Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sunnah Nabi dan Metode Memahaminya Menurut Yusuf Al-Qardhawi

View through CrossRef
Yusuf al-Qardhawi merupakan tokoh intelektual muslim yang lahir di sebuah desa kecil bernama Saft Turab di Mesir tahun 1926. Ia adalah sosok intelektual sekaligus ulama kontemporer yang cukup disegani dalam dunia ilmu pengetahuan Islam. Salah satu sumbangsih al-Qardhawi yang membahas tentang kontekstualisasi Sunnah, adalah al-Sunnah Mashdaran li al-Ma’rifah wa al-Hadharah. Buku ini membahas tiga tema pokok, yaitu (a) aspek tasyri’ dalam sunnah; (b) sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan dan (c) Sunnah sebagai sumber peradaban. Karyanya ini disusun menggunakan metode tematik dengan menggunakan sumber ma’sur dan juga ra’yu. Sedangkan terkait metode yang digunakan al-Qardhawi dalam membahas suatu hadis, menurut penulis, Beliau selalu memperhatikan sisi internal dan eksternal hadis. Segi internal Hadis yaitu mengenai isnad. Sementara sisi eksternal hadis yaitu pemahaman Hadis itu sendiri atau ma’anil hadisnya. Al-Qardhawi menetapkan delapan prinsip dalam memahami hadis: (a) memahami Hadis sesuai petunjuk al-Qur’an; (b) menghimpun Hadis-Hadis setema; (c) mentarjih Hadis-Hadis kontradiktif; (d) memahami hadis sesuai dengan latar belakang, situasi dan kondisi serta tujuannya; (e) membedakan antara sarana yang berubah-ubah dan tujuan yang tetap; (f) membedakan antara ungkapan haqiqi dan majazi; (g) membedakan antara yang gaib dan yang nyata dan (h) memastikan makna-makna konotasi di dalam Hadis.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pemalang
Title: Sunnah Nabi dan Metode Memahaminya Menurut Yusuf Al-Qardhawi
Description:
Yusuf al-Qardhawi merupakan tokoh intelektual muslim yang lahir di sebuah desa kecil bernama Saft Turab di Mesir tahun 1926.
Ia adalah sosok intelektual sekaligus ulama kontemporer yang cukup disegani dalam dunia ilmu pengetahuan Islam.
Salah satu sumbangsih al-Qardhawi yang membahas tentang kontekstualisasi Sunnah, adalah al-Sunnah Mashdaran li al-Ma’rifah wa al-Hadharah.
Buku ini membahas tiga tema pokok, yaitu (a) aspek tasyri’ dalam sunnah; (b) sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan dan (c) Sunnah sebagai sumber peradaban.
Karyanya ini disusun menggunakan metode tematik dengan menggunakan sumber ma’sur dan juga ra’yu.
Sedangkan terkait metode yang digunakan al-Qardhawi dalam membahas suatu hadis, menurut penulis, Beliau selalu memperhatikan sisi internal dan eksternal hadis.
Segi internal Hadis yaitu mengenai isnad.
Sementara sisi eksternal hadis yaitu pemahaman Hadis itu sendiri atau ma’anil hadisnya.
Al-Qardhawi menetapkan delapan prinsip dalam memahami hadis: (a) memahami Hadis sesuai petunjuk al-Qur’an; (b) menghimpun Hadis-Hadis setema; (c) mentarjih Hadis-Hadis kontradiktif; (d) memahami hadis sesuai dengan latar belakang, situasi dan kondisi serta tujuannya; (e) membedakan antara sarana yang berubah-ubah dan tujuan yang tetap; (f) membedakan antara ungkapan haqiqi dan majazi; (g) membedakan antara yang gaib dan yang nyata dan (h) memastikan makna-makna konotasi di dalam Hadis.

Related Results

Hermeneutika As-Sunah Yusuf Qardhawi
Hermeneutika As-Sunah Yusuf Qardhawi
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Prof Dr H Yusuf Qardhawi di bidang hadits. Penulis mengangkat dua permaslahan penting terkait judul di atas, yaitu: Apa dasar Yus...
Zakat Profesi Menurut Pandangan Yusuf Qardhawi
Zakat Profesi Menurut Pandangan Yusuf Qardhawi
Zakat profesi merupakan zakat yang baru muncul dan tidak ada dizaman kenabian sehingga diperlukan pengkajian mengenai. Gambaran jurnal ini adalah untuk mengetahui pengertian zakat ...
Makna Fii Sabilillah Sebagai Mustahiq Zakat Perspektif Sayyid Abu Bakar Asy-Syatho dan Yusuf Qardhawi
Makna Fii Sabilillah Sebagai Mustahiq Zakat Perspektif Sayyid Abu Bakar Asy-Syatho dan Yusuf Qardhawi
Abstract: This study discusses the differences of opinion of scholars related to mustahiq zakat, especially regarding faction sabilillah group. There is a difference of opinion bet...
Iḥtikār dalam Pemikiran Imam Ghazali dan Yusuf Qardhawi
Iḥtikār dalam Pemikiran Imam Ghazali dan Yusuf Qardhawi
Imam Ghazali berpendapat dalam kitabnya yang terkenal Iḥyā’ ̒Ulūmuddīn bahwa penimbunan itu terkait dengan jenis dan waktunya. Selanjutnya Imam Ghazali menyatakan, bahwa dari segi ...
ANALISIS POTENSI SUMBER BELAJAR DALAM BUKU ISLAM JALAN TENGAH KARYA YUSUF QARDHAWI
ANALISIS POTENSI SUMBER BELAJAR DALAM BUKU ISLAM JALAN TENGAH KARYA YUSUF QARDHAWI
The struggles with various phenomena of intolerance and discrimination that occur in the midst of society, especially young people today, make Islamic religious education must incr...
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
Nabi-Nabi Israel banyak dikemukakan Kitab Suci Agama Kristen, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Artikel ini menguraikan konsep kenabian dalam perspektif agama Kristen, t...
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Shalat merupakan ibadah paling utama yang diwajibkan bagi setiap muslim. Dalam al-Qur’an dan hadis banyak dalil yang menerangkan perintah agar manusia mendirikan shalat. Dalam prak...

Back to Top