Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMANFAATAN LAHAN KOSONG DALAM UPAYA KETAHAN PANGAN MASYARAKAT LOKAL DI RW 13 PURWODADI BLIMBING MALANG

View through CrossRef
ABSTRAKWilayah di RW 13 kelurahan Purwodadi Blimbing kota Malang mengalami perubahan sangat pesat terutama pada lahan pertanian yang telah berubah menjadi area perumahan dan komplek. Namun adapula tanah yang dibiarkan kosong, terbengkalai, dan tidak terawat dengan baik. Selain terlihat kumuh dan kotor, tanah kosong ini dikhawatirkan menjadi sarang ular, nyamuk, dan lebih sering menjadi tempat pembuangan sampah. Tujuan artikel ini untuk memaparkan pemanfaatan lahan kosong di wilayah RW 13 kelurahan Purwodadi Blimbing kota Malang sebagai salah satu upaya membangun perilaku ketahanan pangan dalam keseharian masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Warga memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami dengan tanaman yang di konsumsi sehari-hari, seperti sayuran dan Lombok. Hasil dari eksperimen memperlihatkan bahwa pemanfaatan lahan kosong memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar yaitu terpeliharanya lingkungan yang bersih dan menghasilkan sayuran yang dapat dikonsumsi warga secara langsung.Kata Kunci: Purwodadi Blimbing Malang: Lahan Kosong; Ketahanan Pangan ABSTRACTThe area in RW 13, Purwodadi Blimbing, Malang has experienced very rapid changes, especially on agricultural land which has turned into a residential area and complex. However, there are also lands that are left empty, neglected, and not properly maintained. Apart from looking shabby and dirty, there are concerns that this empty land will become a nest for snakes, mosquitoes, and more often it becomes a garbage dump. The purpose of this article is to describe the use of vacant land in the area of RW 13, Purwodadi Blimbing, Malang as an effort to build food security behavior in the daily lives of local communities. The method used is experimental. The residents use the vacant land to be planted with crops for daily consumption, such as vegetables and chili. The results of the experiment show that the use of vacant land has a positive impact on the surrounding community, namely maintaining a clean environment and producing vegetables that can be consumed directly by residents.Keywords: Purwodadi Blimbing Malang; Wasteland; Food Security
Title: PEMANFAATAN LAHAN KOSONG DALAM UPAYA KETAHAN PANGAN MASYARAKAT LOKAL DI RW 13 PURWODADI BLIMBING MALANG
Description:
ABSTRAKWilayah di RW 13 kelurahan Purwodadi Blimbing kota Malang mengalami perubahan sangat pesat terutama pada lahan pertanian yang telah berubah menjadi area perumahan dan komplek.
Namun adapula tanah yang dibiarkan kosong, terbengkalai, dan tidak terawat dengan baik.
Selain terlihat kumuh dan kotor, tanah kosong ini dikhawatirkan menjadi sarang ular, nyamuk, dan lebih sering menjadi tempat pembuangan sampah.
Tujuan artikel ini untuk memaparkan pemanfaatan lahan kosong di wilayah RW 13 kelurahan Purwodadi Blimbing kota Malang sebagai salah satu upaya membangun perilaku ketahanan pangan dalam keseharian masyarakat lokal.
Metode yang digunakan adalah eksperimen.
Warga memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami dengan tanaman yang di konsumsi sehari-hari, seperti sayuran dan Lombok.
Hasil dari eksperimen memperlihatkan bahwa pemanfaatan lahan kosong memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar yaitu terpeliharanya lingkungan yang bersih dan menghasilkan sayuran yang dapat dikonsumsi warga secara langsung.
Kata Kunci: Purwodadi Blimbing Malang: Lahan Kosong; Ketahanan Pangan ABSTRACTThe area in RW 13, Purwodadi Blimbing, Malang has experienced very rapid changes, especially on agricultural land which has turned into a residential area and complex.
However, there are also lands that are left empty, neglected, and not properly maintained.
Apart from looking shabby and dirty, there are concerns that this empty land will become a nest for snakes, mosquitoes, and more often it becomes a garbage dump.
The purpose of this article is to describe the use of vacant land in the area of RW 13, Purwodadi Blimbing, Malang as an effort to build food security behavior in the daily lives of local communities.
The method used is experimental.
The residents use the vacant land to be planted with crops for daily consumption, such as vegetables and chili.
The results of the experiment show that the use of vacant land has a positive impact on the surrounding community, namely maintaining a clean environment and producing vegetables that can be consumed directly by residents.
Keywords: Purwodadi Blimbing Malang; Wasteland; Food Security.

Related Results

Langkah Antisipatif Membangun Kemandirian Pangan Lokal Masyarakat di Papua Barat selama Masa Pandemi Covid-19
Langkah Antisipatif Membangun Kemandirian Pangan Lokal Masyarakat di Papua Barat selama Masa Pandemi Covid-19
Sejak pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, berbagai tindakan seperti pembatasan perjalanan masyarakat dan penguncian wilayah telah mempengaruhi produksi dan distribusi panga...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Kedaulatan pangan diartikan sebagai hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas p...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
Alih Fungsi Lahan Pertanian Ditinjau Dari Penyelenggaraan Pangan (Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan)
Alih Fungsi Lahan Pertanian Ditinjau Dari Penyelenggaraan Pangan (Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan)
Pengalihan fungsi lahan dari fungsi pertanian ke fungsi bangunan menjadi penyebab utama berkurangnya lahan pertanian yang selanjutnya berdampak pada berkurangnya produksi produk pe...

Back to Top