Javascript must be enabled to continue!
Am I A Cheater?: Pengaruh Priming dengan Subtle Linguistic in Ethical Reminder dalam mengurangi Perilaku tidak Etis Berdasarkan Jenis Kelamin
View through CrossRef
Previous studies of unethical behavior have shown that many people will engage when they have the opportunity. Several studies have shown contradictions with each other regarding fraudulent behavior between men and women. This study wanted to test whether the use of priming with subtle words could suppress the emergence of fraudulent behavior, especially when associated with gender. The study used a 2x2 experimental design ((PrimingxNonPriming)x(MalexFemale)) with 60 participants. The study used instruments in the form of mathematical problems that must be answered correctly for 60 seconds and participants can "claim" or write down the number of questions that can be answered correctly. Participants in the priming group will get the phrase "Please don't be a cheater" before doing a question consisting of 20 questions. This research will be analyzed by quantitative descriptive analysis. The results in this study showed that female participants (M=7.13, SD= 2,774) showed a higher tendency of cheating compared to male participants (M=7.00, SD=2,236) even if given priming words. Meanwhile, in conditions that did not get priming words (non-priming), female participants (M=12.80, SD= 5,414) also showed a higher tendency of cheating than male participants (M=11.13, SD=7,376). In addition, cheating can still occur and is not affected by gender, both male and female.
Abstrak
Studi terdahulu terkait perilaku tidak etis (unethical behavior) memperlihatkan bahwa banyak orang terlibat dalam perilaku seperti itu ketika memiliki kesempatan. Beberapa penelitian memperlihatkan kontradiksi satu sama lain terkait perilaku curang antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini ingin menguji apakah penggunaan priming dengan kata-kata yang halus dapat menekan munculnya perilaku curang, terutama jiak dikaitkan dengan jenis kelamin. Penelitian menggunakan desain eksperimen 2x2 ((PrimingxNonPriming)x(Laki-lakixPerempuan)) dengan partisipan sebanyak 60 orang. Penelitian menggunakan instrument berupa soal matematika yang harus dijawab dengan tepat selama 60 detik dan partisipan dapat “mengklaim” atau menuliskan jumlah soal yang dapat dijawab dengan benar. Partisipan yang berada di kelompok Priming akan mendapatkan kalimat “Mohon jangan jadi orang yang curang” sebelum mengerjakan soal yang terdiri dari 20 soal. Penelitian ini akan dianalisis dengan analisis deksripstif kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa partisipan perempuan (M=7.13, SD=2.774) memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan laki-laki (M=7.00, SD= 2.236) bahkan jika diberikan priming kata-kata. Sedangkan pada kondisi yang tidak mendapatkan priming kata-kata (non priming), partisipan perempuan (M=12.80, SD= 5.414) juga memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan partisipan laki-laki (M=11.13, SD= 7.376). Selain itu pula, kecurangan dapat tetap terjadi, dan tidak terpengaruh oleh jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.
State University of Malang (UM)
Title: Am I A Cheater?: Pengaruh Priming dengan Subtle Linguistic in Ethical Reminder dalam mengurangi Perilaku tidak Etis Berdasarkan Jenis Kelamin
Description:
Previous studies of unethical behavior have shown that many people will engage when they have the opportunity.
Several studies have shown contradictions with each other regarding fraudulent behavior between men and women.
This study wanted to test whether the use of priming with subtle words could suppress the emergence of fraudulent behavior, especially when associated with gender.
The study used a 2x2 experimental design ((PrimingxNonPriming)x(MalexFemale)) with 60 participants.
The study used instruments in the form of mathematical problems that must be answered correctly for 60 seconds and participants can "claim" or write down the number of questions that can be answered correctly.
Participants in the priming group will get the phrase "Please don't be a cheater" before doing a question consisting of 20 questions.
This research will be analyzed by quantitative descriptive analysis.
The results in this study showed that female participants (M=7.
13, SD= 2,774) showed a higher tendency of cheating compared to male participants (M=7.
00, SD=2,236) even if given priming words.
Meanwhile, in conditions that did not get priming words (non-priming), female participants (M=12.
80, SD= 5,414) also showed a higher tendency of cheating than male participants (M=11.
13, SD=7,376).
In addition, cheating can still occur and is not affected by gender, both male and female.
Abstrak
Studi terdahulu terkait perilaku tidak etis (unethical behavior) memperlihatkan bahwa banyak orang terlibat dalam perilaku seperti itu ketika memiliki kesempatan.
Beberapa penelitian memperlihatkan kontradiksi satu sama lain terkait perilaku curang antara laki-laki dan perempuan.
Penelitian ini ingin menguji apakah penggunaan priming dengan kata-kata yang halus dapat menekan munculnya perilaku curang, terutama jiak dikaitkan dengan jenis kelamin.
Penelitian menggunakan desain eksperimen 2x2 ((PrimingxNonPriming)x(Laki-lakixPerempuan)) dengan partisipan sebanyak 60 orang.
Penelitian menggunakan instrument berupa soal matematika yang harus dijawab dengan tepat selama 60 detik dan partisipan dapat “mengklaim” atau menuliskan jumlah soal yang dapat dijawab dengan benar.
Partisipan yang berada di kelompok Priming akan mendapatkan kalimat “Mohon jangan jadi orang yang curang” sebelum mengerjakan soal yang terdiri dari 20 soal.
Penelitian ini akan dianalisis dengan analisis deksripstif kuantitatif.
Hasil dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa partisipan perempuan (M=7.
13, SD=2.
774) memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan laki-laki (M=7.
00, SD= 2.
236) bahkan jika diberikan priming kata-kata.
Sedangkan pada kondisi yang tidak mendapatkan priming kata-kata (non priming), partisipan perempuan (M=12.
80, SD= 5.
414) juga memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan partisipan laki-laki (M=11.
13, SD= 7.
376).
Selain itu pula, kecurangan dapat tetap terjadi, dan tidak terpengaruh oleh jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
HUBUNGAN JENIS KELAMIN TERHADAP MOTIVASI REMAJA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI MASA COVID - 19
HUBUNGAN JENIS KELAMIN TERHADAP MOTIVASI REMAJA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI MASA COVID - 19
ABSTRAK
Kasus terkonfirmasi COVID-19 pada seluruh rentang usia khususnya pada remaja tidak dapat dihindari. Perlu adanya motivasi dari remaja untuk melakukan perilaku 3M sebagai up...
Materialism and Environmental Knowledge as a Mediator for Relationships between Religiosity and Ethical Consumption
Materialism and Environmental Knowledge as a Mediator for Relationships between Religiosity and Ethical Consumption
ABSTRACTOn a global and regional scale, Indonesia has one of the least environmentally sustainable economies in the Asia-Pacific region. Consumption is one of the key factors contr...
Experimental Optimization of Self-Priming Pump Based on the Full Factor Test
Experimental Optimization of Self-Priming Pump Based on the Full Factor Test
Self-priming pump as the core equipment for flood fighting and emergency rescue plays an important role in flood prevention and other fields. More importantly, the geometric parame...
Pendidikan Karakter dalam Membentuk Perilaku Etis Mahasiswa STAKN Kupang
Pendidikan Karakter dalam Membentuk Perilaku Etis Mahasiswa STAKN Kupang
The objectives achieved in this determination are: To analyze character education in shaping the ethical behavior of students of the Kupang Christian State College (STAKN); identif...
ANALISIS PEMBAGIAN HARTA WARIS BAGI PELAKU GANTI KELAMIN: KAJIAN HUKUM PERDATA DAN HUKUM ISLAM
ANALISIS PEMBAGIAN HARTA WARIS BAGI PELAKU GANTI KELAMIN: KAJIAN HUKUM PERDATA DAN HUKUM ISLAM
The phenomenon of sex change in Indonesia is widespread, usually carried out by means of sex change surgery. Sex reassignment surgery (SRS) is a medical procedure performed to chan...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Salah satu perilaku hid...
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali
Skizofrenia adalah penyakit yang mempengaruhi otak, menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan serta perilaku yang aneh, salah satunya muncul perilaku kekerasan dengan...

