Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Manajemen Pelayanan Kefarmasian, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 72 Tahun 2016 di Hospital Nacional Guido Valadares Dili Timor Leste
View through CrossRef
Pendahuluan: Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Dili adalah institusi pelayanan kesehatan milik Pemerintah Timor Leste yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Salah satu permasalahan yang memberi pengaruh terhadap kualitas layanan Hospital Nacional Guido Valadres yaitu permasalahan manajemen pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi manajemen pelayanan kefarmasian di HNGV Dili berdasarkan Permenkes RI No. 72 tahun 2016. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2022 di Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Dili. Informan penelitian sebanyak 4 orang yang terdiri dari Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) (informan kunci), 1 orang pimpinan rumah sakit yang membawahi IFRS dan 2 orang petugas di IFRS. Instrumen penelitian ini yaitu pedoman wawancara, alat tulis menulis dan kamera. Data diperoleh dengan wawancara mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil: Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares memiliki sumber daya manusia (SDM) sebanyak 27 orang, setiap pekerja memiliki tugas dan tanggung yang pembagiannya dilakukan oleh kepala IFRS, beban kerja masih perlu dikaji secara lanjut serta gaji pegawai sudah sesuai standar yang ada. Pada tahapan ini ditemukan adanya masalah yaitu adanya kekurangan SDM di IFRS sehingga tugas dan tanggung jawab sering terabaikan saat ada pekerja yang tidak masuk kerja. Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares melakukan perencanaan obat dengan metode konsumsi tapi hanya sebatas pengusulan atau permintaan melalui SAMES.IP. Ditemukan masalah dalam proses perencanaan pelayanan kefarmasian yaitu proses perencanaan khusus penganggaran dan penetapan prioritas belum bisa dilakukan oleh IFRS. Selain itu, waktu tunggu pemesanan obat masih belum dilakukan kajian karena keterbatasan metode, dana dan tenaga. Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares bertanggung jawab untuk penyimpanan dan pendistribusian obat. Pengadaan obat di rumah sakit menggunakan sistem terpusat. Harga, ketersediaan dan mutu obat merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan melalui SAMES.IP. Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares sudah berusaha melakukan pelayanan pendistribusian yang menjamin mutu, stabilitas, jenis, jumlah, dan ketepatan waktu. Selain itu, sistem distribusi di unit pelayanan IFRS menggunakan sistem resep individu dan sistem kombinasi antara individu dan floor stock. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu manajemen pelayanan kefarmasian di HNGV Dili berdasarkan Permenkes RI No. 72 tahun 2016 telah berjalan namun masih ditemukan beberapa masalah dalam pelaksanaannya.
STIKes Payung Negeri Pekanbaru
Title: Evaluasi Manajemen Pelayanan Kefarmasian, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 72 Tahun 2016 di Hospital Nacional Guido Valadares Dili Timor Leste
Description:
Pendahuluan: Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Dili adalah institusi pelayanan kesehatan milik Pemerintah Timor Leste yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.
Salah satu permasalahan yang memberi pengaruh terhadap kualitas layanan Hospital Nacional Guido Valadres yaitu permasalahan manajemen pelayanan kefarmasian.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi manajemen pelayanan kefarmasian di HNGV Dili berdasarkan Permenkes RI No.
72 tahun 2016.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2022 di Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Dili.
Informan penelitian sebanyak 4 orang yang terdiri dari Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) (informan kunci), 1 orang pimpinan rumah sakit yang membawahi IFRS dan 2 orang petugas di IFRS.
Instrumen penelitian ini yaitu pedoman wawancara, alat tulis menulis dan kamera.
Data diperoleh dengan wawancara mendalam.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis isi.
Hasil: Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares memiliki sumber daya manusia (SDM) sebanyak 27 orang, setiap pekerja memiliki tugas dan tanggung yang pembagiannya dilakukan oleh kepala IFRS, beban kerja masih perlu dikaji secara lanjut serta gaji pegawai sudah sesuai standar yang ada.
Pada tahapan ini ditemukan adanya masalah yaitu adanya kekurangan SDM di IFRS sehingga tugas dan tanggung jawab sering terabaikan saat ada pekerja yang tidak masuk kerja.
Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares melakukan perencanaan obat dengan metode konsumsi tapi hanya sebatas pengusulan atau permintaan melalui SAMES.
IP.
Ditemukan masalah dalam proses perencanaan pelayanan kefarmasian yaitu proses perencanaan khusus penganggaran dan penetapan prioritas belum bisa dilakukan oleh IFRS.
Selain itu, waktu tunggu pemesanan obat masih belum dilakukan kajian karena keterbatasan metode, dana dan tenaga.
Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares bertanggung jawab untuk penyimpanan dan pendistribusian obat.
Pengadaan obat di rumah sakit menggunakan sistem terpusat.
Harga, ketersediaan dan mutu obat merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan melalui SAMES.
IP.
Instalasi Farmasi Hospital Nacional Guido Valadares sudah berusaha melakukan pelayanan pendistribusian yang menjamin mutu, stabilitas, jenis, jumlah, dan ketepatan waktu.
Selain itu, sistem distribusi di unit pelayanan IFRS menggunakan sistem resep individu dan sistem kombinasi antara individu dan floor stock.
Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu manajemen pelayanan kefarmasian di HNGV Dili berdasarkan Permenkes RI No.
72 tahun 2016 telah berjalan namun masih ditemukan beberapa masalah dalam pelaksanaannya.
Related Results
SENGKETA INDONESIA DAN TIMOR LESTE TERKAIT PERJANJIAN PERBATASAN MARITIM
SENGKETA INDONESIA DAN TIMOR LESTE TERKAIT PERJANJIAN PERBATASAN MARITIM
The State of Timor Leste is an independent and sovereign country in the 21st (twenty-first) century with its official name Democratica de Timor-Leste (RTL). Timor-Leste went throug...
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
Apotek merupakan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Pekerjaan kefarmasiaan meliputi pembuatan...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Customary Law in Timor-Leste
Customary Law in Timor-Leste
The Democratic Republic of Timor-Leste as a modern state is governed by its Constitution, which was drawn up by the Constituent Assembly in 2001 with the presence and fundamental s...
Traditional medicine use in Timor-Leste
Traditional medicine use in Timor-Leste
AbstractBackgroundTraditional medicine use is common amongst peoples in developing nations. Timor-Leste is no exception. However little is known about the prevalence, pattern, sati...
ANALISIS STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO
ANALISIS STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO
Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, menetapkan bahwa semua tenaga kefarmasian dalam melaksanakan tugas profesinya di puskesma...
EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN BERDASARKAN PMK NO. 26 TAHUN 2020 DI PUSKESMAS RAWAMERTA KARAWANG
EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN BERDASARKAN PMK NO. 26 TAHUN 2020 DI PUSKESMAS RAWAMERTA KARAWANG
Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health care) yang merupakan pelayanan bersifat pokok (basic health services). Pelayanan kefarmasian di puskesmas sa...
XXV Encuentro Nacional y XVII Encuentro Internacional de Educación Matemática en Carreras de Ingeniería -EMCI
XXV Encuentro Nacional y XVII Encuentro Internacional de Educación Matemática en Carreras de Ingeniería -EMCI
El Encuentro de Educación Matemática en Carreras de Ingeniería (EMCI) se ha consolidado, a lo largo de sus veinticinco ediciones nacionales y diecisiete internacionales, como un es...

