Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AMMATOA

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk otonomi dan kekuasaan serta untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan Ammatoa pada orang Kajang. Teori praktik oleh Pierre Bourdieu, yang melihat dari empat modal yaitu modal ekonomi, modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik. Penulis menggunakan etnografi dengan menggunakan teknologi pengumpulan data yaitu : pengamatan atau observasi,  dan wawancara. Analisis data yang diperoleh dilakukan secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menyatakan bahwa Orang Kajang memiliki sistem pemerintahan sendiri yaitu seperti halnya beberapa pemangku adat yang memiliki fungsi dan peran masing-masing dalam membantu Ammatoa untuk mengurus masyarakatnya. Pelaksanaan peraturan dalam lingkungan hidup orang Kajang berdasarkan peraturan adat dan juga ketentuan dari Pasang yang menjadi pedoman hidup. Ammatoa Sebagai pemimpin adat memiliki tugas untuk mengayomi masyarakatnya, menunjukkan perilaku yang baik dan dapat dijadikan sebagai pedoman sebagai seorang pemimpin sesuai dengan ketentuan Pasang. Ammatoa juga sebagai penegak hukum dan berhak memberikan sanksi kepada orang yang melanggar peraturan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Ammatoa memiliki fungsi berdasarkan dengan Pasang. Yaitu : (1) Ammatoa sebagai kepala adat memiliki peranan penting dalam struktur pemerintahan adat. (2) Ammatoa sebagai pemimpin adat dalam melestarikan Pasang, sebab Pasang sebagai pedoman hidup untuk masyarakat adat Ammatoa dalam menjalankan kesehariannya.(3) Ammatoa sebagai kepala adat dalam melestarikan lingkungan alamnya. (4) Ammatoa sebagai kepala adat memiliki peran dalam menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran yang tejadi.
Title: AMMATOA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk otonomi dan kekuasaan serta untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan Ammatoa pada orang Kajang.
Teori praktik oleh Pierre Bourdieu, yang melihat dari empat modal yaitu modal ekonomi, modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik.
Penulis menggunakan etnografi dengan menggunakan teknologi pengumpulan data yaitu : pengamatan atau observasi,  dan wawancara.
Analisis data yang diperoleh dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa Orang Kajang memiliki sistem pemerintahan sendiri yaitu seperti halnya beberapa pemangku adat yang memiliki fungsi dan peran masing-masing dalam membantu Ammatoa untuk mengurus masyarakatnya.
Pelaksanaan peraturan dalam lingkungan hidup orang Kajang berdasarkan peraturan adat dan juga ketentuan dari Pasang yang menjadi pedoman hidup.
Ammatoa Sebagai pemimpin adat memiliki tugas untuk mengayomi masyarakatnya, menunjukkan perilaku yang baik dan dapat dijadikan sebagai pedoman sebagai seorang pemimpin sesuai dengan ketentuan Pasang.
 Ammatoa juga sebagai penegak hukum dan berhak memberikan sanksi kepada orang yang melanggar peraturan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.
Ammatoa memiliki fungsi berdasarkan dengan Pasang.
Yaitu : (1) Ammatoa sebagai kepala adat memiliki peranan penting dalam struktur pemerintahan adat.
(2) Ammatoa sebagai pemimpin adat dalam melestarikan Pasang, sebab Pasang sebagai pedoman hidup untuk masyarakat adat Ammatoa dalam menjalankan kesehariannya.
(3) Ammatoa sebagai kepala adat dalam melestarikan lingkungan alamnya.
(4) Ammatoa sebagai kepala adat memiliki peran dalam menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran yang tejadi.

Related Results

POLA PERILAKU KOMUNIKASI MASYARAKAT DI KAWASAN ADAT AMMATOA KAJANG
POLA PERILAKU KOMUNIKASI MASYARAKAT DI KAWASAN ADAT AMMATOA KAJANG
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah; (1) untuk mengetahui Pola perilaku komunikasi masyarakat di Kawasan Adat Ammatoa Kajang; (2) untuk mengetahui sarana yang digunakan oleh masy...
EKSISTENSI A’RUPAMA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KAWASAN ADAT AMMATOA
EKSISTENSI A’RUPAMA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KAWASAN ADAT AMMATOA
Culture-based education has become a movement to raise public awareness to continue lifelong learning in overcoming all the changing and increasingly difficult challenges of life. ...
Studi Elemen Dalam Pembentukan Permukiman Tradisional Masyarakat Adat Kawasan Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba
Studi Elemen Dalam Pembentukan Permukiman Tradisional Masyarakat Adat Kawasan Ammatoa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba
Permukiman, dalam konteks budaya, dapat berkembang menjadi permukiman tradisional yang menjadi simbol identitas dan kepercayaan masyarakat yang memiliki karakteristik dan ciri yang...
Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengamati gambaran kehidupan social ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar, Daerah Galesong di Kabupaten Gowa dan Takalar serta Bira, Tan...
Pola Komunikasi Masyarakat Kajang Ammatoa dalam Menjaga Hutan
Pola Komunikasi Masyarakat Kajang Ammatoa dalam Menjaga Hutan
This research aims to find out the communication patterns of the Kajang Ammatoa community in protecting the forest and what are the inhibiting factors in protecting the forest. Thi...
ANALISIS KOMUNIKASI SOSIAL DALAM PENYELESAIAN KONFLIK SENGKETA LAHAN ADAT SUKU KAJANG AMMATOA
ANALISIS KOMUNIKASI SOSIAL DALAM PENYELESAIAN KONFLIK SENGKETA LAHAN ADAT SUKU KAJANG AMMATOA
This study aims to analyze social communication in resolving conflict over customary land disputes of the Kajang Ammatoa tribe. The approach used is a qualitative descriptive appro...

Back to Top