Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pkm Budi Daya Kelelawar Di Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan

View through CrossRef
Kelelawar pemakan buah adalah satwa liar yang berperan sebagai penyerbuk buah-buahan dan penyebar biji-bijian. Namun kelelawar pemakan buah dijadikan bahan pangan. Dikhatirkan populasi kelelawar akan menurun dan beberapa jenis kelelawar endemik akan terancam punah. Oleh karena itu perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusi adalah penyuluhan dan budidaya kelelawar. PKM budidaya Kelelawar di desa Boyong Atas bertujuan mengajarkan ibu-ibu kelompok Pinasungkulan dan Mangimbali untuk membudidayakan kelelawar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demostrasi cara budidaya kelelawar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa minat ibu-ibu untuk membudidayakan kelelawar sangat tinggi, karena  ibu-ibu mempraktekkan apa yang diajarkan. Hasil pengamatan terhadap pakan kelelawar menunjukkan bahwa pakan efektif diberikan pada sore hari. Jenis pakan yang disukai adalah pepaya masak. Kesimpulannya bahwa kelelawar dapat dibudidayakan karena dapat beradaptasi dengan kandang dan pakan yang diberikanFruit bats are wild animal that function as pollinators and spreaders of plant grains. However in North Sulawesi province, Minahasa region particularly, fruit bats are used as food. The bat population will decline and some endemic bat species threatened will be extinction, if hunting to be continued. Therefore it is necessary to find a solution. One of solution is education and cultivation. The Society Partnership Program in Boyong Atas village was aimed to teach women in the Pinasungkulan and Mangimbali groups to make bat breeding. The methods used were community outreach and demonstration of bat cultivation. The observation showed that mothers' interest was very high, because mothers practice what had been taught. Observation of bat feeding time showed that effective feed was given in the afternoon. The type of preference feed of bats was ripe papaya. In conclusion, bats can be cultivated because they can adapt well in captivity as well as the feed provided
Title: Pkm Budi Daya Kelelawar Di Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan
Description:
Kelelawar pemakan buah adalah satwa liar yang berperan sebagai penyerbuk buah-buahan dan penyebar biji-bijian.
Namun kelelawar pemakan buah dijadikan bahan pangan.
Dikhatirkan populasi kelelawar akan menurun dan beberapa jenis kelelawar endemik akan terancam punah.
Oleh karena itu perlu dicarikan solusinya.
Salah satu solusi adalah penyuluhan dan budidaya kelelawar.
PKM budidaya Kelelawar di desa Boyong Atas bertujuan mengajarkan ibu-ibu kelompok Pinasungkulan dan Mangimbali untuk membudidayakan kelelawar.
Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demostrasi cara budidaya kelelawar.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa minat ibu-ibu untuk membudidayakan kelelawar sangat tinggi, karena  ibu-ibu mempraktekkan apa yang diajarkan.
Hasil pengamatan terhadap pakan kelelawar menunjukkan bahwa pakan efektif diberikan pada sore hari.
Jenis pakan yang disukai adalah pepaya masak.
Kesimpulannya bahwa kelelawar dapat dibudidayakan karena dapat beradaptasi dengan kandang dan pakan yang diberikanFruit bats are wild animal that function as pollinators and spreaders of plant grains.
However in North Sulawesi province, Minahasa region particularly, fruit bats are used as food.
The bat population will decline and some endemic bat species threatened will be extinction, if hunting to be continued.
Therefore it is necessary to find a solution.
One of solution is education and cultivation.
The Society Partnership Program in Boyong Atas village was aimed to teach women in the Pinasungkulan and Mangimbali groups to make bat breeding.
The methods used were community outreach and demonstration of bat cultivation.
The observation showed that mothers' interest was very high, because mothers practice what had been taught.
Observation of bat feeding time showed that effective feed was given in the afternoon.
The type of preference feed of bats was ripe papaya.
In conclusion, bats can be cultivated because they can adapt well in captivity as well as the feed provided.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Keanekaragaman Jenis Kelelawar (Chiroptera) di Taman Nasional Kelimutu
Keanekaragaman Jenis Kelelawar (Chiroptera) di Taman Nasional Kelimutu
Kelelawar (chiroptera) merupakan satu satunya jenis mamalia yang bisa terbang. Kelelawar memiliki mobilitas tinggi di dalam aktivitas mencari makanan seperti bunga, buah, nektar, d...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Penguatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
Penguatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan
 Secara umum dapat dilihat bahwa peran BPD dalam ketiga fungsi yang ada pada UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa tidak berjalan dengan optimal. Pada prosesnya fungsi BPD sebagai pihak ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Studi Keragaman Kelelawar Berdasarkan Perangkap Jaring Kabut di Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas
Studi Keragaman Kelelawar Berdasarkan Perangkap Jaring Kabut di Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas
Kelelawar, satu-satunya mamalia terbang, dapat terlihat di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), termasuk Pusat Latihan Gajah (PLG). Keberadaan kelelawar dipengaruhi oleh struktur fisi...

Back to Top