Javascript must be enabled to continue!
KOMODIFIKASI ANAK USIA DINI PADA KONTEN YOUTUBE RIA RICIS
View through CrossRef
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya sharenting, di mana orang tua berbagi informasi tentang kehidupan anak-anak mereka secara online. Praktik ini dapat berdampak negatif dan mengancam privasi anak. Di Indonesia, sharenting sudah tersebar luas, namun masih kurang kesadaran dan ketelitian di kalangan orang tua dalam memilah informasi yang mereka bagikan tentang anak-anak mereka. Lembaga perlindungan anak di Indonesia belum menerapkan peraturan khusus untuk mengawasi dugaan eksploitasi anak, terutama di media sosial. Sebaliknya, beberapa negara di Eropa telah menerapkan peraturan untuk mencegah penyebaran konten secara sembarangan tanpa seizin orang yang bersangkutan, termasuk anak-anak mereka sendiri.
Salah satu figur publik yang mempraktikkan sharenting di Indonesia adalah Ria Ricis, yang mendapatkan popularitas tinggi melalui kanal YouTube-nya, terutama untuk konten yang berfokus pada anak perempuannya dan aktivitas keseharian mereka. Praktik ini menimbulkan implikasi terhadap analisis sharenting yang melanggar privasi anak dan implikasi pengasuhan anak dalam konteks budaya Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan analisis wacana, digunakan untuk menganalisis praktik sharenting, khususnya yang dilakukan oleh Ria Ricis, yang berpotensi mengarah pada eksploitasi anak dan pelanggaran privasi.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ria Ricis menyampaikan pesan secara berlebihan untuk meningkatkan citranya sebagai seorang ibu dan pencitraan dirinya sebagai youtuber. Namun, penelitian ini juga menyoroti perlunya orang tua untuk selektif dan mempertimbangkan dengan cermat efek jangka panjang dari tindakan sharenting mereka, karena tindakan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab ketika membagikan informasi tentang anak-anak mereka di media sosial.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Satya Negara Indonesia
Title: KOMODIFIKASI ANAK USIA DINI PADA KONTEN YOUTUBE RIA RICIS
Description:
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya sharenting, di mana orang tua berbagi informasi tentang kehidupan anak-anak mereka secara online.
Praktik ini dapat berdampak negatif dan mengancam privasi anak.
Di Indonesia, sharenting sudah tersebar luas, namun masih kurang kesadaran dan ketelitian di kalangan orang tua dalam memilah informasi yang mereka bagikan tentang anak-anak mereka.
Lembaga perlindungan anak di Indonesia belum menerapkan peraturan khusus untuk mengawasi dugaan eksploitasi anak, terutama di media sosial.
Sebaliknya, beberapa negara di Eropa telah menerapkan peraturan untuk mencegah penyebaran konten secara sembarangan tanpa seizin orang yang bersangkutan, termasuk anak-anak mereka sendiri.
Salah satu figur publik yang mempraktikkan sharenting di Indonesia adalah Ria Ricis, yang mendapatkan popularitas tinggi melalui kanal YouTube-nya, terutama untuk konten yang berfokus pada anak perempuannya dan aktivitas keseharian mereka.
Praktik ini menimbulkan implikasi terhadap analisis sharenting yang melanggar privasi anak dan implikasi pengasuhan anak dalam konteks budaya Indonesia.
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan analisis wacana, digunakan untuk menganalisis praktik sharenting, khususnya yang dilakukan oleh Ria Ricis, yang berpotensi mengarah pada eksploitasi anak dan pelanggaran privasi.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ria Ricis menyampaikan pesan secara berlebihan untuk meningkatkan citranya sebagai seorang ibu dan pencitraan dirinya sebagai youtuber.
Namun, penelitian ini juga menyoroti perlunya orang tua untuk selektif dan mempertimbangkan dengan cermat efek jangka panjang dari tindakan sharenting mereka, karena tindakan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis anak.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab ketika membagikan informasi tentang anak-anak mereka di media sosial.
Related Results
dakwah Digitalisasi Dakwah Berbasis Kesetaraan Gender: Gaya Komunikasi Islami Ria Ricis Sebagai Dai Wanita Melalui Tiktok
dakwah Digitalisasi Dakwah Berbasis Kesetaraan Gender: Gaya Komunikasi Islami Ria Ricis Sebagai Dai Wanita Melalui Tiktok
Ria Ricis sebagai kreator muda islami diĀ tiktok dengan cara dia berbaur dengan berbagai macam orang dari lawan jenis, hingga non muslim untuk mengajaknya dalam suatu kebaikan. Ria...
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Senam anak sholih merupakan salah satu bentuk dari senam irama yang dilakukan dengan mengikuti irama musik atau nyanyian serta melatih jasmani yang sistematis, teratur dan terencan...
PENTINGNYA KOMPETENSI GURU PROFESIONAL DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER MANDIRI PADA ANAK USIA DINI
PENTINGNYA KOMPETENSI GURU PROFESIONAL DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER MANDIRI PADA ANAK USIA DINI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendidikan karakter pada anak usia dini yang memegang peranan penting dalam proses pendidikan.Guru merupakan kunci utama dalam mengembangkan ka...
Komodifikasi dalam Tayangan Anak di YouTube: Studi Kasus Ryan's World dan Super Duper Ziyan
Komodifikasi dalam Tayangan Anak di YouTube: Studi Kasus Ryan's World dan Super Duper Ziyan
Perkembangan dunia digital telah berkembang dengan pesat, termasuk perkembangan pada tayangan digital pada platform sosial media. Media sosial digunakan oleh setiap orang untuk mem...
Strategi Perintisan Melalui Pendidikan Anak Usia Dini
Strategi Perintisan Melalui Pendidikan Anak Usia Dini
Perintisan jemaat tidak selalu berbicara mengenai membangun disebuah gedung gereja baru, tetapi juga berbicara mengenai penambahan jiwa-jiwa yang dibawa untuk percaya kepada Yesus....
URGENSI BIMBINGAN KONSELING BAGI PIAUD
URGENSI BIMBINGAN KONSELING BAGI PIAUD
Pengetahuan tentang bimbingan konseling sangatlah penting bagi guru atau pendamping pendidikan islam anak usia dini, yang meliputi karakteristik perkembangan anak usia dini, pendek...
Inovasi Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Pendidikan Seks Pada Anak Usia 4 Sampai 6 Tahun)
Inovasi Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Pendidikan Seks Pada Anak Usia 4 Sampai 6 Tahun)
Pendidikan anak usia dini harus ada inovasi sesuai dengan kebutuhan anak. Kebutuhan anak yang mendesak saat ini adalah pendidikan seks pada anak usia dini. Anak usia dini mengalami...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...

