Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Struktur Anatomi Kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) pada PT. Dwima Jaya Utama

View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis kualitas kayu meranti tembaga dari hutan alam dengan diameter maksimum 50 cm sebagai bahan untuk industri pengelolaan kayu. Selanjutnya, penelitian ini juga mengkaji kualitas kayu meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) dari tanaman rekayasa silin dengan diameter 28 cm, 36 cm, 43 cm, dan 51 cm. Penelitian ini juga meneliti diversifikasi penggunaan kayu meranti tembaga dari tanaman rekayasa silin untuk mengeksplorasi potensi aplikasi kayu ini di berbagai industri. Sampel kayu meranti tembaga diambil dari hutan alam dan hutan tanaman (silvikultur intensif/silin) PBPH PT Dwimajaya Utama, Kalimantan Tengah. Selanjutnya, pengujian anatomi kayu dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan, Universitas Gadjah Mada. Kualitas kayu meranti tembaga dari hutan alam dengan diameter minimum 50 cm untuk industri pengolahan kayu telah dipelajari. Hasil analisis kualitas kayu meranti tembaga dari tanaman rekayasa silin menunjukkan variasi yang signifikan berdasarkan diameter. Untuk diameter 28 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.675 dan diameter lumen adalah 22.752. Untuk diameter 36 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.633 dan diameter lumen adalah 20.739. Untuk diameter 43 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.592 dan diameter lumen adalah 2.268. Untuk diameter 51 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.738 dan diameter lumen adalah 21.066.
Title: Struktur Anatomi Kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) pada PT. Dwima Jaya Utama
Description:
Penelitian ini menganalisis kualitas kayu meranti tembaga dari hutan alam dengan diameter maksimum 50 cm sebagai bahan untuk industri pengelolaan kayu.
Selanjutnya, penelitian ini juga mengkaji kualitas kayu meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.
) dari tanaman rekayasa silin dengan diameter 28 cm, 36 cm, 43 cm, dan 51 cm.
Penelitian ini juga meneliti diversifikasi penggunaan kayu meranti tembaga dari tanaman rekayasa silin untuk mengeksplorasi potensi aplikasi kayu ini di berbagai industri.
Sampel kayu meranti tembaga diambil dari hutan alam dan hutan tanaman (silvikultur intensif/silin) PBPH PT Dwimajaya Utama, Kalimantan Tengah.
Selanjutnya, pengujian anatomi kayu dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan, Universitas Gadjah Mada.
Kualitas kayu meranti tembaga dari hutan alam dengan diameter minimum 50 cm untuk industri pengolahan kayu telah dipelajari.
Hasil analisis kualitas kayu meranti tembaga dari tanaman rekayasa silin menunjukkan variasi yang signifikan berdasarkan diameter.
Untuk diameter 28 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.
675 dan diameter lumen adalah 22.
752.
Untuk diameter 36 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.
633 dan diameter lumen adalah 20.
739.
Untuk diameter 43 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.
592 dan diameter lumen adalah 2.
268.
Untuk diameter 51 cm, ketebalan dinding sel adalah 1.
738 dan diameter lumen adalah 21.
066.

Related Results

Analisis Sifat Kimia Kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Mig.) Dari Hutan Alam Dan Hutan Tanaman Di PT. Dwima Jaya Utama
Analisis Sifat Kimia Kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Mig.) Dari Hutan Alam Dan Hutan Tanaman Di PT. Dwima Jaya Utama
Penelitian ini menganalisis sifat kimia kayu Meranti Tembaga (Shorea leprosula Mig.) dari hutan alam dan hutan tanaman intensif (Silin) di PT. Dwima Jaya Utama. Sampel diambil dari...
MORFOLOGI VEGETATIF JENIS POHON TENGKAWANG (Shorea spp) DI DESA MENSIAU KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU
MORFOLOGI VEGETATIF JENIS POHON TENGKAWANG (Shorea spp) DI DESA MENSIAU KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU
Tengkawang is a Shorea tree which includes in Dipterocarpacea family. This tree was the indigenous species of West Kalimantan, and mostly found in Kapuas Hulu Regency.  Tengkawang ...
Diameter growth performance and estimated carbon stock of Shorea spp. at KHDTK Haurbentes, Bogor
Diameter growth performance and estimated carbon stock of Shorea spp. at KHDTK Haurbentes, Bogor
Shorea leprosula Miq. and Shorea selanica (Lam.) Blume are fast growing plant and they can be used as a rehabilitation plant. Plant adaptability can be seen from the growth in diam...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, frekuensi, dan intensitas serangan hama pada bibit di Kebun Bibit Permanen, Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Kebun bibit mema...
Model Adsorpsi Tanah Jenis Lempung Terhadap Tembaga Pada Lapangan Golf Candi Semarang
Model Adsorpsi Tanah Jenis Lempung Terhadap Tembaga Pada Lapangan Golf Candi Semarang
<p>Lapangan golf Candi Semarang Golf Club (CSGC) terletak di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Lapangan golf ini memiliki luas ±90 ha. Lapangan golf C...
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta kons...

Back to Top