Javascript must be enabled to continue!
Analisis Erosi Buluh pada Dasar Sungai Kuning, Yogyakarta
View through CrossRef
Sungai-sungai yang herhulu dari kawasan vulkanik aktif pada umumnya merupakan sungai yang mengalir pada depositnya sendiri, seperti halnya sungai-sungai yang mengalir dari Gunung Merapi. Deposit ini terbentuk dari suatu fenomena erupsi yang memproduksi sejumlah material sedimen dengan berbagai ukuran dan karakteristika. Sifat atau karakteristika deposit ini akan dinamik seiring dengan interaksinya dengan fenomena hidrologi, utamanya aliran air akibat hujan di daerah tangkapan. Proses perubahan karakteristika deposit dapat berlangsung dalam waktu singkat (dalam rentang waktu harian) ataupun lambat laun (rentang waktu beberapa tahun), tergantung pada pemicunya yaitu aliran air dengan angkutan sedimennya. Fenomena penurunan tanah atau amblesan, termasuk erosi buluh atau piping merupakan salah satu dari banyak kasus akibat perubahan karakteristika deposit. Paper ini menyajikan analisis cepat (rapid assessment) tentang fenomena erosi buluh yang terjadi di K. Kuning, Gunung Merapi, tepatnya di sebelah hulu Bendung Samberembe, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa erosi buluh yang terjadi telah diawali dengan gejala dan fenomena dalam kurun waktu sekitar satu tahun sebelum fenomena terjadi. Proses-proses tersebut juga mengikuti kaedah fenomena kejadian erosi buluh yang dijelaskan oleh peneliti sebelumnya. Analisis lanjut menunjukkan bahwa erosi buluh dapat memicu laju intensitas gerusan lokal di pangkal ataupun pilar jembatan di sekitarnya. Hasil analisis juga memberikan saran atau rekomendasi tentang penanganan erosi buluh, utamanya untuk tujuan mitigasi kerusakan bangunan disekitar lokasi erosi buluh, baik Bendung Samberembe maupun pilar jembatan.
Title: Analisis Erosi Buluh pada Dasar Sungai Kuning, Yogyakarta
Description:
Sungai-sungai yang herhulu dari kawasan vulkanik aktif pada umumnya merupakan sungai yang mengalir pada depositnya sendiri, seperti halnya sungai-sungai yang mengalir dari Gunung Merapi.
Deposit ini terbentuk dari suatu fenomena erupsi yang memproduksi sejumlah material sedimen dengan berbagai ukuran dan karakteristika.
Sifat atau karakteristika deposit ini akan dinamik seiring dengan interaksinya dengan fenomena hidrologi, utamanya aliran air akibat hujan di daerah tangkapan.
Proses perubahan karakteristika deposit dapat berlangsung dalam waktu singkat (dalam rentang waktu harian) ataupun lambat laun (rentang waktu beberapa tahun), tergantung pada pemicunya yaitu aliran air dengan angkutan sedimennya.
Fenomena penurunan tanah atau amblesan, termasuk erosi buluh atau piping merupakan salah satu dari banyak kasus akibat perubahan karakteristika deposit.
Paper ini menyajikan analisis cepat (rapid assessment) tentang fenomena erosi buluh yang terjadi di K.
Kuning, Gunung Merapi, tepatnya di sebelah hulu Bendung Samberembe, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hasil analisis menunjukkan bahwa erosi buluh yang terjadi telah diawali dengan gejala dan fenomena dalam kurun waktu sekitar satu tahun sebelum fenomena terjadi.
Proses-proses tersebut juga mengikuti kaedah fenomena kejadian erosi buluh yang dijelaskan oleh peneliti sebelumnya.
Analisis lanjut menunjukkan bahwa erosi buluh dapat memicu laju intensitas gerusan lokal di pangkal ataupun pilar jembatan di sekitarnya.
Hasil analisis juga memberikan saran atau rekomendasi tentang penanganan erosi buluh, utamanya untuk tujuan mitigasi kerusakan bangunan disekitar lokasi erosi buluh, baik Bendung Samberembe maupun pilar jembatan.
Related Results
Pengaruh Vegetasi Terhadap Laju Erosi
Pengaruh Vegetasi Terhadap Laju Erosi
Erosi tanah di DAS Sungai Maros Takalar mengancam lingkungan dan kehidupan. Pencegahan perlu dilakukan melalui penanaman vegetasi riparian yang kuat. Meskipun bantaran sungai penti...
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
<p>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN.BTS) memiliki luas 50.273,3 ha dikelilingi 4 kabupaten di Jawa Timur : Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan yang merupakan d...
Computer Knowledge Improvement Training Students Dropping Out of School in Buluh Apo Village
Computer Knowledge Improvement Training Students Dropping Out of School in Buluh Apo Village
Buluh Apo village is a village that is located far out of town Duri, however, the Head of Buluh Apo Village has a vision to develop his village through the implementation of comput...
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
Berkurangnya luasan kawasan hutan yang dijadikan lahan pertanian dan pemukiman di bagian Hulu DAS menyebabkan terjadinya kerusakan sumberdaya alam dan menurunkan fungsi-fungsi hidr...
Penambangan Pasir Sungai Progo Terhadap Laju Degradasi Pada Elevasi Dasar Sungai
Penambangan Pasir Sungai Progo Terhadap Laju Degradasi Pada Elevasi Dasar Sungai
Gunung Sindoro adalah gunung yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan sungai progo yang mengalir. Sungai utama memiliki panjang sekitar 138 km dan ...
Kajian Erosi dan Sedimentasi Pada Sub Das Jenelata Kabupaten Gowa
Kajian Erosi dan Sedimentasi Pada Sub Das Jenelata Kabupaten Gowa
Sungai Jenelata merupakan salah satu anak sungai Jeneberang yang berada di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Sungai ini berada diwilayah Desa Moncongloe...
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
Sungai Tuaran terletak di sebelah pantai barat Borneo Utara sejak dua atau tiga abad yang lalu. Nama Sungai Tuaran telah wujud pada era pemerintahan Sultan Abdul Momin seperti dije...
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Kota Bima mengalami banjir besar tanggal 21 dan 23 Desember 2016. Banjir berasal luapan Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Sungai Padolo memberikan dampak...

