Javascript must be enabled to continue!
Biofilter Aerob dengan Media Kayu Meranti untuk Mengolah Limbah Tahu
View through CrossRef
Salah satu limbah cair pada industri tahu memiliki konsentrasi pencemar berupa BOD sebesar 556,88 mg/l, COD sebesar 2870,4 mg/l, dan TSS sebesar 620 mg/l. Dengan jumlah total kandungan parameter tersebut masih diatas standar baku mutu atau peraturan yang telah ada, maka diperlukan pengolahan agar tidak merusak lingkungan saat dibuang ke badan air. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan jumlah lubang pada media biofilter, laju aerasi, dan waktu kontak pada unit pengolahan biofilter aerob. Adapun penelitian ini memanfaatkan kayu meranti sebagai media yang digunakan pada unit pengolahan biofilter aerob yang dilakukan secara batch dalam menurunkan parameter pencemar pada limbah tahu. Sebelum melakukan penelitian utama biofilter aerob, dilakukan pre-treatment berupa proses koagulasi-flokulasi untuk menurunkan jumlah konsentrasi TSS. Variasi jumlah lubang yang digunakan adalah media tanpa lubang, lubang 3, lubang, 6, dan lubang 9. Variasi laju aerasi yang digunakan adalah 3 L/menit dan 8 L/menit. Sedangkan variasi HRT yang diambil adalah 12, 24, 36, 48, dan 72 jam. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang paling optimal didapatkan pada reaktor media dengan jumlah lubang 3, laju aerasi 8L/menit, dan waktu kontak 72 jam. Dimana hasil tersebut dapat menurunkan konsentrasi COD sebesar 93,31%, BOD 87,10%, dan TSS 40,54%.Kata kunci: biofilter aerob, media kayu meranti, limbah cair industri tahu, BOD, COD, TSS
Title: Biofilter Aerob dengan Media Kayu Meranti untuk Mengolah Limbah Tahu
Description:
Salah satu limbah cair pada industri tahu memiliki konsentrasi pencemar berupa BOD sebesar 556,88 mg/l, COD sebesar 2870,4 mg/l, dan TSS sebesar 620 mg/l.
Dengan jumlah total kandungan parameter tersebut masih diatas standar baku mutu atau peraturan yang telah ada, maka diperlukan pengolahan agar tidak merusak lingkungan saat dibuang ke badan air.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan jumlah lubang pada media biofilter, laju aerasi, dan waktu kontak pada unit pengolahan biofilter aerob.
 Adapun penelitian ini memanfaatkan kayu meranti sebagai media yang digunakan pada unit pengolahan biofilter aerob yang dilakukan secara batch dalam menurunkan parameter pencemar pada limbah tahu.
Sebelum melakukan penelitian utama biofilter aerob, dilakukan pre-treatment berupa proses koagulasi-flokulasi untuk menurunkan jumlah konsentrasi TSS.
 Variasi jumlah lubang yang digunakan adalah media tanpa lubang, lubang 3, lubang, 6, dan lubang 9.
Variasi laju aerasi yang digunakan adalah 3 L/menit dan 8 L/menit.
Sedangkan variasi HRT yang diambil adalah 12, 24, 36, 48, dan 72 jam.
Hasil yang diperoleh dari penelitian yang paling optimal didapatkan pada reaktor media dengan jumlah lubang 3, laju aerasi 8L/menit, dan waktu kontak 72 jam.
Dimana hasil tersebut dapat menurunkan konsentrasi COD sebesar 93,31%, BOD 87,10%, dan TSS 40,54%.
Kata kunci: biofilter aerob, media kayu meranti, limbah cair industri tahu, BOD, COD, TSS.
Related Results
Analisis Warna Kayu Berbasis Komputer, pH, Dan Sifat Fisika Kayu Meranti Merah, Meranti Putih Dan Keruing Dari Toko Kayu Di Samarinda
Analisis Warna Kayu Berbasis Komputer, pH, Dan Sifat Fisika Kayu Meranti Merah, Meranti Putih Dan Keruing Dari Toko Kayu Di Samarinda
ABSTRAK
Kayu sebagai bahan baku konstruksi banyak diperjual belikan di toko kayu, diantaranya adalah jenis meranti merah, meranti putih dan keruing. Setiap kayu memiliki sifa...
APPLIKASI BIOCHAR BERBAHAN DASAR LIMBAH KAYU MERANTI (Shorea spp.) UNTUK PERTUMBUHAN MAHONI (Swietenia macrophylla) MENGGUNAKAN MEDIA TAILING EMAS MERANTI (Shorea spp.) BIOCHAR APPLICATION TO MAHONI (Swietenia macrophylla) GROWTH IN GOLD TAILING MEDIA
APPLIKASI BIOCHAR BERBAHAN DASAR LIMBAH KAYU MERANTI (Shorea spp.) UNTUK PERTUMBUHAN MAHONI (Swietenia macrophylla) MENGGUNAKAN MEDIA TAILING EMAS MERANTI (Shorea spp.) BIOCHAR APPLICATION TO MAHONI (Swietenia macrophylla) GROWTH IN GOLD TAILING MEDIA
ABSTRACTTailings are the final result of mining industry activities. Tailings are in the form of sludge waste produced from mining gold, copper, silver and other minerals. Tailings...
Biofiltració de contaminants gasosos en aire: caracterització de paràmetres clau per l'estudi i modelització del creixement de biomassa
Biofiltració de contaminants gasosos en aire: caracterització de paràmetres clau per l'estudi i modelització del creixement de biomassa
Biofiltration has become an effective and economical alternative to traditional gas treatment systems. High
costs of operation and energy consumption associated to conventional tr...
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
Struktur Anatomi Kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) pada PT. Dwima Jaya Utama
Struktur Anatomi Kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) pada PT. Dwima Jaya Utama
Penelitian ini menganalisis kualitas kayu meranti tembaga dari hutan alam dengan diameter maksimum 50 cm sebagai bahan untuk industri pengelolaan kayu. Selanjutnya, penelitian ini ...
Review Jurnal Pengelolaan Limbah Cair Farmasi Dengan Metode Aerob-Anaerob Dalam Penurunan Kadar COD
Review Jurnal Pengelolaan Limbah Cair Farmasi Dengan Metode Aerob-Anaerob Dalam Penurunan Kadar COD
Pendahuluan: Limbah cair industri farmasi mengandung senyawa organik kompleks dan bahan toksik yang menyebabkan tingginya nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Pengolahan biologis de...
Analisis Deskriptif Performa Sistem Pengolahan Air Limbah di Rumah Sakit Umum Daerah Dompu
Analisis Deskriptif Performa Sistem Pengolahan Air Limbah di Rumah Sakit Umum Daerah Dompu
Rumah Sakit Umum Dompu sebagai salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Dompu harus mampu mengolah air limbah dengan baik. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) rumah sakit per...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...

