Javascript must be enabled to continue!
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS KEPADA DISABILITAS TULI
View through CrossRef
Pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini terhadap penyakit tidak menular (PTM). tidak terkecuali dapat diberikan kepada disabilitas tuli. Disabilitas tuli seringkali mengalami kesulitan dalam mengakses informasi tentang kesehatan dan layanan kesehatan. Hal ini dapat disebabkan oleh hambatan bahasa, keterbatasan aksesibilitas media, dan kurangnya pengetahuan tentang hak-hak mereka. Disabilitas tuli dapat mengalami diskriminasi dan stigma dalam sistem perawatan kesehatan, yang dapat membuat mereka enggan untuk mencari layanan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan gratis bertujuan memberikan kesempatan bagi disabilitas tuli untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang penyakit degeneratif, termasuk cara pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dari hasil pemeriksaan 44 orang penderita disabilitas, terdapat 27,27 % menderita hipertensi, disusul 22,72 % menderta kolesterol 9,09 % , 2,27% menderita diabetes. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat secara umum berjalan dengan lancar dan masalah kesehatan pada lansia paling banyak adalah asam urat. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini kesadaran masyarakat khususnya disabilitas tuli tentang kesehatan dapat meningkat agar diperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Title: PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS KEPADA DISABILITAS TULI
Description:
Pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini terhadap penyakit tidak menular (PTM).
tidak terkecuali dapat diberikan kepada disabilitas tuli.
Disabilitas tuli seringkali mengalami kesulitan dalam mengakses informasi tentang kesehatan dan layanan kesehatan.
Hal ini dapat disebabkan oleh hambatan bahasa, keterbatasan aksesibilitas media, dan kurangnya pengetahuan tentang hak-hak mereka.
Disabilitas tuli dapat mengalami diskriminasi dan stigma dalam sistem perawatan kesehatan, yang dapat membuat mereka enggan untuk mencari layanan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan gratis bertujuan memberikan kesempatan bagi disabilitas tuli untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang penyakit degeneratif, termasuk cara pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan.
Hal ini dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Dari hasil pemeriksaan 44 orang penderita disabilitas, terdapat 27,27 % menderita hipertensi, disusul 22,72 % menderta kolesterol 9,09 % , 2,27% menderita diabetes.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat secara umum berjalan dengan lancar dan masalah kesehatan pada lansia paling banyak adalah asam urat.
Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini kesadaran masyarakat khususnya disabilitas tuli tentang kesehatan dapat meningkat agar diperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Related Results
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat (1) dan UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. UU 1945 Pasal 28H Ayat (1) men...
Determinan pemanfaatan pemeriksaan kesehatan gratis pada lansia di Desa Bedali, Kabupaten Malang
Determinan pemanfaatan pemeriksaan kesehatan gratis pada lansia di Desa Bedali, Kabupaten Malang
Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menjadi salah satu tantangan dalam sistem kesehatan masyarakat. Lansia memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kronis sehing...
Naskah Kebijakan Pendanaan Riset Disabilitas sebagai Bagian dari Prioritas Nasional: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pendanaan Riset Disabilitas sebagai Bagian dari Prioritas Nasional: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara yang turut menyepakati rencana aksi global atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesen...
Perilaku Imitasi Pekerja Non Tuli pada Pekerja Tuli (Studi Komunikasi Kelompok di Media KamiBijak)
Perilaku Imitasi Pekerja Non Tuli pada Pekerja Tuli (Studi Komunikasi Kelompok di Media KamiBijak)
Human will always communicate throughout their lives and one of the examples is in the work environment. In a work group, a good communication between the employees is essential to...
IMPLEMENTASI AKSESIBILITAS FASILITAS PUBLIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS
IMPLEMENTASI AKSESIBILITAS FASILITAS PUBLIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS
<p class="AbstractText"><em>People with disabilities</em><em> </em><em>in their lives still experience various</em><em> </em>&...
Quo Vadis Komisi Nasional Disabilitas?
Quo Vadis Komisi Nasional Disabilitas?
Pengesahan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegiat disabilitas secara nasional. Penempatan Sekr...
Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Melalui Kegiatan Cek Kesehatan Gratis
Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Melalui Kegiatan Cek Kesehatan Gratis
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan cek kesehatan gratis yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen dari Prog...

