Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Karakteristik Briket Berbahan Baku Tempurung Kelapa Dengan Perekat Tepung Kanji Berdasarkan Dimensi dan Berat

View through CrossRef
Briquettes are a type of solid formed from materials which then experience hardening according to predetermined quality standards. In Indonesia, the quality standards for briquettes are regulated by SNI 01-62352000. This standard includes provisions that briquettes must have a maximum moisture content of 8%, mass loss when heated to 9500℃ must not exceed 15%, maximum ash content of 8%, and minimum calorific value of 5000 cal/g. This study aims to examine the effect of variations in dimensions and weight of charcoal on coconut shell briquettes with starch adhesive. The test was carried out using a completely randomized design (CRD) with three repetitions. The results showed that dimensions and weight had an effect on the moisture content, ash content, and flammability of the briquettes but had no effect on the crushing index. Briquettes with cubic dimensions and a weight of 300 grams had the highest moisture content (8.65%) and the highest ash content (2.13%). The pyramid-dimension briquettes weighing 100 grams had the lowest moisture content (3.80%) and the lowest ash content (1.38%). The lowest destruction index was found in pyramid briquettes weighing 100 grams (0.248%). In cube briquettes weighing 200 grams, the calorific value is 4998 cal/gram.
Title: Uji Karakteristik Briket Berbahan Baku Tempurung Kelapa Dengan Perekat Tepung Kanji Berdasarkan Dimensi dan Berat
Description:
Briquettes are a type of solid formed from materials which then experience hardening according to predetermined quality standards.
In Indonesia, the quality standards for briquettes are regulated by SNI 01-62352000.
This standard includes provisions that briquettes must have a maximum moisture content of 8%, mass loss when heated to 9500℃ must not exceed 15%, maximum ash content of 8%, and minimum calorific value of 5000 cal/g.
This study aims to examine the effect of variations in dimensions and weight of charcoal on coconut shell briquettes with starch adhesive.
The test was carried out using a completely randomized design (CRD) with three repetitions.
The results showed that dimensions and weight had an effect on the moisture content, ash content, and flammability of the briquettes but had no effect on the crushing index.
Briquettes with cubic dimensions and a weight of 300 grams had the highest moisture content (8.
65%) and the highest ash content (2.
13%).
The pyramid-dimension briquettes weighing 100 grams had the lowest moisture content (3.
80%) and the lowest ash content (1.
38%).
The lowest destruction index was found in pyramid briquettes weighing 100 grams (0.
248%).
In cube briquettes weighing 200 grams, the calorific value is 4998 cal/gram.

Related Results

Briket Arang Tempurung Kawista (Limonia acidissima) Teraktivasi NaOH dengan Perekat Alami
Briket Arang Tempurung Kawista (Limonia acidissima) Teraktivasi NaOH dengan Perekat Alami
Penelitian tentang pemanfaatan tempurung tempurung kawista (Limonia acidissima) telah dilakukan sebagai bahan dasar pembuatan briket arang. Variabel jenis perekat alami berupa gel ...
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biobriket yang dihasilkan dari kombinasi limbah kulit batang sagu dan tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam pene...
Pelatihan Kerajinan Tempurung Kelapa DI Desa Tianyar
Pelatihan Kerajinan Tempurung Kelapa DI Desa Tianyar
ABSTRAK Tujuan umum dari pengabdian ini adalah untuk memberikan peluang usaha baru bagi kelompok Sri Amerta Sari dan Karya Santhi di desa Tianyar dengan memberikan pelatihan keraji...
Formulasi Mie Substitusi Tepung Kelapa untuk Meningkatkan Kadar Serat
Formulasi Mie Substitusi Tepung Kelapa untuk Meningkatkan Kadar Serat
Latar Belakang: Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan modifikasi diet, akan tetapi perubahan menu diet yang besar sulit dilakukan sebagian besar orang. Salah satu alternatif ...
Pemberdayaan Kelompok Tani Rahmat II Melalui Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa
Pemberdayaan Kelompok Tani Rahmat II Melalui Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa
Desa Manyampa adalah salah satu wilayah bagian dari Kecamatan Ujungloe yang memiliki luas Wilayah 42 Km persegi dengan 25% merupakan area pertanian kelapa. Berdasarkan survey lapan...
Pelatihan Penggunaan Mesin Pencetak Briket Serbuk Kayu pada Kelompok Karang Taruna Desa Pakemitan, Kec. Cikatomas, Kab. Tasikmalaya
Pelatihan Penggunaan Mesin Pencetak Briket Serbuk Kayu pada Kelompok Karang Taruna Desa Pakemitan, Kec. Cikatomas, Kab. Tasikmalaya
Desa Pakemitan, Kec. Cikatomas memiliki 54 pengrajin gula kelapa yang tergabung dalam 8 kelompok usaha skala mikro dan kecil (UMK). Sebagian pengrajin mengolah nira kelapa menjadi ...
STRUKTUR DAN MAKNA KANJI JUKUJIKUN DALAM BAHASA JEPANG
STRUKTUR DAN MAKNA KANJI JUKUJIKUN DALAM BAHASA JEPANG
Jukujikun merupakan cara baca kanji jukugo yang tidak berhubungan dengan bunyi baca on (bunyi baca China) dan kun (bunyi baca Jepang) melainkan dibaca secara keseluruhan berdasarka...

Back to Top