Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pragmatik Bahasa Indonesia

View through CrossRef
Pragmatik dapat dianggap sebagai salah satu bidang kajian linguistik yang akhir-akhir ini berkembang pesat. Wujud tuturan yang dahulu dibuang di keranjang sampah karena tidak dapat dianalisis secara linguistik sekarang merupakan lahan subur dalam kajian pragmatik. Baik semantik ataupun pragmatik sama-sama mengkaji “arti” namun dari sudut pandang yang berbeda. Semantik mengkaji arti lingual yang tidak terikat konteks, sedangkan pragmatik mengkaji “arti” yang disebut “the speaker’s meaning” atau arti menurut tafsiran menurut penutur yang disebut “maksud”. Arti menurut tafsiran penutur atau maksud itu sangat bergantung konteks. Tanpa memperhitungkan konteks arti itu tidak dapat dipahami. Contoh: ada seorang mahasiswa yang datang ke sebuah warung sate terkenal di Solo, namanya “Warung Sate mbok Galak” (karena penjualnya seorang wanita yang agak lanjut usia yang dipanggil “mbok”). Mahasiswa itu berkata: “Bu saya dibakar, dibungkus, dibawa pulang.” Tuturan itu tidak dapat dikaji menurut ilmu linguistik (mana mungkin penutur dibakar lalu dibungkus). Namun dengan memperhitungkan konteks di mana tuturan itu terjadi, dengan siapa dia bertutur, pengetahuan latar yang dimiliki bersama, komunikasi itu berjalan lancar tanpa salah paham.
Center for Open Science
Title: Pragmatik Bahasa Indonesia
Description:
Pragmatik dapat dianggap sebagai salah satu bidang kajian linguistik yang akhir-akhir ini berkembang pesat.
Wujud tuturan yang dahulu dibuang di keranjang sampah karena tidak dapat dianalisis secara linguistik sekarang merupakan lahan subur dalam kajian pragmatik.
Baik semantik ataupun pragmatik sama-sama mengkaji “arti” namun dari sudut pandang yang berbeda.
Semantik mengkaji arti lingual yang tidak terikat konteks, sedangkan pragmatik mengkaji “arti” yang disebut “the speaker’s meaning” atau arti menurut tafsiran menurut penutur yang disebut “maksud”.
Arti menurut tafsiran penutur atau maksud itu sangat bergantung konteks.
Tanpa memperhitungkan konteks arti itu tidak dapat dipahami.
Contoh: ada seorang mahasiswa yang datang ke sebuah warung sate terkenal di Solo, namanya “Warung Sate mbok Galak” (karena penjualnya seorang wanita yang agak lanjut usia yang dipanggil “mbok”).
Mahasiswa itu berkata: “Bu saya dibakar, dibungkus, dibawa pulang.
” Tuturan itu tidak dapat dikaji menurut ilmu linguistik (mana mungkin penutur dibakar lalu dibungkus).
Namun dengan memperhitungkan konteks di mana tuturan itu terjadi, dengan siapa dia bertutur, pengetahuan latar yang dimiliki bersama, komunikasi itu berjalan lancar tanpa salah paham.

Related Results

PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
Tebet Ecopark adalah taman yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2022 dan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari kedudukan b...
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
ABSTRAK Bahasa Sunda merupakan bahasa pertama masyarakat Jawa Barat dan tidak sedikit orang yang menggunakan bahasa sunda diberbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan...
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
Bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri dan karakteristik yangberbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Keunikan bahasa setiap daerahmenandakan identitas...
Guiding World GW
Guiding World GW
Pengajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Bahasa pertama (bahasa ibu, ...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja
Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untu...
Pengaruh Penggunaan Bahasa Dalam Pergaulan di Kalangan Remaja
Pengaruh Penggunaan Bahasa Dalam Pergaulan di Kalangan Remaja
Bahasa sebagai alat komunikasi bersifat efektif, mutlak dan diperlukan setiap bangsa. Dalam perkembangannya bahasa telah dipengaruhi oleh berbagai hal. Media sosial memiliki perana...

Back to Top