegiatan yang memberikan dampak adanya emisi dalam rantai pasokan batubara.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi aliran input-output pengadaan bahan baku batubara pembangkit listrik tenaga uap Tidore, menentukan besaran dampak emisi GRK dan asidifikasi proses pengadaan bahan baku batubara, serta menentukan upaya kegiatan untuk meminimalkan dampak emisi tersebut.
Metode penelitian yang dilakukan menggunakan life cycle assessment yang terdiri dari tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, analisis dampak, dan interpretasi dampak.
Penghitungan dampak emisi GRK dan asidifikas dilakukan berdasarkan unit fungsional jumlah batubara (ton) yang dipasok ke PLTU Tidore Kepulauan.
Hasil dari penelitian ini mendapatkan potensi dampak emisi kegiatan pendistribusian dari tambang batubara ke jeti Bunati sebesar 46,40 kg-CO2eq/ton dan 4,52E-01kg-SO2eq/ton, jeti Bunati ke jeti Tidore sebesar 28944,40 kg-CO2eq/ton dan 462,41 kg-SO2eq/ton, jeti PLTU ke coal yard sebesar 1,29 kg-CO2eq/ton dan 1,26E-02 kg-SO2eq/ton.
Rekomendasi yang diberikan untuk mereduksi emisi adalah substitusi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dengan cara cofiring serta meningkatkan efisiensi pada sistem transportasi laut dan menggantikan transportasi truk pengangkut batubara dengan overload conveyor.
Related Results
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Energi listrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak digunakan dalam aktivitas manusia sehari-hari. pemenuhan kebutuhan energi listrik dapat meningkatkan kesejahtera...
Perbaikan Keandalan PLTU Tembilahan dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit
Perbaikan Keandalan PLTU Tembilahan dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit
Untuk memastikan keandalan sistem pembangkit yang baik, adanya unit pembangkit yang beroperasi atau cadangan daya yang memadai di sistem pembangkit sangatlah penting. Ketersediaan ...
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid dengan Proteksi Baterai
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid dengan Proteksi Baterai
Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi keperluan rumah tangga, namun banyak daerah di Indonesia yang masih belum terakses listrik PLN. Untuk menghasilkan listrik dapat dilakuka...
RANCANG BANGUN ALAT PEMARUT KELAPA MENGGUNAKAN TENAGA LISTRIK
RANCANG BANGUN ALAT PEMARUT KELAPA MENGGUNAKAN TENAGA LISTRIK
Di zaman era modern ini masih banyak ibu rumah tangga, masih menggunakan alat pemarut manual, yaitu dengan menggunakan alat parut yang terbuat dari pelat besi yang permukaannya mem...
ANALISIS INVERTER PADA PEMBANGKIT LISTRIK KAPAGEN DENGAN MENGGUNAKAN GROUNDING
ANALISIS INVERTER PADA PEMBANGKIT LISTRIK KAPAGEN DENGAN MENGGUNAKAN GROUNDING
Kapagen merupakan alat pembangkit listrik yang terdiri dari berapa bagian yaitu, Akumulator, Inverter, Induktor, Grounding Elektroda, Charger akumulator dan terminal beban. Pembang...
ANALISA EXERGI SISTEM KOGENERASI SIKLUS KOMBINASI
ANALISA EXERGI SISTEM KOGENERASI SIKLUS KOMBINASI
Salah satu sektor pemakai terbesar energi fosil adalah Pusat Listrik Tenaga Gas, sehingga optimalisasi konservasi energi pada pusat listrik ini menjadi signifikan. Untuk mengetahui...
Analisis Concentrated Winding Menggunakan Metode Clockwise dan Kombinasi pada PMSG 12S8P
Analisis Concentrated Winding Menggunakan Metode Clockwise dan Kombinasi pada PMSG 12S8P
Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kemajuan teknologi, meningkatnya kebutuhan energi listrik harus diiringi dengan mening...
Analisa Keekonomian dan Optimalisasi Sistem Pembangkit Listrik Hybrid Tenaga Diesel, Tenaga Surya dan Tenaga Hydrogen pada Pulau Sebesi Provinsi Lampung
Analisa Keekonomian dan Optimalisasi Sistem Pembangkit Listrik Hybrid Tenaga Diesel, Tenaga Surya dan Tenaga Hydrogen pada Pulau Sebesi Provinsi Lampung
Pulau Sebesi di Provinsi Lampung saat ini masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk kebutuhan energinya, dengan beban rata-rata sebesar 100 kW dan biaya poko...


