Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu

View through CrossRef
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk mengurangi bahkan menghilangkan bakteri di tangan, dan CTPS akan lebih efektif jika dilakukan dibawah air mengalir. Jika tidak dicuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir, maka tangan tidak akan bersih dari kuman dan tetap akan masuk kedalam tubuh melalui makanan atau benda yang kita sentuh. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menyatakan bahwa angka prevalensi di Indonesia untuk diare pada semua umur berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan adalah sebesar 6,8% tanpa gejala dan 8,0% dengan gejala, sedangkan prevalensi diare pada balita yaitu sebesar 11,0% tanpa gejala dan 12,3% dengan gejala. Minahasa Tenggara pada tahun 2021 kasus diare mencapai 41,6% di untuk balita dan anak remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganlisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada siswa SMP Negeri 1 Tombatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dnegan metode deskripsi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Yang dilaksanakan di Desa Tombatu Kecamatan Tombatu Tiga Timur Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Januari 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII sebanyak 125 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam    penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, sarana prasarana dan perilaku. variabel dependen yaitu perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil Nilai Fisher Exact didapatkan nilai p = 0.596 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu. Berdasarkan dengan hasil Uji Chi-Square di dapatakan nilai p = 0.637 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu. Hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai p = 0.499 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara sarana prasarana dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap dan sarana prasarana tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Title: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Description:
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit.
Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk mengurangi bahkan menghilangkan bakteri di tangan, dan CTPS akan lebih efektif jika dilakukan dibawah air mengalir.
Jika tidak dicuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir, maka tangan tidak akan bersih dari kuman dan tetap akan masuk kedalam tubuh melalui makanan atau benda yang kita sentuh.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menyatakan bahwa angka prevalensi di Indonesia untuk diare pada semua umur berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan adalah sebesar 6,8% tanpa gejala dan 8,0% dengan gejala, sedangkan prevalensi diare pada balita yaitu sebesar 11,0% tanpa gejala dan 12,3% dengan gejala.
Minahasa Tenggara pada tahun 2021 kasus diare mencapai 41,6% di untuk balita dan anak remaja.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganlisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada siswa SMP Negeri 1 Tombatu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dnegan metode deskripsi analitik dengan desain penelitian cross sectional.
Yang dilaksanakan di Desa Tombatu Kecamatan Tombatu Tiga Timur Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Januari 2023.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII sebanyak 125 orang.
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling.
Variabel independen dalam    penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, sarana prasarana dan perilaku.
variabel dependen yaitu perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa.
Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner.
Hasil Nilai Fisher Exact didapatkan nilai p = 0.
596 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu.
Berdasarkan dengan hasil Uji Chi-Square di dapatakan nilai p = 0.
637 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu.
Hasil Uji Chi Square di dapatkan nilai p = 0.
499 yang berarti tidak ada hubungan bermakna antara sarana prasarana dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tombatu.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap dan sarana prasarana tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada siswa SMP Negeri 1 Tombatu.

Related Results

PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
Latar belakang : kebiasaan cuci tangan yang benar sangat penting. Namun menurut Badan Pusat Statistik kebiasaan cuci tangan yang benar di Provinsi Jawa Tengah belum maksimal yaitu ...
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
Latar belakang : kebiasaan cuci tangan yang benar sangat penting. Namun menurut Badan Pusat Statistik kebiasaan cuci tangan yang benar di Provinsi Jawa Tengah belum maksimal yaitu ...
PENYULUHAN TENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CPTS) UNTUK MENCEGAH PEYEBARAN CORONAVIRUS (COV) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG PULE
PENYULUHAN TENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CPTS) UNTUK MENCEGAH PEYEBARAN CORONAVIRUS (COV) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG PULE
ABSTRAKSecara global dilaporkan 51.857 kasus konfimasi di 25 negara dengan 1.669 kematian (CFR 3,2%). Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai tanggal (30/6/2020) seba...
Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan dengan Ekstrak Daun Gatal Sebagai Upaya Mendukung Gerakan Madrasah Sehat
Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan dengan Ekstrak Daun Gatal Sebagai Upaya Mendukung Gerakan Madrasah Sehat
Gerakan Madrasah Sehat (Germas) merupakan program usaha kesehatan madrasah yang sejalan dengan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di madrasah. Salah satu tujuan PHBS ad...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP TINDAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP TINDAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)
Perilaku hidup bersih dan sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengansabun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan p...
INOVASI MENCIPTAKAN KILAUAN TAHAN LAMA SERTA AROMA YANG BERVARIASI SABUN CUCI KENDARAAN
INOVASI MENCIPTAKAN KILAUAN TAHAN LAMA SERTA AROMA YANG BERVARIASI SABUN CUCI KENDARAAN
Merujuk pada masalah yang terjadi mengenai sabun cuci kendaraan yang dalamkenyataannya banyak masyarakat yang mengajukan protes karena aroma sabun pencucikendaraan tidak tahan lama...
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Joring Lombang Kota Padang Sidimpuan
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Joring Lombang Kota Padang Sidimpuan
Sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan pokok dan wajib ada dalam rumah tangga. Kebutuhan sabun cuci piring di masyarakat semakin meningkat pesat seiring dengan meningkatn...

Back to Top