Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang

View through CrossRef
<p><strong><em>Abstrak</em></strong><strong><em>. </em></strong><em>Bendungan Matenggeng yang rencana akan dibangun di Sungai Cijolang merupakan bendungan multifungsi yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat diantaranya untuk mengairi lahan irigasi, air baku, pengendalian banjir, pembangkit tenaga listrik, dan pariwisata. Selain memiliki banyak manfaat, pembangunan bendungan juga menyimpan potensi bahaya yang sangat tinggi. Salah satu potensi bahaya yang dapat terjadi adalah keruntuhan bendungan yang diakibatkan adanya rekahan karena limpasan air pada puncak bendungan (overtopping) ataupun rekahan karena adanya rembesan di tubuh bendung (piping). Keruntuhan Bendungan akan menimbulkan banjir bandang yang sangat besar sehingga dapat menyebabkan timbulnya korban jiwa dan kerusakan harta benda. Dengan menggunakan program HEC-RAS 5.0.3, didapatkan hasil bahwa pada skenario keruntuhan overtopping, dimensi pelimpah Bendungan Matenggeng masih mampu untuk melewatkan debit maksimum (Q<sub>PMF</sub>) sebesar 9.067 m<sup>3</sup>/s sehingga air tidak sampai melimpas ke puncak bendungan. Pada skenario keruntuhan piping, diperkirakan luas genangan mencapai 17.568 ha yang akan menggenangi 92 desa, 416 km jalan, dan 169 fasilitas umum.  Lebih dari separuh luas wilayah yang tergenang masuk kategori bahaya banjir tinggi hingga ekstrim dengan lahan sawah merupakan wilayah yang paling banyak masuk dalam kategori tersebut.</em></p><p><em> <strong>Kata kunci:</strong> genangan, kategori bahaya banjir, bendungan.</em></p><p> </p>
Title: Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang
Description:
<p><strong><em>Abstrak</em></strong><strong><em>.
</em></strong><em>Bendungan Matenggeng yang rencana akan dibangun di Sungai Cijolang merupakan bendungan multifungsi yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat diantaranya untuk mengairi lahan irigasi, air baku, pengendalian banjir, pembangkit tenaga listrik, dan pariwisata.
Selain memiliki banyak manfaat, pembangunan bendungan juga menyimpan potensi bahaya yang sangat tinggi.
Salah satu potensi bahaya yang dapat terjadi adalah keruntuhan bendungan yang diakibatkan adanya rekahan karena limpasan air pada puncak bendungan (overtopping) ataupun rekahan karena adanya rembesan di tubuh bendung (piping).
Keruntuhan Bendungan akan menimbulkan banjir bandang yang sangat besar sehingga dapat menyebabkan timbulnya korban jiwa dan kerusakan harta benda.
Dengan menggunakan program HEC-RAS 5.
3, didapatkan hasil bahwa pada skenario keruntuhan overtopping, dimensi pelimpah Bendungan Matenggeng masih mampu untuk melewatkan debit maksimum (Q<sub>PMF</sub>) sebesar 9.
067 m<sup>3</sup>/s sehingga air tidak sampai melimpas ke puncak bendungan.
Pada skenario keruntuhan piping, diperkirakan luas genangan mencapai 17.
568 ha yang akan menggenangi 92 desa, 416 km jalan, dan 169 fasilitas umum.
  Lebih dari separuh luas wilayah yang tergenang masuk kategori bahaya banjir tinggi hingga ekstrim dengan lahan sawah merupakan wilayah yang paling banyak masuk dalam kategori tersebut.
</em></p><p><em> <strong>Kata kunci:</strong> genangan, kategori bahaya banjir, bendungan.
</em></p><p> </p>.

Related Results

Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM. Berdasa...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
Sungai Tuaran terletak di sebelah pantai barat Borneo Utara sejak dua atau tiga abad yang lalu. Nama Sungai Tuaran telah wujud pada era pemerintahan Sultan Abdul Momin seperti dije...
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Kota Bima mengalami banjir besar tanggal 21 dan 23 Desember 2016. Banjir berasal luapan Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Sungai Padolo memberikan dampak...
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini...
PERILAKU DEFORMASI PADA BENDUNGAN PIDEKSO
PERILAKU DEFORMASI PADA BENDUNGAN PIDEKSO
Pemantauan deformasi dilakukan pada tiap tahapan bendungan, tahap konstruksi, tahap pengisian awal dan tahap setelah konstruksi. Tahap konstruksi merupakan masa yang cukup penting ...
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN SEMPADAN SUNGAI MUSI DI KOTA PALEMBANG (1922 - 2012)
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN SEMPADAN SUNGAI MUSI DI KOTA PALEMBANG (1922 - 2012)
Sungai senantiasa mengalami perubahan dari segi ruang dan waktu, khususnya Sungai Musi di Kota Palembang yang memiliki peran strategis sebagai urban rivers mulai dari pemerintahan ...
Rekayasa Geometri Sungai Grindulu Melalui Penerapan Groundsill
Rekayasa Geometri Sungai Grindulu Melalui Penerapan Groundsill
Penambangan pasir liar/tidak berizin dalam area badan sungai merupakan salah penyebab kerusakanekosistem, lingkungan, dan infrastruktur dikarenakan eksploitasi sungai yang berlebih...

Back to Top