Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)

View through CrossRef
Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan. Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaatkan untuk penanaman tanaman jagung yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan perkebunan. Tanaman jagung sebagai salah satu tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi perlu diukur potensinya secara agronomi untuk digunakan sebagai tanaman sela. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk N terhadap pertumbuhan tanaman jagung yang digunakan sebagai tanaman sela di areal TBM Kelapa sawit. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua perlakuan yaitu jarak tanam (J) sebagai faktor pertama, terdiri dari 4 taraf yaitu J1, J2, J3, J4 dengan jarak tanam berturut-turut sebagai berikut : 20 cm x 35 cm, 20 cm x 70 cm, 20 cm x 105 cm, 20 cm x 145 cm. Faktor kedua adalah Dosis pupuk NPK 16-16-16 (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0, D1, D2 dan D3 masing-masing dengan dosis 0 g/pohon, 3 g/pohon, 6 g/pohon, 9 g/pohon; diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 plot penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh  nyata terhadap jumlah daun umur 5 MST, tinggi tanaman umur 5 MST, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar dan kering akar;  tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun  umur 2-4 MST dan 6 MST,  tinggi tanaman umur 2-4 MST dan 6 MST, diameter batang jagung umur 2 – 6 MST. Perlakuan dosis pupuk (D) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 MST, berat segar dan kering tajuk umur, berat segar dan kering akar; tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 – 6 MST, tinggi tanaman umur 2, 3 dan 6 MST, diameter batang jagung umur 2 – 6 MST, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 5 MST, tinggi tanaman umur 5 MST, bobot segar dan kering tajuk, serta bobot segar dan kering akar. Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhdap tinggi tanaman umur 5 MST, berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar; tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 – 6 MST, tinggi tanaman umur 1, 3 4, dan 6 MST, diameter batang umur 2-6 MST. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jarak tanam jagung yang terbaik untuk tanaman jagung yang ditanam sebagai tanaman sela adalah 20 cm x 145 cm,  memberikan hasil terbaik terhadap tingi tanaman (cm) dan berat biji jagung (g) dengan dosis pupuk NPK yang terbaik adalah 9 g/pohon memberikan hasil yang terbaik terhadap berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar, berat biji tanaman jagung per plot. Interaksi yang terbaik adalah J4D3 yaitu jarak tanam 20 cm x 145 cm dengan dosis pupuk 9 g/pohon, ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar dan kering akar, berat biji tanaman per plot. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan meningkatkan dosis pupuk.
Title: PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
Description:
Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan.
Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaatkan untuk penanaman tanaman jagung yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan perkebunan.
Tanaman jagung sebagai salah satu tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi perlu diukur potensinya secara agronomi untuk digunakan sebagai tanaman sela.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk N terhadap pertumbuhan tanaman jagung yang digunakan sebagai tanaman sela di areal TBM Kelapa sawit.
Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua perlakuan yaitu jarak tanam (J) sebagai faktor pertama, terdiri dari 4 taraf yaitu J1, J2, J3, J4 dengan jarak tanam berturut-turut sebagai berikut : 20 cm x 35 cm, 20 cm x 70 cm, 20 cm x 105 cm, 20 cm x 145 cm.
Faktor kedua adalah Dosis pupuk NPK 16-16-16 (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0, D1, D2 dan D3 masing-masing dengan dosis 0 g/pohon, 3 g/pohon, 6 g/pohon, 9 g/pohon; diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 plot penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh  nyata terhadap jumlah daun umur 5 MST, tinggi tanaman umur 5 MST, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar dan kering akar;  tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun  umur 2-4 MST dan 6 MST,  tinggi tanaman umur 2-4 MST dan 6 MST, diameter batang jagung umur 2 – 6 MST.
Perlakuan dosis pupuk (D) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 MST, berat segar dan kering tajuk umur, berat segar dan kering akar; tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 – 6 MST, tinggi tanaman umur 2, 3 dan 6 MST, diameter batang jagung umur 2 – 6 MST, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 5 MST, tinggi tanaman umur 5 MST, bobot segar dan kering tajuk, serta bobot segar dan kering akar.
Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhdap tinggi tanaman umur 5 MST, berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar; tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 – 6 MST, tinggi tanaman umur 1, 3 4, dan 6 MST, diameter batang umur 2-6 MST.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah jarak tanam jagung yang terbaik untuk tanaman jagung yang ditanam sebagai tanaman sela adalah 20 cm x 145 cm,  memberikan hasil terbaik terhadap tingi tanaman (cm) dan berat biji jagung (g) dengan dosis pupuk NPK yang terbaik adalah 9 g/pohon memberikan hasil yang terbaik terhadap berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar, berat biji tanaman jagung per plot.
Interaksi yang terbaik adalah J4D3 yaitu jarak tanam 20 cm x 145 cm dengan dosis pupuk 9 g/pohon, ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar dan kering akar, berat biji tanaman per plot.
Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan meningkatkan dosis pupuk.

Related Results

PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays L.)
PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays L.)
Penelitian tentang Kajian Dosis Pupuk Kandang Kambing Dan  Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung ketan (Zea mays L.) dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober  â€“ 20 ...
pemberian dosis pupuk kandang kambing dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt)
pemberian dosis pupuk kandang kambing dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt)
Penelitian ini tentang Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Organik Kotoran Kambing Dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) di...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis  dan dosis pupuk organik dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan (Physalis angul...
Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Kinerja Perkebunan Kelapa di Indonesia
Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Kinerja Perkebunan Kelapa di Indonesia
Perkembangan perkebunan kelapa sawit yang cepat dan dalam waktu yang relatif pendek diduga dapat menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya adalah konversi lahan perkebunan n...
Kandungan Asam Laktat Dan Total Bakteri Asam Laktat Silase Jerami Jagung (Zea mays. L) Dengan Penambahan Aditif Yang Berbeda
Kandungan Asam Laktat Dan Total Bakteri Asam Laktat Silase Jerami Jagung (Zea mays. L) Dengan Penambahan Aditif Yang Berbeda
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan asam laktat dan total bakteri asam laktat silase jerami jagung (Zea mays. L) dengan penambahan aditif yan...

Back to Top