Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Konsep Asthabrata sebagai Landasan Hidup Generasi Z

View through CrossRef
Generation Z is often referred to as the "strawberry generation," implying a generation with a weak mentality in the eyes of previous generations. However, like other generations, Generation Z also exhibits characteristics that are both beneficial and challenging. As the future inheritors of civilization, efforts are needed to ensure Generation Z does not truly become the "strawberry generation." One step is to explore the unique leadership values of the Nusantara region, specifically the Asthabrata principles from Yasadipura I's Serat Rama. The objective of this study is to explain the implementation of Asthabrata as a foundation for Generation Z. The research method employed is a descriptive qualitative approach. The data analysis method employed is the Miles & Huberman data analysis method, which consists of four sequential stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. In conducting the analysis, the theoretical framework employed is Bronislaw Malinowski's functionalism, combined with Abrams' pragmatic approach. The results obtained indicate that Asthabrata leadership can be implemented in addressing the characteristics of Generation Z. As a foundation for life, Asthabrata leadership can serve as a perspective for Generation Z in selecting and choosing their path toward a better future. === Generasi Z sering dipandang sebagai ‘generasi stroberi’ yang bermakna generasi yang bermental lemah oleh generasi sebelumnya. Akan tetapi, sama seperti generasi lainnya, generasi Z juga memiliki karakteristik yang dinilai baik dan buruk. Sebagai penerus peradaban ke depan, dibutuhkan upaya agar generasi Z tidak benar-benar menjadi generasi stroberi. Salah satu langkahnya adalah menggali nilai-nilai kepemimpinan khas Nusantara, dalam hal ini Asthabrata dalam Serat Rama karya Yasadipura I. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan implementasi Asthabrata sebagai landasan generasi Z. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Adapun analisis data menggunakan metode analisis data Miles & Huberman yang memiliki empat tahap secara berurutan, yaitu tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Dalam melaksanakan analisis, teori yang digunakan adalah fungsionalisme Bronislaw Malinowski dengan pendekatan pragmatic Abrams. Hasil yang didapatkan, bahwa kepemimpinan Asthabrata dapat diimplementasikan dalam menghadapi karakteristik generasi Z. Sebagai landasan berkehidupan, kepemimpinan Asthabrata dapat menjadi cara pandang bagi generasi Z dalam memilah dan memilih langkahnya menuju masa depan lebih baik.
Title: Implementasi Konsep Asthabrata sebagai Landasan Hidup Generasi Z
Description:
Generation Z is often referred to as the "strawberry generation," implying a generation with a weak mentality in the eyes of previous generations.
However, like other generations, Generation Z also exhibits characteristics that are both beneficial and challenging.
As the future inheritors of civilization, efforts are needed to ensure Generation Z does not truly become the "strawberry generation.
" One step is to explore the unique leadership values of the Nusantara region, specifically the Asthabrata principles from Yasadipura I's Serat Rama.
The objective of this study is to explain the implementation of Asthabrata as a foundation for Generation Z.
The research method employed is a descriptive qualitative approach.
The data analysis method employed is the Miles & Huberman data analysis method, which consists of four sequential stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion.
In conducting the analysis, the theoretical framework employed is Bronislaw Malinowski's functionalism, combined with Abrams' pragmatic approach.
The results obtained indicate that Asthabrata leadership can be implemented in addressing the characteristics of Generation Z.
As a foundation for life, Asthabrata leadership can serve as a perspective for Generation Z in selecting and choosing their path toward a better future.
=== Generasi Z sering dipandang sebagai ‘generasi stroberi’ yang bermakna generasi yang bermental lemah oleh generasi sebelumnya.
Akan tetapi, sama seperti generasi lainnya, generasi Z juga memiliki karakteristik yang dinilai baik dan buruk.
Sebagai penerus peradaban ke depan, dibutuhkan upaya agar generasi Z tidak benar-benar menjadi generasi stroberi.
Salah satu langkahnya adalah menggali nilai-nilai kepemimpinan khas Nusantara, dalam hal ini Asthabrata dalam Serat Rama karya Yasadipura I.
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan implementasi Asthabrata sebagai landasan generasi Z.
Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif.
Adapun analisis data menggunakan metode analisis data Miles & Huberman yang memiliki empat tahap secara berurutan, yaitu tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Dalam melaksanakan analisis, teori yang digunakan adalah fungsionalisme Bronislaw Malinowski dengan pendekatan pragmatic Abrams.
Hasil yang didapatkan, bahwa kepemimpinan Asthabrata dapat diimplementasikan dalam menghadapi karakteristik generasi Z.
Sebagai landasan berkehidupan, kepemimpinan Asthabrata dapat menjadi cara pandang bagi generasi Z dalam memilah dan memilih langkahnya menuju masa depan lebih baik.

Related Results

Aktualisasi Etika Kepemimpinan Jawa dalam Asthabrata
Aktualisasi Etika Kepemimpinan Jawa dalam Asthabrata
Nama Asthabrata sangat populer dalam kehidupan masyarakat Jawa karena sering muncul dalarn pagelaran wayang purwa. Ajaran Asthabrata mendapat apresiasi yang sangat luas oleh masyar...
Mencermati Kepemimpianan Komprehensif dalam Asthabrata
Mencermati Kepemimpianan Komprehensif dalam Asthabrata
<p><em>The concept of leadership is found in many Javanese old texts, such as Serat Asthabrata, Serat Wulangreh, and Serat Tripama. Among these old texts, the concept o...
Pengaruh Financial Literacy dan Lifestyle Terhadap Personal Finance
Pengaruh Financial Literacy dan Lifestyle Terhadap Personal Finance
Abstract. The current generation in Indonesia is more modern, previously known as the older generation and the younger generation based on the year of birth. Now the generation in ...
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
Seiring berjalannya waktu hingga memasuki zaman milenial ini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan melahirkan sejumlah model gaya hidup (Life Style) baik yang bersifat postif ma...
ANALISIS UJI BEDA WORK-LIFE BALANCE GENERASI Y DAN GENERASI Z PADA KARYAWAN PERUSAHAAN RETAIL
ANALISIS UJI BEDA WORK-LIFE BALANCE GENERASI Y DAN GENERASI Z PADA KARYAWAN PERUSAHAAN RETAIL
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan dalam Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balance/WLB) antara Generasi Z dan Generasi Y berdasarkan dimensi yang diukur dalam ...
REPOSISI PENDIDIKAN KELUARGA BAGI ANAK GENERASI ALFA
REPOSISI PENDIDIKAN KELUARGA BAGI ANAK GENERASI ALFA
Reposisi Pendidikan Keluarga Bagi Generasi Alfa. Tulisan ini bertujuan melakukan upaya reposisi Pendidikan keluarga bagi anak generasi alfa dan  mencoba menemukan bagaimana konsep ...
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berba...
KONSEP DEEP ECOLOGY DALAM PENGATURAN HUKUM LINGKUNGAN
KONSEP DEEP ECOLOGY DALAM PENGATURAN HUKUM LINGKUNGAN
AbstractDamage and pollution of the environment is driven by the dominance of anthropocentric concepts in environmental and natural resources management that are backed-up by the s...

Back to Top