Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Pelatihan Pengangkutan Zat Radioaktif untuk Pemangku Kepentingan yang Terkait

View through CrossRef
Abstract Ionizing radiation, that exposed by radioactive material as part of the nuclear energy, has been used in some activities, such as in research and development, medical, and industries fields. The radioactive material utilization needs transportation supporting activities. Transport of radioactive material is a transfer of radioactive material from one place to another place through a public area, use inland, sea, or air transportation mode. Radioactive material is existent in public area when transportation is executing needs compliance with established radiation safety and security standards. By the reasons, it is needed comprehension and competency standards for each related stake holder on transport activities. A literature study on the development of training on the transport of radioactive material for each related stakeholder has been conducted. The competency standards should include knowledge, skills, and attitudes aspect. An identified competency standards should be expressed in to training subjects, includes introduction, radiation safety technical aspects, handling of radioactive material packaged in custom area, security technical aspect, procedures for escorting of dangerous goods, management system, emergency preparedness and response, administrative procedural, and practical session for handling of radioactive material packaged. For each training, subjects should be created detail basic competencies and working success indicators as a basic for developing of curricula, syllabus, teaching material and planning. Keywords: training, radioactive material, ionizing radiation, transportation Abstrak Radiasi pengion yang dipancarkan zat radioaktif sebagai bagian dari tenaga nuklir telah dimanfaatkan di berbagai bidang kegiatan, meliputi penelitian dan pengembangan, kesehatan, serta industri. Kegiatan penggunaan zat radioaktif memerlukan dukungan pengangkutan zatradioaktif. Pengangkutan zat radioaktif merupakan pemindahan zat radioaktif dari suatu tempat ketempat lain melalui jaringan lalu lintas umum, baik menggunakan angkutan darat, laut, maupun udara. Keberadaan zat radioaktif di area public pada saat berlangsungnya pengangkutan memerlukan pemenuhan persyaratan keselamatan radiasi dan keamanan sesuai standar yang berlaku. Dengan demikian dibutuhkan pemahaman dan standar kompetensi untuk setiap pemangku kepentingan terkait. Telah dilakukan kajian pustaka dalam rangka pengembangan silabus pelatihan pengangkutan zat radioaktif untuk pemangku kepentingan yang terkait. Standar kompetensi dimaksud harus mencakup aspek pengetahuan (knowledges), ketrampilan (skills), dan sikap (attitudes). Standar kompetensi yang teridentifikasi selanjutnya diwujudkan ke dalam mata pelatihan, meliputi pengantar materi, aspek teknis keselamatan radiasi, penanganan bungkusan zatradioaktif di kawasan kepabeanan, aspek teknis keamanan, prosedur pengawalan pengangkutan bahan berbahaya dan beracun, sistem menajemen, kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan, tata laksana administratif, dan praktikum penanganan bungkusan zat radioaktif. Untuk setiap mata pelatihan harus dirumuskan rincian kompetensi dasar dan indikator keberhasilan kerja yang menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum, silabus, hingga bahan ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kata-kata Kunci: pelatihan, zat radioaktif, radiasi pengion, pengangkutan
Title: Pengembangan Pelatihan Pengangkutan Zat Radioaktif untuk Pemangku Kepentingan yang Terkait
Description:
Abstract Ionizing radiation, that exposed by radioactive material as part of the nuclear energy, has been used in some activities, such as in research and development, medical, and industries fields.
The radioactive material utilization needs transportation supporting activities.
Transport of radioactive material is a transfer of radioactive material from one place to another place through a public area, use inland, sea, or air transportation mode.
Radioactive material is existent in public area when transportation is executing needs compliance with established radiation safety and security standards.
By the reasons, it is needed comprehension and competency standards for each related stake holder on transport activities.
A literature study on the development of training on the transport of radioactive material for each related stakeholder has been conducted.
The competency standards should include knowledge, skills, and attitudes aspect.
An identified competency standards should be expressed in to training subjects, includes introduction, radiation safety technical aspects, handling of radioactive material packaged in custom area, security technical aspect, procedures for escorting of dangerous goods, management system, emergency preparedness and response, administrative procedural, and practical session for handling of radioactive material packaged.
For each training, subjects should be created detail basic competencies and working success indicators as a basic for developing of curricula, syllabus, teaching material and planning.
Keywords: training, radioactive material, ionizing radiation, transportation Abstrak Radiasi pengion yang dipancarkan zat radioaktif sebagai bagian dari tenaga nuklir telah dimanfaatkan di berbagai bidang kegiatan, meliputi penelitian dan pengembangan, kesehatan, serta industri.
Kegiatan penggunaan zat radioaktif memerlukan dukungan pengangkutan zatradioaktif.
Pengangkutan zat radioaktif merupakan pemindahan zat radioaktif dari suatu tempat ketempat lain melalui jaringan lalu lintas umum, baik menggunakan angkutan darat, laut, maupun udara.
Keberadaan zat radioaktif di area public pada saat berlangsungnya pengangkutan memerlukan pemenuhan persyaratan keselamatan radiasi dan keamanan sesuai standar yang berlaku.
Dengan demikian dibutuhkan pemahaman dan standar kompetensi untuk setiap pemangku kepentingan terkait.
Telah dilakukan kajian pustaka dalam rangka pengembangan silabus pelatihan pengangkutan zat radioaktif untuk pemangku kepentingan yang terkait.
Standar kompetensi dimaksud harus mencakup aspek pengetahuan (knowledges), ketrampilan (skills), dan sikap (attitudes).
Standar kompetensi yang teridentifikasi selanjutnya diwujudkan ke dalam mata pelatihan, meliputi pengantar materi, aspek teknis keselamatan radiasi, penanganan bungkusan zatradioaktif di kawasan kepabeanan, aspek teknis keamanan, prosedur pengawalan pengangkutan bahan berbahaya dan beracun, sistem menajemen, kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan, tata laksana administratif, dan praktikum penanganan bungkusan zat radioaktif.
Untuk setiap mata pelatihan harus dirumuskan rincian kompetensi dasar dan indikator keberhasilan kerja yang menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum, silabus, hingga bahan ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Kata-kata Kunci: pelatihan, zat radioaktif, radiasi pengion, pengangkutan.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Sejarah Garam Madura: Rivalitas Pengangkutan Garam Madura 1912-1981
Sejarah Garam Madura: Rivalitas Pengangkutan Garam Madura 1912-1981
Aktivitas pengangkutan garam Madura merupakan salah satu ekonomi strategis bagi pemerintah maupun masyarakat sejak lama. Oleh karenanya, aktivitas pengangkutan garam pada awalnya b...
Eksplorasi Faktor Keberlanjutan Sosial dalam Konstruksi Berkelanjutan
Eksplorasi Faktor Keberlanjutan Sosial dalam Konstruksi Berkelanjutan
Pertimbangan lingkungan, ekonomi, dan sosial merupakan tiga dimensi penting yang membentuk konstruksi berkelanjutan. Namun, para pemangku kepentingan di industri konstruksi masih k...
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari normal. Kekurangan oksigen dalam jaringan otak dan otot menyebabkan gejala anemia, seperti lemah...
IDENTIFIKASI SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR KOTA PALEMBANG
IDENTIFIKASI SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR KOTA PALEMBANG
Sistem pengangkutan sampah merupakan bagian dari sistem pengelolaan sampah perkotaan. Sistem pengangkutan yang baik akan meningkatkan tingkat pelayanan sampah terutama pada sistem ...
Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Kelor Slamen Yogyakarta
Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Kelor Slamen Yogyakarta
Abstrak. Penelitian ini mengkaji model pengembangan destinasi wisata pedesaan dengan fokus pada Desa Kelor di Sleman, Yogyakarta. Sebagai kawasan wisata pedesaan, Desa Kelor mengg...
Peningkatan Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya di Bidang Pelayaran
Peningkatan Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya di Bidang Pelayaran
Dalam rangka meningkatkan penanganan pengangkutan barang berbahaya di bidang pelayaran yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat / stakeholder pelayaran, berbagai jenis dan be...

Back to Top