Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penentuan Prioritas Rencana Pengelolaan Kinerja Irigasi Di Wilayah Sungai Brantas Bagian Hulu Menggunakan Metode Multiple Attributte Decision Making

View through CrossRef
Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan irigasi yang optimal dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian di Indonesia, khususnya di Wilayah Sungai Brantas bagian hulu. Dengan menggunakan empat metode Multiple Attribute Decision Making (MADM), yaitu TOPSIS, SAW, WP, dan ELECTRE, penelitian ini menganalisis enam aspek kinerja irigasi untuk menentukan prioritas pengelolaan di tiga daerah irigasi: DI Lodoyo, DI Molek, dan DI Kedungkandang. Hasil analisis menunjukkan bahwa DI Molek menjadi prioritas utama pengelolaan karena memperoleh nilai tertinggi berdasarkan metode MADM. Meski DI Lodoyo membutuhkan anggaran terbesar, penentuan prioritas juga mempertimbangkan hasil penilaian Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Dengan demikian, pendekatan pengelolaan ke depan harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan anggaran dan kondisi aktual kinerja irigasi.
Title: Penentuan Prioritas Rencana Pengelolaan Kinerja Irigasi Di Wilayah Sungai Brantas Bagian Hulu Menggunakan Metode Multiple Attributte Decision Making
Description:
Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan irigasi yang optimal dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian di Indonesia, khususnya di Wilayah Sungai Brantas bagian hulu.
Dengan menggunakan empat metode Multiple Attribute Decision Making (MADM), yaitu TOPSIS, SAW, WP, dan ELECTRE, penelitian ini menganalisis enam aspek kinerja irigasi untuk menentukan prioritas pengelolaan di tiga daerah irigasi: DI Lodoyo, DI Molek, dan DI Kedungkandang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa DI Molek menjadi prioritas utama pengelolaan karena memperoleh nilai tertinggi berdasarkan metode MADM.
Meski DI Lodoyo membutuhkan anggaran terbesar, penentuan prioritas juga mempertimbangkan hasil penilaian Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI).
Dengan demikian, pendekatan pengelolaan ke depan harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan anggaran dan kondisi aktual kinerja irigasi.

Related Results

Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Pengelolaan sungai sangat diperlukan agar kebermanfaatan dan keamanannya dapat terjamin. Pengelolaan sungai bisa berwujud dalam monitoring kondisi fisik dan fungsi prasarana sungai...
Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Irigasi di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar
Partisipasi Petani dalam Pengelolaan Irigasi di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar
Abstrak - Saat musim kemarau kebutuhan air bagi tanaman tidak dapat terpenuhi yang menyebabkan area persawahan kering tanpa adanya genangan air, sedangkan pada saat musim penghujan...
Rancangan Irigasi Sprinkler Portable Tanaman Pakchoy
Rancangan Irigasi Sprinkler Portable Tanaman Pakchoy
Salah satu teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan air irigasi adalah irigasi sprinkler. Namun dalam penerapan sistem irigasi sprinkler di lapangan m...
PERMASALAHAN SUMBER DAYA AIR DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAERAH IRIGASI DERAS II KABUPATEN MUSI RAWAS
PERMASALAHAN SUMBER DAYA AIR DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAERAH IRIGASI DERAS II KABUPATEN MUSI RAWAS
Daerah Irigasi Deras II merupakan irigasi teknis dan masuk ke dalam wilayah sungai Air Lakitan yang pengelolaannya merupakan kewenangan Kabupaten Musi Rawas. Daerah irigasi ini mem...
Evaluasi Neraca Air Pada Irigasi Kuok II
Evaluasi Neraca Air Pada Irigasi Kuok II
[IN] Daerah irigasi kuok II memiliki luas sawah sekitar 200 hektar, sumber air irigasinya di supplay dari sungai irigasi kuok II. Permasalahan ketersediaan air didaerah irigasi in...

Back to Top