Javascript must be enabled to continue!
Analisis Semiotika Ronal Barthes Pada Film Siksa Kubur Karya Joko Anwar Tahun 2024
View through CrossRef
Film "Siksa Kubur" karya Joko Anwar (2024) merupakan karya yang menggabungkan elemen horor dan drama untuk menyampaikan pesan moral yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terkandung dalam film tersebut dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Melalui narasi yang kompleks, film ini menggambarkan perjalanan seorang tokoh utama yang menghadapi konsekuensi dari tindakan dan keputusan hidupnya, mencerminkan tema karma dan pertanggungjawaban pribadi. Latar belakang penelitian ini berfokus pada bagaimana film sebagai medium komunikasi dapat menyampaikan nilai-nilai etika dan moral kepada audiens, dengan mengaitkan pesan dalam film dengan ajaran Al-Quran, khususnya Surah Az-Zalzalah (99:7-8) yang menekankan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya. Metodologi penelitian mencakup analisis elemen visual dan naratif dalam film, menggunakan teori tanda dari Charles Sanders Peirce untuk memahami bagaimana ikon, indeks, dan simbol berkontribusi pada penyampaian pesan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Siksa Kubur" tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai alat edukasi moral, mendorong penonton untuk merenungkan tindakan mereka sendiri. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana genre horor dapat digunakan untuk menyampaikan tema-tema moral dan etika, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai tersebut. Dengan demikian, film ini menjadi objek studi yang signifikan dalam konteks analisis film dan pengembangan teori moralitas dalam media.
Indonesian Journal Publisher
Title: Analisis Semiotika Ronal Barthes Pada Film Siksa Kubur Karya Joko Anwar Tahun 2024
Description:
Film "Siksa Kubur" karya Joko Anwar (2024) merupakan karya yang menggabungkan elemen horor dan drama untuk menyampaikan pesan moral yang mendalam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terkandung dalam film tersebut dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes.
Melalui narasi yang kompleks, film ini menggambarkan perjalanan seorang tokoh utama yang menghadapi konsekuensi dari tindakan dan keputusan hidupnya, mencerminkan tema karma dan pertanggungjawaban pribadi.
Latar belakang penelitian ini berfokus pada bagaimana film sebagai medium komunikasi dapat menyampaikan nilai-nilai etika dan moral kepada audiens, dengan mengaitkan pesan dalam film dengan ajaran Al-Quran, khususnya Surah Az-Zalzalah (99:7-8) yang menekankan bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya.
Metodologi penelitian mencakup analisis elemen visual dan naratif dalam film, menggunakan teori tanda dari Charles Sanders Peirce untuk memahami bagaimana ikon, indeks, dan simbol berkontribusi pada penyampaian pesan moral.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Siksa Kubur" tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai alat edukasi moral, mendorong penonton untuk merenungkan tindakan mereka sendiri.
Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana genre horor dapat digunakan untuk menyampaikan tema-tema moral dan etika, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai tersebut.
Dengan demikian, film ini menjadi objek studi yang signifikan dalam konteks analisis film dan pengembangan teori moralitas dalam media.
Related Results
ANALISIS FILM ANIMASI THE WIND RISES
ANALISIS FILM ANIMASI THE WIND RISES
Film animasi "The Wind Rises" (judul asli: Kaze Tachinu) karya Studio Ghibli dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki, telah menjadi sorotan internasional sejak dirilis pada tahun 2013...
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi ziarah kubur di Pura Langgar yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu Desa pakraman Bunutin Bangli Bali sebagai perwujudan dari moderasi beragama dan akulturasi buda...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang Karya Perupa Bali Dalam Merespon Pandemi Covid 19 Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes . Tuj...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...
Representasi Maskulinitas pada Sosok Ayah dalam Film (Studi Semiotika Roland Barthes pada Film Fatherhood)
Representasi Maskulinitas pada Sosok Ayah dalam Film (Studi Semiotika Roland Barthes pada Film Fatherhood)
Film is the dominant form of visual mass communication in this world. In general, films are built upon signs, which include images and sounds. On June 18, 2021, Netflix released th...
Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan
Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan
Abstract. This research is entitled Interpersonal Communication Meaning in Building Friendship (Roland Barthes' Semiotics Analysis in The Bad Guys Film). The purpose of this resear...
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
This study examines the meaning of love in the lyrics of Dnanda's song "Tak Sekedar Cinta" by using Roland Barthes' semiotic theory. In this semiotic analysis, Roland Barthes exami...

