Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Institusionalisasi Partai Golongan Karya Pasca Reformasi

View through CrossRef
Konsolidasi demokrasi di Indonesia termasuk di Daerah Nusa Tenggara Timur diindikasi oleh kinerja ekonomi dan politik dalam rezim demokrasi, hubungan sipil – militer dan pelembagaan partai politik. Pelembagaan partai ini menjadi penting dikaji terutama bagaimana derajat kesisteman khusus pengambilan keputusan dan pengetahuan publik khusus ruang dukungan partai golkar. Tujuan kajian adalah mengetahui pengambilan keputusan terhadap calon pemimpin dan pemetaan ruang dukungan partai Golkar. Penyusun mengkaji menggunakan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelembagaan partai Golkar dalam hal pengambilan keputusan dimana adanya pendasaran konstitusi partai Golkar meskipun tidak cukup mempertimbangkan usulan dewan pimpinan daerah menyangkut calon gubernur dan pemetaan ruang dukungan dimana persebaran dukungan cukup signifikan pada 11 kabupaten/kota dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur. Hal ini berarti partai Golkar eksis dan terlembaga dengan cukup baik. Saran bahwa Partai Golkar perlu secara konsisten menaati konstitusi Partai dengan mempertimbangkan usulan calon pemimpin secara baik sehingga ada dukungan maksimal seluruh anggota partai dan ruang dukungan yang ada perlu dimaksimalkan melalui pelaksanaan program partai secara continue dan memperluas ruang dukungan ke 11 kabupaten lain secara cukup signifikan agar eksis pada tiap pemilu.   Kata Kunci : Partai Golongan Karya, Pelembagaan Partai Politik.
Title: Institusionalisasi Partai Golongan Karya Pasca Reformasi
Description:
Konsolidasi demokrasi di Indonesia termasuk di Daerah Nusa Tenggara Timur diindikasi oleh kinerja ekonomi dan politik dalam rezim demokrasi, hubungan sipil – militer dan pelembagaan partai politik.
Pelembagaan partai ini menjadi penting dikaji terutama bagaimana derajat kesisteman khusus pengambilan keputusan dan pengetahuan publik khusus ruang dukungan partai golkar.
Tujuan kajian adalah mengetahui pengambilan keputusan terhadap calon pemimpin dan pemetaan ruang dukungan partai Golkar.
Penyusun mengkaji menggunakan metode studi pustaka.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pelembagaan partai Golkar dalam hal pengambilan keputusan dimana adanya pendasaran konstitusi partai Golkar meskipun tidak cukup mempertimbangkan usulan dewan pimpinan daerah menyangkut calon gubernur dan pemetaan ruang dukungan dimana persebaran dukungan cukup signifikan pada 11 kabupaten/kota dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.
Hal ini berarti partai Golkar eksis dan terlembaga dengan cukup baik.
Saran bahwa Partai Golkar perlu secara konsisten menaati konstitusi Partai dengan mempertimbangkan usulan calon pemimpin secara baik sehingga ada dukungan maksimal seluruh anggota partai dan ruang dukungan yang ada perlu dimaksimalkan melalui pelaksanaan program partai secara continue dan memperluas ruang dukungan ke 11 kabupaten lain secara cukup signifikan agar eksis pada tiap pemilu.
  Kata Kunci : Partai Golongan Karya, Pelembagaan Partai Politik.

Related Results

resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
PARTAI POLITIK DAN PEMILIHAN UMUM (PEMILU)1. Partai PolitikA. Sejarah Partai Politik di Indonesia.Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Pada mulanya perke...
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang  kontestas...
resume hukum tata negara
resume hukum tata negara
A.) Partai Politik1.)Proses Pembentukan Partai PolitikMenurut Ramlan Surbakti terdapat tiga teori yang menjlaskan proses pembetukanpartai poltik.1.)Pertama, teori kelembagaan yang ...
JARINGAN POLITIK DPD II PARTAI GOLONGAN KARYA NGADA PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2024 DI KABUPATEN NGADA
JARINGAN POLITIK DPD II PARTAI GOLONGAN KARYA NGADA PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2024 DI KABUPATEN NGADA
Penelitian ini berjudul Jaringan Politik DPD II Partai Golongan Karya Ngada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada. Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini a...
Dominant Coalition Sebagai Strategi Penyederhanaan Partai Politik Dalam Perspektif Penguatan Sistem Presidensiil
Dominant Coalition Sebagai Strategi Penyederhanaan Partai Politik Dalam Perspektif Penguatan Sistem Presidensiil
Pasca-reformasi 1998, sistem presidensiil multipartai Indonesia menghadapi banyak masalah dalam menciptakan stabilitas pemerintahan yang efektif. Fragmentasi politik yang tinggi di...
TAN MALAKA: PARTAI MURBA DAN REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA 1945-1949
TAN MALAKA: PARTAI MURBA DAN REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA 1945-1949
Tan Malaka merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tan Malaka menuntut kemerdekaan seutuhnya dan memilih melakukan revolusi fisik d...
Problematika Pengaturan Organisasi Sayap Partai di Indonesia
Problematika Pengaturan Organisasi Sayap Partai di Indonesia
AbstractEvery political party tries to maximize every component in the structure of their political party. One component that is in direct contact with the citizen is the wings of ...
Partai Islam dan Pluralisme: Kajian atas Pandangan dan Sikap Politik Partai Masyumi
Partai Islam dan Pluralisme: Kajian atas Pandangan dan Sikap Politik Partai Masyumi
Koherensi Islam dan pluralisme di Indonesia berawal dari realitas masyarakat Indonesia yang sangatlah pluralis, baik dari segi etnis, adat istiadat, maupun agama. Selain Islam, rea...

Back to Top